alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Mobil dan Motor Hangus, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta

JawaPos.com – Warga yang berada di kawasan Taman Sritanjung dan sekitarnya mendadak heboh pagi kemarin (21/5). Kobaran api terlihat dari kompleks rumah kos yang berlokasi di Jalan Sritanjung, RT 3, RW 1, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi.

Saking besarnya, kobaran si jago merah membuat langit yang awalnya tampak gelap mendadak berubah kemerahan. Para penghuni kos pun semburat. Bahkan, lantaran kobaran api terjadi di dekat gerbang masuk kompleks kos-kosan yang terdiri dari 22 rumah tersebut, beberapa orang di antaranya memilih menyelamatkan diri dengan cara melompat pagar belakang sisi timur.

Selain para penghuni kos-kosan, warga sekitar pun ikut membantu proses evakuasi. Warga membantu M. Semi, tunanetra penghuni kos melompat pagar sisi timur.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja, kerugian materi dari kebakaran di kompleks rumah kos yang berjarak hanya sekitar 50 meter dari rumah dinas bupati, yakni Pendapa Sabha Swagata Blambangan, itu ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, api kali pertama diketahui Sugiono, penghuni rumah kos yang terbakar sekitar pukul 05.15. Saat itu, api sudah membubung tinggi dari bagian atap rumah semi permanen tersebut.

Sugiono langsung berusaha menyelamatkan dua anak dan satu keponakannya yang kala itu masih tertidur. Di saat bersamaan, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Banyuwangi. Tak lama kemudian tiga unit mobil damkar dan polisi datang ke lokasi kejadian.

Kobaran api lantas menjalar ke tiga los gudang yang berimpitan dengan rumah kos yang ditinggali Sugiono bersama istri, anak, dan keponakannya tersebut. Oleh beberapa penyewa, gudang itu dimanfaatkan untuk garasi kendaraan. Tak pelak, satu unit mobil merek Honda Mobilio tahun 2016, satu unit sepeda motor merek Happy, serta lima sepeda pancal hangus terbakar.

Sementara itu, petugas damkar bahu membahu bersama warga sekitar berupaya memadamkan api. Hasilnya, sekitar 15 menit kemudian api berhasil dipadamkan.

Pengelola rumah kos, Slamet mengatakan, api berasal dari rumah kos yang berada di bagian timur ujung selatan kompleks rumah kos tersebut. ”Api cepat sekali membesar. Mungkin karena bagian atas rumah tersebut terbuat dari gedek (anyaman bambu, Red),” ujarnya.

Untung, salah satu penyewa garasi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Sebab, kata pria yang juga mantan pengelola rumah kos tersebut, aliran listrik di tempat itu sering bermasalah. ”Mungkin karena korsleting listrik,” duga pria yang lima sepeda gayung dan gerobak sate miliknya ikut hangus terbakar tersebut.

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki membenarkan kebakaran yang terjadi di kompleks rumah kos tersebut. Dikatakan, kejadian itu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 200 juta. ”Korban jiwa nihil,” ujarnya.

Untuk saat ini, Kapolsek belum bisa memastikan penyebab kebakaran. ”Penyebab kebakaran dalam proses lidik (penyelidikan, Red),” pungkasnya.

JawaPos.com – Warga yang berada di kawasan Taman Sritanjung dan sekitarnya mendadak heboh pagi kemarin (21/5). Kobaran api terlihat dari kompleks rumah kos yang berlokasi di Jalan Sritanjung, RT 3, RW 1, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi.

Saking besarnya, kobaran si jago merah membuat langit yang awalnya tampak gelap mendadak berubah kemerahan. Para penghuni kos pun semburat. Bahkan, lantaran kobaran api terjadi di dekat gerbang masuk kompleks kos-kosan yang terdiri dari 22 rumah tersebut, beberapa orang di antaranya memilih menyelamatkan diri dengan cara melompat pagar belakang sisi timur.

Selain para penghuni kos-kosan, warga sekitar pun ikut membantu proses evakuasi. Warga membantu M. Semi, tunanetra penghuni kos melompat pagar sisi timur.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja, kerugian materi dari kebakaran di kompleks rumah kos yang berjarak hanya sekitar 50 meter dari rumah dinas bupati, yakni Pendapa Sabha Swagata Blambangan, itu ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, api kali pertama diketahui Sugiono, penghuni rumah kos yang terbakar sekitar pukul 05.15. Saat itu, api sudah membubung tinggi dari bagian atap rumah semi permanen tersebut.

Sugiono langsung berusaha menyelamatkan dua anak dan satu keponakannya yang kala itu masih tertidur. Di saat bersamaan, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran dan Polsek Banyuwangi. Tak lama kemudian tiga unit mobil damkar dan polisi datang ke lokasi kejadian.

Kobaran api lantas menjalar ke tiga los gudang yang berimpitan dengan rumah kos yang ditinggali Sugiono bersama istri, anak, dan keponakannya tersebut. Oleh beberapa penyewa, gudang itu dimanfaatkan untuk garasi kendaraan. Tak pelak, satu unit mobil merek Honda Mobilio tahun 2016, satu unit sepeda motor merek Happy, serta lima sepeda pancal hangus terbakar.

Sementara itu, petugas damkar bahu membahu bersama warga sekitar berupaya memadamkan api. Hasilnya, sekitar 15 menit kemudian api berhasil dipadamkan.

Pengelola rumah kos, Slamet mengatakan, api berasal dari rumah kos yang berada di bagian timur ujung selatan kompleks rumah kos tersebut. ”Api cepat sekali membesar. Mungkin karena bagian atas rumah tersebut terbuat dari gedek (anyaman bambu, Red),” ujarnya.

Untung, salah satu penyewa garasi menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Sebab, kata pria yang juga mantan pengelola rumah kos tersebut, aliran listrik di tempat itu sering bermasalah. ”Mungkin karena korsleting listrik,” duga pria yang lima sepeda gayung dan gerobak sate miliknya ikut hangus terbakar tersebut.

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki membenarkan kebakaran yang terjadi di kompleks rumah kos tersebut. Dikatakan, kejadian itu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 200 juta. ”Korban jiwa nihil,” ujarnya.

Untuk saat ini, Kapolsek belum bisa memastikan penyebab kebakaran. ”Penyebab kebakaran dalam proses lidik (penyelidikan, Red),” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/