alexametrics
32.1 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Semoga Berhasil! Mbak-Mas Calon ASN Ujian Paling Menentukan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rekrutmen calon aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Banyuwangi memasuki tahap paling menentukan. Seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi ribuan pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) non guru yang telah lolos seleksi administrasi bakal digeber mulai hari ini (20/9) hingga 29 September mendatang.

          Jadwal SKD tersebut telah diumumkan secara resmi  Panitia Seleksi (Pansel) Instansi Pegawai ASN Pemkab Banyuwangi. SKD bagi pelamar formasi CPNS dijadwalkan digeber selama delapan hari, yakni sejak hari ini (20/9) sampai 27 September. Sedangkan SKD bagi pelamar formasi PPPK non guru dijadwalkan berlangsung 28 sampai 29 September.

          Ketua Pansel Instansi Pegawai ASN Pemkab Banyuwangi Mujiono mengatakan, SKD bakal digeber dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). “Pelaksanaan SKD bertempat di ruang CAT kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi,” ujarnya.

          Sementara itu, sesuai surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 tanggal 21 Agustus 2021, pada pelaksanaan seleksi calon ASN, peserta wajib mengikuti protokol kesehatan, antara lain, melakukan swab test PCR kurun waktu maksimal 2 kali 24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1 kali 24 jam dengan hasil negatif/non reaktif. Selain itu, peserta SKD juga wajib menggunakan masker tiga lapis (3 ply) dan ditambah masker kain di bagian luar alias menggunakan double masker.

          Sementara itu, Mujiono menjelaskan, peserta SKD wajib hadir di tempat pelaksanaan ujian 90 menit sebelum jadwal ujian untuk melakukan registrasi peserta dan pengesahan kartu ujian. “Peserta yang lama dari jadwal yang ditentukan, tidak diperkenankan pindah sesi ujian dan memasuki ruang ujian yang secara otomatis dinyatakan tidak lulus,” kata dia.

Baca Juga :  Sarden Masih Beredar di Swalayan

          Sekadar diketahui, SKD CPNS pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu bakal digeber dalam tiga sesi per hari. Pelaksanaan SKD sesi pertama mulai pukul 08.00 sampai 09.40. Sedangkan registrasi peserta, penitipan barang, body checking, dan lain-lain dilakukan mulai pukul 06.30.

          Sementara itu, sesi kedua digelar mulai pukul 11.00 sampai 12.40 dan sesi ketiga digelar mulai pukul 14.00 sampai 15.40. Sama halnya dengan sesi pertama, registrasi peserta, penitipan barang, body checking, dan lain-lain dilakukan 90 menit sebelum ujian dimulai.

          Khusus pelaksanaan SKD CPN pada Jumat, ujian “hanya” digeber dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 08.00 sampai 09.40 dan sesi kedua mulai pukul 15.00 sampai 16.40. Sedangkan SKD PPPK non guru pada Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu dijadwalkan digeber tiga sesi per hari. Sesi pertama mulai pukul 07.40 sampai 09.50, sesi kedua mulai pukul 11.40 sampai 13.50, dan sesi ketiga mulai 15.40 sampai 17.50. Sedangkan khusus hari Jumat, ujian digeber dua sesi, yakni pukul 07.40 sampai 09.50 untuk sesi pertama dan pukul 14.40 sampai 16.50 untuk sesi kedua.

          Bedanya dengan SKD CPNS, registrasi dan pemberian PIN peserta, penitipan barang, body checking, peserta masuk ruang tunggu steril, dan perpindahan peserta dari ruang steril ke ruang ujian dijadwalkan berlangsung selama 70 menit. Untuk sesi satu misalnya, sebelum ujian digeber pukul 07.40, registrasi, body checking, dan lain-lain bakal dilakukan mulai pukul 06.30.

Baca Juga :  Merumput Sambil Bersihkan Makam

          Sekadar mengingatkan, menyusul ketentuan peserta SKD wajib melakukan swab test PCR atau rapid test antigen, Pemkab Banyuwangi memfasilitasi swab antigen gratis bagi calon peserta SKD calon PNS yang melamar pada formasi instansi pemerintah kabupaten The Sunrise of Java. Para calon peserta ujian bisa melakukan swab test antigen secara cuma-cuma di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat di Bumi Blambangan.

          Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, fasilitas swab antigen gratis tersebut diberikan untuk memudahkan para pelamar seleksi calon ASN, khususnya mereka yang lolos seleksi administrasi dan akan melaju ke babak seleksi selanjutnya. Dengan fasilitas tersebut, para calon peserta ujian tidak perlu mengeluarkan biaya untuk dapat mengikuti ujian. “Ini juga bagian dari komitmen kami untuk melaksanakan seleksi calon ASN transparan, akuntabel, dan bebas biaya,” ujarnya.

          Ipuk menambahkan, tidak hanya bagi peserta yang akan menjalani ujian SKD di Banyuwangi, peserta asal Banyuwangi yang mengikuti ujian di luar Banyuwangi juga bisa memanfaatkan swab antigen gratis ini. “Misalnya warga Banyuwangi ikut ujian di luar kota, bisa swab gratis di Puskesmas Banyuwangi. Namun, waktunya juga harus diperhitungkan karena ada ketentuan masa berlakunya,” pungkasnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rekrutmen calon aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Banyuwangi memasuki tahap paling menentukan. Seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi ribuan pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) non guru yang telah lolos seleksi administrasi bakal digeber mulai hari ini (20/9) hingga 29 September mendatang.

