alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Dalami Motif Pembunuhan Wongsorejo, Penyidik Libatkan Psikolog

JawaPos.com – Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi masih terus mendalami motif pembunuhan sadis di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo dengan tersangka Nur Arifin, 53. Untuk menguak motif pembunuhan tersebut, penyidik juga melibatkan psikolog.

Di hadapan penyidik, Nur Arifin mengaku hanya terlibat cekcok dengan Ivan Dani, 23, korban pembunuhan. ”Pelaku mengaku emosi saat melakukan perbuatan pidana tersebut,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin.

Orang nomor satu di Mapolresta Banyuwangi ini menegaskan, penyidik telah melakukan pemeriksaan maraton kepada pelaku. Namun, belum ditemukan motif pasti dari kejadian pembunuhan tersebut. Apakah ada motif dendam atau unsur perencanaan, masih belum diketahui pasti.

Untuk mengungkap motif kejadian pembunuhan tersebut, penyidik melibatkan psikolog untuk saksi ahli. Selain psikolog, penyidik memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Apalagi selama ini, pelaku dan korban juga hidup bertetangga. Kabar di lapangan menyebutkan antara korban dan pelaku ini saling tidak bertegur sapa meski hidup bertetangga.

Ivan Dani, seorang pemuda asal Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo tewas mengenaskan, Minggu malam lalu (18/10). Ivan meregang nyawa setelah ditikam tetangganya dengan 11 luka tusukan. Pelakunya adalah M. Nur Arifin, 53.

Insiden penusukan berlangsung di salah satu jalan Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo pukul 21.00. Usai menghabisi nyawa tetangganya, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Wongsorejo. 

Insiden penusukan berawal ketika Nur Arifin  bersama rekannya, Bashori, hendak berangkat memancing. Di tengah jalan, tiba-tiba muncul Ivan. Pria tersebut langsung menghadang langkah Arifin dan Bashori. Sempat terjadi perang mulut antara Ivan dan Arifin. Keduanya sempat dilerai oleh Bashori.

Meski ketegangan sempat mereda, Ivan kembali menghampiri Arifin. Pemuda berusia 23 tahun itu sempat memegang kepala Arifin dan menendang sepeda motornya. Merasa diperlakukan dengan kasar, Arifin muntab juga.

Dia mencabut pisau belati yang dibawanya, lalu menusuk Ivan berulang kali. Darah segar mengalir dari tubuh Ivan hingga dia pun tumbang. Korban dengan 11 luka tusuk di bagian perut, dada, dan paha sempat dibawa ke Puskesmas Wongsorejo. Sayangnya nyawa Ivan tidak tertolong. Usai kejadian, Arifin menyerahkan diri ke Polsek Wongsorejo.

JawaPos.com – Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi masih terus mendalami motif pembunuhan sadis di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo dengan tersangka Nur Arifin, 53. Untuk menguak motif pembunuhan tersebut, penyidik juga melibatkan psikolog.

Di hadapan penyidik, Nur Arifin mengaku hanya terlibat cekcok dengan Ivan Dani, 23, korban pembunuhan. ”Pelaku mengaku emosi saat melakukan perbuatan pidana tersebut,” ungkap Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin.

Orang nomor satu di Mapolresta Banyuwangi ini menegaskan, penyidik telah melakukan pemeriksaan maraton kepada pelaku. Namun, belum ditemukan motif pasti dari kejadian pembunuhan tersebut. Apakah ada motif dendam atau unsur perencanaan, masih belum diketahui pasti.

Untuk mengungkap motif kejadian pembunuhan tersebut, penyidik melibatkan psikolog untuk saksi ahli. Selain psikolog, penyidik memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Apalagi selama ini, pelaku dan korban juga hidup bertetangga. Kabar di lapangan menyebutkan antara korban dan pelaku ini saling tidak bertegur sapa meski hidup bertetangga.

Ivan Dani, seorang pemuda asal Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo tewas mengenaskan, Minggu malam lalu (18/10). Ivan meregang nyawa setelah ditikam tetangganya dengan 11 luka tusukan. Pelakunya adalah M. Nur Arifin, 53.

Insiden penusukan berlangsung di salah satu jalan Dusun Alasmalang, Desa Alasrejo pukul 21.00. Usai menghabisi nyawa tetangganya, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Wongsorejo. 

Insiden penusukan berawal ketika Nur Arifin  bersama rekannya, Bashori, hendak berangkat memancing. Di tengah jalan, tiba-tiba muncul Ivan. Pria tersebut langsung menghadang langkah Arifin dan Bashori. Sempat terjadi perang mulut antara Ivan dan Arifin. Keduanya sempat dilerai oleh Bashori.

Meski ketegangan sempat mereda, Ivan kembali menghampiri Arifin. Pemuda berusia 23 tahun itu sempat memegang kepala Arifin dan menendang sepeda motornya. Merasa diperlakukan dengan kasar, Arifin muntab juga.

Dia mencabut pisau belati yang dibawanya, lalu menusuk Ivan berulang kali. Darah segar mengalir dari tubuh Ivan hingga dia pun tumbang. Korban dengan 11 luka tusuk di bagian perut, dada, dan paha sempat dibawa ke Puskesmas Wongsorejo. Sayangnya nyawa Ivan tidak tertolong. Usai kejadian, Arifin menyerahkan diri ke Polsek Wongsorejo.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/