alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Stok Darah Aman Selama Ramadan 

BANYUWANGI – Jumlah pendonor darah pada bulan Ramadan berkurang, tapi persediaan darah masih cukup untuk memenuhi permintaan. Puasa menjadi salah satu alasan warga takut mendonorkan darahnya.

Humas Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi Beni mengatakan, selama puasa rata-rata jumlah pendonor darah tiap hari sebanyak 50 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibanding hari-hari biasanya.

“Selama Ramadan, rata-rata jumlah pendonor perharinya 50 orang. Ini lebih sedikit dibanding biasanya lebih dari 50, satu halaman ini bisa penuh nama-namanya,” kata Beni.

Beni mengungkapkan, selama bulan puasa stok darah memang berkurang, tapi masih cukup untuk memenuhi permintaan darah. Ini karane pada tiga bulan terakhir permintaan berkurang. “Stok darah masih aman. Karena memang dalam tiga bulan belakangan permintaan darah itu menurun,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok darah selama bulan Ramadan, UTD PMI Banyuwangi melakukan kegiatan jemput bola dengan cara membuka tempat donor darah di sejumlah titik keramaian seperti di Taman Blambangan dan Taman Sritanjung.

Selain itu UTD PMI Banyuwangi bekerja sama dengan sejumlah tempat ibadah, Perguruan Tinggi, dan instansi-instansi lainnya. Bus layanan donor darah akan dikirim ke tempat-tempat tersebut. “Biasanya pertengahan puasa permintaan darah meningkat. Karena sekarang sepi, jadi kita memakai sistem jemput bola dengan mengirim bus-bus layanan donor darah keramaian. Hal ini untuk antisipasi kekurangan stok darah nantinya,” jelas Beni.

Layanan donor darah tetap dibuka mulai pagi hari hingga malam hari. Tapi bus layanan donor akan di buka mulai sore hari hingga malam hari. Jadwal dibuat sedemikian rupa dengan mempertimbangkan calon pendonor.

“Kalau di gedungnya sendiri buka seperti biasa, tapi kalau bus-nya mulai sore sampai malam. Karena orang-orang yang berpuasa bisa donor beberapa jam sebelum buka dan setelah tarawih,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Jumlah pendonor darah pada bulan Ramadan berkurang, tapi persediaan darah masih cukup untuk memenuhi permintaan. Puasa menjadi salah satu alasan warga takut mendonorkan darahnya.

Humas Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi Beni mengatakan, selama puasa rata-rata jumlah pendonor darah tiap hari sebanyak 50 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibanding hari-hari biasanya.

“Selama Ramadan, rata-rata jumlah pendonor perharinya 50 orang. Ini lebih sedikit dibanding biasanya lebih dari 50, satu halaman ini bisa penuh nama-namanya,” kata Beni.

Beni mengungkapkan, selama bulan puasa stok darah memang berkurang, tapi masih cukup untuk memenuhi permintaan darah. Ini karane pada tiga bulan terakhir permintaan berkurang. “Stok darah masih aman. Karena memang dalam tiga bulan belakangan permintaan darah itu menurun,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan stok darah selama bulan Ramadan, UTD PMI Banyuwangi melakukan kegiatan jemput bola dengan cara membuka tempat donor darah di sejumlah titik keramaian seperti di Taman Blambangan dan Taman Sritanjung.

Selain itu UTD PMI Banyuwangi bekerja sama dengan sejumlah tempat ibadah, Perguruan Tinggi, dan instansi-instansi lainnya. Bus layanan donor darah akan dikirim ke tempat-tempat tersebut. “Biasanya pertengahan puasa permintaan darah meningkat. Karena sekarang sepi, jadi kita memakai sistem jemput bola dengan mengirim bus-bus layanan donor darah keramaian. Hal ini untuk antisipasi kekurangan stok darah nantinya,” jelas Beni.

Layanan donor darah tetap dibuka mulai pagi hari hingga malam hari. Tapi bus layanan donor akan di buka mulai sore hari hingga malam hari. Jadwal dibuat sedemikian rupa dengan mempertimbangkan calon pendonor.

“Kalau di gedungnya sendiri buka seperti biasa, tapi kalau bus-nya mulai sore sampai malam. Karena orang-orang yang berpuasa bisa donor beberapa jam sebelum buka dan setelah tarawih,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Pesantren

450 Penari Gandrung Diseleksi

Air Menggenang Belum Surut

Artikel Terbaru

/