alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Kempo Sabet Empat Medali di Kejuaraan Virtual

JawaPos.com – Kejuaraan virtual tampaknya menjadi opsi terakhir bagi cabang olahraga untuk tetap eksis di masa pandemi korona. Salah satunya Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Banyuwangi, mereka terus mengasah skill atletnya di depan kamera untuk bisa tetap meraih medali di tengah pandemi.

Ketua Perkemi Banyuwangi Santoso mengatakan, bukan perkara mudah memindahkan kebiasaan atlet yang umumnya menggelar pertandingan di tengah ruangan dengan tatapan mata wasit menjadi sorotan kamera. Selain tetap harus memperhatikan teknik, atlet juga harus tetap berkonsentrasi seolah-olah berada di ruangan yang sedang diawasi wasit dan juri secara langsung.

”Anak-anak terkadang terlihat jenuh, meskipun secara fisik mereka lebih santai karena tidak harus bepergian ke luar kota untuk kejuaraan,” kata Santoso.

Selama pandemi sendiri, Perkemi Banyuwangi sudah berhasil menggondol empat medali. Dengan rincian dua medali perak di Piala PB Perkemi yang diperoleh Gandes dan Rendy Setiawan. Kemudian satu emas di Piala PB Perkemi dan satu perunggu di Piala Kominfo yang diperoleh atlet kempo andalan Banyuwangi Nurimamah.

Semuanya turun di kelas Embu atau peragaan jurus. Karena untuk kelas Randori atau pertarungan tidak mungkin digelar secara virtual. ”Fisik dan teknik tetap kita siapkan. Meskipun hanya kelas Embu yang dipertandingkan, kita tetap melatih mereka yang biasa turun di kelas Randori,” jelasnya.

Santoso juga mengatakan, semua pertandingan kempo disajikan secara live. Kecuali untuk tahapan seleksi awal, beberapa juri meminta agar dikirimi file video saja. Baru di babak-babak penentuan digelar pertandingan live yang dipantau langsung lima orang wasit. ”Kalau Randori belum ada teknisnya. Anak-anak sudah menunggu, biasanya kita latihan bersama saja antar atlet sambil menunggu ada event resmi. Karena tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” tandas dosen Olahraga Uniba itu. (fre/als/c1)

JawaPos.com – Kejuaraan virtual tampaknya menjadi opsi terakhir bagi cabang olahraga untuk tetap eksis di masa pandemi korona. Salah satunya Persatuan Kempo Indonesia (Perkemi) Banyuwangi, mereka terus mengasah skill atletnya di depan kamera untuk bisa tetap meraih medali di tengah pandemi.

Ketua Perkemi Banyuwangi Santoso mengatakan, bukan perkara mudah memindahkan kebiasaan atlet yang umumnya menggelar pertandingan di tengah ruangan dengan tatapan mata wasit menjadi sorotan kamera. Selain tetap harus memperhatikan teknik, atlet juga harus tetap berkonsentrasi seolah-olah berada di ruangan yang sedang diawasi wasit dan juri secara langsung.

”Anak-anak terkadang terlihat jenuh, meskipun secara fisik mereka lebih santai karena tidak harus bepergian ke luar kota untuk kejuaraan,” kata Santoso.

Selama pandemi sendiri, Perkemi Banyuwangi sudah berhasil menggondol empat medali. Dengan rincian dua medali perak di Piala PB Perkemi yang diperoleh Gandes dan Rendy Setiawan. Kemudian satu emas di Piala PB Perkemi dan satu perunggu di Piala Kominfo yang diperoleh atlet kempo andalan Banyuwangi Nurimamah.

Semuanya turun di kelas Embu atau peragaan jurus. Karena untuk kelas Randori atau pertarungan tidak mungkin digelar secara virtual. ”Fisik dan teknik tetap kita siapkan. Meskipun hanya kelas Embu yang dipertandingkan, kita tetap melatih mereka yang biasa turun di kelas Randori,” jelasnya.

Santoso juga mengatakan, semua pertandingan kempo disajikan secara live. Kecuali untuk tahapan seleksi awal, beberapa juri meminta agar dikirimi file video saja. Baru di babak-babak penentuan digelar pertandingan live yang dipantau langsung lima orang wasit. ”Kalau Randori belum ada teknisnya. Anak-anak sudah menunggu, biasanya kita latihan bersama saja antar atlet sambil menunggu ada event resmi. Karena tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” tandas dosen Olahraga Uniba itu. (fre/als/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/