          Jadwal SKD tersebut telah diumumkan secara resmi  Panitia Seleksi (Pansel) Instansi Pegawai ASN Pemkab Banyuwangi. SKD bagi pelamar formasi CPNS dijadwalkan digeber selama delapan hari, yakni sejak hari ini (20/9) sampai 27 September. Sedangkan SKD bagi pelamar formasi PPPK non guru dijadwalkan berlangsung 28 sampai 29 September.

          Ketua Pansel Instansi Pegawai ASN Pemkab Banyuwangi Mujiono mengatakan, SKD bakal digeber dengan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). “Pelaksanaan SKD bertempat di ruang CAT kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi,” ujarnya.

          Sementara itu, sesuai surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 tanggal 21 Agustus 2021, pada pelaksanaan seleksi calon ASN, peserta wajib mengikuti protokol kesehatan, antara lain, melakukan swab test PCR kurun waktu maksimal 2 kali 24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1 kali 24 jam dengan hasil negatif/non reaktif. Selain itu, peserta SKD juga wajib menggunakan masker tiga lapis (3 ply) dan ditambah masker kain di bagian luar alias menggunakan double masker.

          Sementara itu, Mujiono menjelaskan, peserta SKD wajib hadir di tempat pelaksanaan ujian 90 menit sebelum jadwal ujian untuk melakukan registrasi peserta dan pengesahan kartu ujian. “Peserta yang lama dari jadwal yang ditentukan, tidak diperkenankan pindah sesi ujian dan memasuki ruang ujian yang secara otomatis dinyatakan tidak lulus,” kata dia.

Baca Juga :  Polisi Turun Tangan Selidiki Pemicu Kebakaran Kawah Ijen

          Sekadar diketahui, SKD CPNS pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu bakal digeber dalam tiga sesi per hari. Pelaksanaan SKD sesi pertama mulai pukul 08.00 sampai 09.40. Sedangkan registrasi peserta, penitipan barang, body checking, dan lain-lain dilakukan mulai pukul 06.30.

          Sementara itu, sesi kedua digelar mulai pukul 11.00 sampai 12.40 dan sesi ketiga digelar mulai pukul 14.00 sampai 15.40. Sama halnya dengan sesi pertama, registrasi peserta, penitipan barang, body checking, dan lain-lain dilakukan 90 menit sebelum ujian dimulai.

          Khusus pelaksanaan SKD CPN pada Jumat, ujian “hanya” digeber dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 08.00 sampai 09.40 dan sesi kedua mulai pukul 15.00 sampai 16.40. Sedangkan SKD PPPK non guru pada Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu dijadwalkan digeber tiga sesi per hari. Sesi pertama mulai pukul 07.40 sampai 09.50, sesi kedua mulai pukul 11.40 sampai 13.50, dan sesi ketiga mulai 15.40 sampai 17.50. Sedangkan khusus hari Jumat, ujian digeber dua sesi, yakni pukul 07.40 sampai 09.50 untuk sesi pertama dan pukul 14.40 sampai 16.50 untuk sesi kedua.

          Bedanya dengan SKD CPNS, registrasi dan pemberian PIN peserta, penitipan barang, body checking, peserta masuk ruang tunggu steril, dan perpindahan peserta dari ruang steril ke ruang ujian dijadwalkan berlangsung selama 70 menit. Untuk sesi satu misalnya, sebelum ujian digeber pukul 07.40, registrasi, body checking, dan lain-lain bakal dilakukan mulai pukul 06.30.

Baca Juga :  Layanan SIM Jemput Bola ke Singojuruh

          Sekadar mengingatkan, menyusul ketentuan peserta SKD wajib melakukan swab test PCR atau rapid test antigen, Pemkab Banyuwangi memfasilitasi swab antigen gratis bagi calon peserta SKD calon PNS yang melamar pada formasi instansi pemerintah kabupaten The Sunrise of Java. Para calon peserta ujian bisa melakukan swab test antigen secara cuma-cuma di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat di Bumi Blambangan.

          Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, fasilitas swab antigen gratis tersebut diberikan untuk memudahkan para pelamar seleksi calon ASN, khususnya mereka yang lolos seleksi administrasi dan akan melaju ke babak seleksi selanjutnya. Dengan fasilitas tersebut, para calon peserta ujian tidak perlu mengeluarkan biaya untuk dapat mengikuti ujian. “Ini juga bagian dari komitmen kami untuk melaksanakan seleksi calon ASN transparan, akuntabel, dan bebas biaya,” ujarnya.

          Ipuk menambahkan, tidak hanya bagi peserta yang akan menjalani ujian SKD di Banyuwangi, peserta asal Banyuwangi yang mengikuti ujian di luar Banyuwangi juga bisa memanfaatkan swab antigen gratis ini. “Misalnya warga Banyuwangi ikut ujian di luar kota, bisa swab gratis di Puskesmas Banyuwangi. Namun, waktunya juga harus diperhitungkan karena ada ketentuan masa berlakunya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/