Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Ancak Maulid Nabi Penuhi Kamar Hunian Napi

21 Oktober 2021, 10: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Ancak Maulid Nabi Penuhi Kamar Hunian Napi

DIPERIKSA: Petugas keamanan Lapas Banyuwangi memeriksa barang-barang titipan pengunjung sebelum diserahkan kepada napi kemarin (19/10). (Bagus Rio Rahman/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Ratusan ancak berisi telur hias dan makanan memenuhi kamar hunian narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kemarin (19/10). Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H dimanfaatkan para keluarga napi untuk mengirim makanan, sebelum layanan penitipan makanan ditutup pada hari ini (20/10) dan besok (21/10).

Keluarga para napi mengirim aneka masakan rumahan untuk mereka yang masih menjalani masa hukuman. Agar para napi tetap bisa menikmati hidangan ala rumahan dan sedikit mengobati kerinduan mereka pada keluarga di rumah. ”Agar suami saya bisa merasakan masakan saya dalam momen Maulid Nabi, jadi saya kirimkan masakan dengan kemasan ancak,” ujar Eni, 40, warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.

Eni mengatakan, melalui masakan yang dikirimkannya tersebut, dia ingin memberikan semangat kepada suaminya. Eni juga selalu menyempatkan untuk mengirim masakan di setiap momen-momen tertentu. ”Kena kasus narkoba. Semoga saja, setelah keluar dari Lapas Banyuwangi bisa berubah menjadi lebih baik,” harapnya.

Baca juga: Antisipasi Kelangkaan BBM, Polisi Pantau SPBU

Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto mengatakan, dalam momen Maulid Nabi ini pihaknya akan meliburkan layanan penitipan barang selama dua hari. Karena itu sebelum layanan diliburkan, banyak masyarakat yang memanfaatkan hari ini untuk menitipkan makanan kepada para napi. ”Hari ini banyak yang menitipkan barang, berupa makanan, telur hias khas hari Maulid Nabi Muhammad,” katanya.

Meski layanan penitipan barang ramai, Wahyu menegaskan bahwa setiap barang yang hendak masuk ke dalam kamar hunian napi tetap diperiksa petugas. Sebab, tidak sembarang barang bisa dibawa masuk ke dalam kamar hunian. ”Kita tidak masalah jika dikemas menggunakan ancak, yang penting tetap diperiksa untuk mengantisipasi adanya barang terlarang yang disembunyikan,” terangnya.

Wahyu menyebut, pihaknya tetap memberikan toleransi dengan banyaknya kiriman ancak kepada para napi itu. Dengan pertimbangan agar para napi dapat ikut merasakan momen peringatan Maulid Nabi. Meskipun pada Kamis (21/10) mendatang, Lapas Banyuwangi juga akan menyelenggarakan perayaan Maulid Nabi bersama para napi. ”Kita bisa memahami keluarga napi, mereka ingin memberikan makanan rumahan untuk keluarganya yang masih menjalani hukuman,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan, pihaknya telah mengimbau kepada para napi untuk tetap menjaga kebersihan. Ancak yang sudah habis, harus dibuang ditempatnya, jangan sampai berserakan di dalam kamar. ”Yang terpenting kita tetap ingin mereka menjaga kebersihan kamar huniannya masing-masing,” pungkasnya. 

(bw/rio/ics/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia