alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Yunus Berulah, Banser Siap Melawan

BANYUWANGI – Insiden pelemparan botol yang dilakukan oleh terdakwa M. Yunus Wahyudi kepada Wakil Ketua PCNU Nanang Nur Achmadi menuai reaksi dari badan otonom (banom) dan warga nahdliyin. Satuan Koordinator Cabang Banser Banyuwangi Mashud mengatakan, aksi pelemparan botol yang dilakukan oleh Yunus kepada pengurus NU adalah tindakan brutal dan mengarah pada tindakan anarkis.

Yang membuat Banser geram, aksi pelemparan botol tersebut dilakukan dalam kondisi kedua tangan terdakwa terborgol dan dikawal petugas keamanan. Mashud sangat mengecam tindakan tersebut. ”Kedua tangannya diborgol saja masih bisa melempar botol, bagaimana jika tidak diborgol,” ujarnya.

Dia meminta aparat kepolisian memberikan pengamanan ekstra dalam persidangan tersebut. Pasalnya, dalam persidangan tersebut, terdakwa kerap memberikan pernyataan di luar substansi pokok perkara dengan nada tinggi hingga akhirnya persidangan diskors oleh majelis hakim. ”Ini bukti jika terdakwa Yunus ini sering bikin ulah dan onar,” tegas Mashud.

Dalam persidangan berikutnya, Banser berjanji akan mengerahkan pasukan untuk ikut melakukan pengamanan dalam sidang kasus pencemaran nama baik terhadap kiai-kiai NU tersebut. ”Kami Banser NU benteng NU dan ulama. Jika ada kiai dan ulama dilecehkan, kami akan bersikap,” jelasnya.

Menurut Mashud, saat persidangan Rabu lalu (17/1) Banser sebetulnya juga telah melakukan pengamanan. Hanya saja, sebelum sidang tersebut dia tidak menduga jika akan terjadi aksi pelemparan botol. Anggota Banser hanya terfokus di dalam ruang sidang. ”Kami tidak menyangka jika Yunus akan berbuat seperti itu,” imbuhnya.

Kecaman juga datang dari pengurus MWC NU Rogojampi. Sekretaris MWCNU Rogojampi Heri Dwi Setiawan mengaku, sejak munculnya kasus pelecehan terhadap kiai NU, warga nahdliyin khususnya di Rogojampi sudah resah dengan pernyataan Yunus.

Hanya saja, karena sudah dilaporkan kepada aparat kepolisian, warga NU menghormati proses hukum. Namun, dengan adanya aksi pelemparan botol, malah memicu masalah baru. ”Kami warga NU diam karena menghormati proses hukum. Jangan diam kami ini dianggap tidak ada keresahan,” tegas  Heri.

Warga NU di Rogojampi akan bersikap tegas  atas persoalan tersebut. Sejak ada pemberitaan di koran bahwa wakil ketua PCNU yang juga Ketua MWCNU Rogojampi dilempar botol, dia banyak menerima telepon dari pengurus ranting dan warga NU di Rogojampi. Mereka mengaku siap bergerak dan turun jalan. ”Warga NU masih menunggu instruksi. Tindakan Yunus tidak bisa terus dibiarkan. Selama ini, sudah sangat meresahkan warga NU,” tandas Heri.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang ITE dengan terdakwa M. Yunus Wahyudi berlangsung menegangkan. Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi H Nanang Nur Achmadi sempat dilempar botol air mineral oleh Yunus saat menuju ruang persidangan, Rabu lalu (17/1).

Peristiwa pelemparan botol air mineral ukuran 600 mililiter itu terjadi saat Yunus digiring dari sel tahanan PN Banyuwangi menuju ruang sidang Garuda. Dengan dikawal petugas kejaksaan dan pengamanan dari aparat kepolisian, Yunus keluar dan berjalan dengan rompi tahanan berwarna merah.

Dengan kondisi kedua tangan terborgol, Yunus memegang sebuah botol air mineral yang telah diminum sebelumnya. Saat berpapasan dengan Nanang yang juga hendak menuju ruang sidang, Yunus mulai berulah. Sesampainya di depan ruang tunggu jaksa, Yunus mendadak melemparkan botol yang dipegangnya ke arah Nanang.

Beruntung, botol berisi air mineral tersebut mengenai paha sebelah kanan Nanang yang sedang berjalan. Kontan, air mineral yang dilempar tumpah dan membasahi celana yang dikenakan Nanang.

Mendapat perlakuan itu, Nanang sempat akan membalasnya. Namun, upaya pembalasan berhasil diredam oleh jaksa yang sama-sama menuju ruang sidang.

