alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Kasus Penyerangan Hakim, Polresta Tunggu Laporan Pengadilan

RadarBanyuwangi.id – Insiden penyerangan yang menimpa Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu yang dilakukan oleh Yunus Wahyudi masih dalam proses penyelidikan Polresta Banyuwangi. Sesaat setelah kejadian, anggota Intelkam dan Reskrim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam olah TKP di ruang sidang Garuda tersebut, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti (BB). ”Kita memang sudah melakukan olah TKP, tetapi tetap menunggu laporan dari pihak pengadilan,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo.

Menurut Mustijat, insiden tesebut memang masuk kategori contempt of court (penghinaan terhadap pengadilan). Meski begitu, aparat kepolisian tetap menunggu adanya laporan korban. ”Tetap harus ada pelapornya, tidak bisa melakukan proses hukum jika memang tidak ada pelapor,” katanya.

Pihaknya sudah mengumpulkan barang bukti berupa rekaman saat penyerangan terjadi. ”Kami juga sudah lakukan rekontruksi, baik sebelum kejadian hingga proses kejadian. Bahkan, ada beberapa barang yang berantakan akibat insiden tersebut,” terangnya.

Humas PN Banyuwangi I Komang Didiek Prayoga membenarkan aparat kepolisian sudah melakukan olah TKP. Meski begitu, pihaknya belum bisa memutuskan untuk melaporkan insiden tersebut ke polisi. ”Memang benar polisi sudah olah TKP. Untuk laporan secara resmi ke Porlesta Banyuwangi kami belum putuskan,” kata Komang.

Pasca kejadian ini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya dan Mahkamah Agung (MA). Menurut Komang, insiden penyerangan ketua majelis hakim tersebut merusak marwah pengadilan. ”Kita sudah jelaskan atas insiden tersebut kepada PT maupun MA. Kami  belum bisa memutuskan langkah apa yang akan diambil,” jelasnya.

Kisruh sidang putusan di Pengadilan Negeri Banyuwangi juga berdampak terhadap kerusakan taman di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Sebagian pot bunga juga pecah kena injak pengunjung sidang. Massa pendukung Yunus terlihat saling dorong dengan aparat kepolisian. Massa juga sempat adu mulut untuk bisa membebaskan Yunus. (rio/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Insiden penyerangan yang menimpa Ketua Majelis Hakim Khamozaro Waruwu yang dilakukan oleh Yunus Wahyudi masih dalam proses penyelidikan Polresta Banyuwangi. Sesaat setelah kejadian, anggota Intelkam dan Reskrim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dalam olah TKP di ruang sidang Garuda tersebut, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti (BB). ”Kita memang sudah melakukan olah TKP, tetapi tetap menunggu laporan dari pihak pengadilan,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo.

Menurut Mustijat, insiden tesebut memang masuk kategori contempt of court (penghinaan terhadap pengadilan). Meski begitu, aparat kepolisian tetap menunggu adanya laporan korban. ”Tetap harus ada pelapornya, tidak bisa melakukan proses hukum jika memang tidak ada pelapor,” katanya.

Pihaknya sudah mengumpulkan barang bukti berupa rekaman saat penyerangan terjadi. ”Kami juga sudah lakukan rekontruksi, baik sebelum kejadian hingga proses kejadian. Bahkan, ada beberapa barang yang berantakan akibat insiden tersebut,” terangnya.

Humas PN Banyuwangi I Komang Didiek Prayoga membenarkan aparat kepolisian sudah melakukan olah TKP. Meski begitu, pihaknya belum bisa memutuskan untuk melaporkan insiden tersebut ke polisi. ”Memang benar polisi sudah olah TKP. Untuk laporan secara resmi ke Porlesta Banyuwangi kami belum putuskan,” kata Komang.

Pasca kejadian ini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya dan Mahkamah Agung (MA). Menurut Komang, insiden penyerangan ketua majelis hakim tersebut merusak marwah pengadilan. ”Kita sudah jelaskan atas insiden tersebut kepada PT maupun MA. Kami  belum bisa memutuskan langkah apa yang akan diambil,” jelasnya.

Kisruh sidang putusan di Pengadilan Negeri Banyuwangi juga berdampak terhadap kerusakan taman di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Sebagian pot bunga juga pecah kena injak pengunjung sidang. Massa pendukung Yunus terlihat saling dorong dengan aparat kepolisian. Massa juga sempat adu mulut untuk bisa membebaskan Yunus. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/