alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Hujan Dua Jam, Jembatan Alasbuluh Terendam

WONGSOREJO   Jalan  di atas jembatan Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Kamis (20/1) kembali terendam air. Hujan lebat yang turun selama dua jam di Desa Alasbuluh mengakibatkan air sungai meluap hingga menutup hampir seluruh akses jembatan.

Kendaraan tak berani melalui jalanan di atas jembatan. Genangan air yang memenuhi jalan membuat pengemudi tak bisa melihat batas jembatan. Air baru surut mendekati mahgrib. Begitu surut, pelan-pelan kendaraan mulai melintas.

Kendaraan tanki milik BPBD Banyuwangi tak lama kemudian datang untuk menyingkirkan  lumpur yang menutup permukaan jembatan. Petugas Polsek Wongsorejo turun di jalan untuk mengatur arus lalu lintas. Polisi menerapkan sistem buka-tutup kendaraan agar tidak memicu kemacetan selama petugas BPBD melakukan penyemprotan.

Hingga pukul 19.40 tadi malam, petugas BPBD masih melakukan penyemprotan di lokasi tersebut. “Kita berlakukan sostem buka-tutup supaya proses penyemprotan tidak terganggu. Arus kendaraan sebenarnya normal. Berhubung satu sisi yang berjalan, kendaraan harus mengantre,” kata Kapolsek Wongsorejo, AKP Sudarso.

Dia menambahkan, banjir terjadi karena debit air sungai terlalu tinggi. Rongga jembatan tidak sepenuhnya mampu mengalirkan air. Air pun meluap ke jalanan. Padahal jembatan tersebut masih dalam tahap perbaikan temporer dan belum sepenuhnya tuntas.  “Kita harap tidak ada kerusakan karena bangunannya masih temporer. Ini masih menunggu tender di Kementerian PUPR  untuk dikerjakan secara permanen,” kata Sudarso.

WONGSOREJO   Jalan  di atas jembatan Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Kamis (20/1) kembali terendam air. Hujan lebat yang turun selama dua jam di Desa Alasbuluh mengakibatkan air sungai meluap hingga menutup hampir seluruh akses jembatan.

Kendaraan tak berani melalui jalanan di atas jembatan. Genangan air yang memenuhi jalan membuat pengemudi tak bisa melihat batas jembatan. Air baru surut mendekati mahgrib. Begitu surut, pelan-pelan kendaraan mulai melintas.

Kendaraan tanki milik BPBD Banyuwangi tak lama kemudian datang untuk menyingkirkan  lumpur yang menutup permukaan jembatan. Petugas Polsek Wongsorejo turun di jalan untuk mengatur arus lalu lintas. Polisi menerapkan sistem buka-tutup kendaraan agar tidak memicu kemacetan selama petugas BPBD melakukan penyemprotan.

Hingga pukul 19.40 tadi malam, petugas BPBD masih melakukan penyemprotan di lokasi tersebut. “Kita berlakukan sostem buka-tutup supaya proses penyemprotan tidak terganggu. Arus kendaraan sebenarnya normal. Berhubung satu sisi yang berjalan, kendaraan harus mengantre,” kata Kapolsek Wongsorejo, AKP Sudarso.

Dia menambahkan, banjir terjadi karena debit air sungai terlalu tinggi. Rongga jembatan tidak sepenuhnya mampu mengalirkan air. Air pun meluap ke jalanan. Padahal jembatan tersebut masih dalam tahap perbaikan temporer dan belum sepenuhnya tuntas.  “Kita harap tidak ada kerusakan karena bangunannya masih temporer. Ini masih menunggu tender di Kementerian PUPR  untuk dikerjakan secara permanen,” kata Sudarso.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/