BANYUWANGI – Insiden pelemparan botol yang dilakukan oleh terdakwa M. Yunus Wahyudi kepada Wakil Ketua PCNU Nanang Nur Achmadi menuai reaksi dari badan otonom (banom) dan warga nahdliyin. Satuan Koordinator Cabang Banser Banyuwangi Mashud mengatakan, aksi pelemparan botol yang dilakukan oleh Yunus kepada pengurus NU adalah tindakan brutal dan mengarah pada tindakan anarkis.

Yang membuat Banser geram, aksi pelemparan botol tersebut dilakukan dalam kondisi kedua tangan terdakwa terborgol dan dikawal petugas keamanan. Mashud sangat mengecam tindakan tersebut. ”Kedua tangannya diborgol saja masih bisa melempar botol, bagaimana jika tidak diborgol,” ujarnya.

Dia meminta aparat kepolisian memberikan pengamanan ekstra dalam persidangan tersebut. Pasalnya, dalam persidangan tersebut, terdakwa kerap memberikan pernyataan di luar substansi pokok perkara dengan nada tinggi hingga akhirnya persidangan diskors oleh majelis hakim. ”Ini bukti jika terdakwa Yunus ini sering bikin ulah dan onar,” tegas Mashud.

Dalam persidangan berikutnya, Banser berjanji akan mengerahkan pasukan untuk ikut melakukan pengamanan dalam sidang kasus pencemaran nama baik terhadap kiai-kiai NU tersebut. ”Kami Banser NU benteng NU dan ulama. Jika ada kiai dan ulama dilecehkan, kami akan bersikap,” jelasnya.

Menurut Mashud, saat persidangan Rabu lalu (17/1) Banser sebetulnya juga telah melakukan pengamanan. Hanya saja, sebelum sidang tersebut dia tidak menduga jika akan terjadi aksi pelemparan botol. Anggota Banser hanya terfokus di dalam ruang sidang. ”Kami tidak menyangka jika Yunus akan berbuat seperti itu,” imbuhnya.

Kecaman juga datang dari pengurus MWC NU Rogojampi. Sekretaris MWCNU Rogojampi Heri Dwi Setiawan mengaku, sejak munculnya kasus pelecehan terhadap kiai NU, warga nahdliyin khususnya di Rogojampi sudah resah dengan pernyataan Yunus.

Hanya saja, karena sudah dilaporkan kepada aparat kepolisian, warga NU menghormati proses hukum. Namun, dengan adanya aksi pelemparan botol, malah memicu masalah baru. ”Kami warga NU diam karena menghormati proses hukum. Jangan diam kami ini dianggap tidak ada keresahan,” tegas  Heri.

Warga NU di Rogojampi akan bersikap tegas  atas persoalan tersebut. Sejak ada pemberitaan di koran bahwa wakil ketua PCNU yang juga Ketua MWCNU Rogojampi dilempar botol, dia banyak menerima telepon dari pengurus ranting dan warga NU di Rogojampi. Mereka mengaku siap bergerak dan turun jalan. ”Warga NU masih menunggu instruksi. Tindakan Yunus tidak bisa terus dibiarkan. Selama ini, sudah sangat meresahkan warga NU,” tandas Heri.

Seperti diberitakan sebelumnya, sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang ITE dengan terdakwa M. Yunus Wahyudi berlangsung menegangkan. Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi H Nanang Nur Achmadi sempat dilempar botol air mineral oleh Yunus saat menuju ruang persidangan, Rabu lalu (17/1).

Peristiwa pelemparan botol air mineral ukuran 600 mililiter itu terjadi saat Yunus digiring dari sel tahanan PN Banyuwangi menuju ruang sidang Garuda. Dengan dikawal petugas kejaksaan dan pengamanan dari aparat kepolisian, Yunus keluar dan berjalan dengan rompi tahanan berwarna merah.

Dengan kondisi kedua tangan terborgol, Yunus memegang sebuah botol air mineral yang telah diminum sebelumnya. Saat berpapasan dengan Nanang yang juga hendak menuju ruang sidang, Yunus mulai berulah. Sesampainya di depan ruang tunggu jaksa, Yunus mendadak melemparkan botol yang dipegangnya ke arah Nanang.

Beruntung, botol berisi air mineral tersebut mengenai paha sebelah kanan Nanang yang sedang berjalan. Kontan, air mineral yang dilempar tumpah dan membasahi celana yang dikenakan Nanang.

Mendapat perlakuan itu, Nanang sempat akan membalasnya. Namun, upaya pembalasan berhasil diredam oleh jaksa yang sama-sama menuju ruang sidang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/