alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Tiga Kelurahan di Banyuwangi Terkena Banjir Rob di Siang Hari

BANYUWANGI – Permukiman yang terendam banjir rob semakin meluas. Sebelumnya, banjir rob terjadi di Kelurahan Kampung Mandar dan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. Kamis (19/5) Kelurahan Lateng ikut terendam air rob yang menggenangi pesisir Banyuwangi sejak empat hari terakhir.

Yanto, 50, warga Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan, mengatakan, biasanya rob terjadi di malam hari. Namun tahun ini, genangan air dari laut itu terjadi di siang hari. ”Tapi karena terjadinya di siang hari, kita bisa bersih-bersih. Kalau malam malah repot. Kalau robnya pada malam hari pasti lebih tinggi,” jelasnya

Warga lainnya, Muntamah, 55, mengatakan, banjir rob terjadi sejak Selasa (17/5) lalu. Awalnya, genangan air yang masuk ke permukiman mencapai ketinggian 70–80 centimeter (cm) atau setinggi lutut orang dewasa. Namun, kemarin genangan mulai surut menjadi sekitar 20–30 cm.

”Banjir rob ini mulai terjadi antara pukul 9 sampai 10 pagi. Biasanya banjir rob berlangsung selama kurang lebih 3–4 jam. Setelah itu sudah sudah surut. Kalau terjadi rob, ya barang-barang ditempatkan di tempat yang tinggi. Itu saja antisipasinya,” ungkap Muntamah.

Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin menyatakan, banjir rob terjadi di sejumlah rukun tetangga (RT yang tersebar di tiga kelurahan di Kecamatan Banyuwangi. ”Catatan kita terjadi di wilayah Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan; Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar; dan Kelurahan Lateng,” jelasnya.

Kusmin menyebut, di Lingkungan Ujung terdapat empat RT yang terdampak banjir rob. Sementara di Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar, terdapat tiga RT yang tergenang. ”Untuk di wilayah Kelurahan Lateng terdapat satu RT yang terdampak banjir rob ini,” kata mantan kapolsek Wongsorejo itu.

Banjir rob yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan adanya fase bulan purnama dan perubahan sirkulasi atmosfer. Prakirawan BMKG Banyuwangi Beny Gumintar mengatakan, dampak dari fenomena sirkulasi atmosfer dan perputaran bumi itu akhirnya berpengaruh kepada ketinggian air pasang.

Beny mengatakan, fase tersebut terjadi pada tanggal 15–21 Mei. Fase tertinggi terjadi pada pukul 8 pagi sampai 11 siang. Naiknya air pasang itu berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah pesisir mulai dari Ketapang hingga Tegaldlimo. ”Pasang tertinggi tercatat hari ini (kemarin) sekitar 120 cm. Terjadi sekitar pukul 11.00. Kemudian untuk besok (hari ini) prediksi kami air pasang akan terjadi dengan ketinggian 110 cm. Dan, baru menyusut pada pukul 6 sore dengan ketinggian 90 cm,” papar Beny.

Secara teori, Beny mengatakan tidak bisa memprediksi titik mana yang akan menerima dampak paling tinggi akibat banjir rob. Hal itu menurutnya tergantung kondisi lokal dari masing-masing wilayah. Ada kemungkinan wilayah tertentu mengalami banjir lebih tinggi akibat angin dan kondisi demografinya. ”Memang biasanya terjadi di malam hari. Tapi kali ini terjadi di siang hari karena bulan purnama. Rob tidak mesti malam hari juga,” jelasnya.

Akibat fenomena itu, BMKG mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di sekitar pesisir agar lebih waspada saat beraktivitas. Mereka diminta mengantisipasi jam-jam terjadinya rob yang sudah diprediksi sebelumnya. ”Rob tidak seperti tsunami. Datangnya perlahan, tapi tetap harus diwaspadai,” imbuhnya.

Beny menyebut, perubahan musim dari penghujan ke kemarau berdampak pada perubahan suhu udara. Saat ini, suhu terasa cukup panas di siang hari dan mendadak dingin di malam hari. ”Meskipun terasa panas, tapi di termometer sebenarnya masih di angka normal, yaitu 31–32 derajat Celsius. Penyebabnya karena ada peralihan musim dari hujan ke kemarau,” tandasnya. (fre/afi/c1)

BANYUWANGI – Permukiman yang terendam banjir rob semakin meluas. Sebelumnya, banjir rob terjadi di Kelurahan Kampung Mandar dan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi. Kamis (19/5) Kelurahan Lateng ikut terendam air rob yang menggenangi pesisir Banyuwangi sejak empat hari terakhir.

Yanto, 50, warga Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan, mengatakan, biasanya rob terjadi di malam hari. Namun tahun ini, genangan air dari laut itu terjadi di siang hari. ”Tapi karena terjadinya di siang hari, kita bisa bersih-bersih. Kalau malam malah repot. Kalau robnya pada malam hari pasti lebih tinggi,” jelasnya

Warga lainnya, Muntamah, 55, mengatakan, banjir rob terjadi sejak Selasa (17/5) lalu. Awalnya, genangan air yang masuk ke permukiman mencapai ketinggian 70–80 centimeter (cm) atau setinggi lutut orang dewasa. Namun, kemarin genangan mulai surut menjadi sekitar 20–30 cm.

”Banjir rob ini mulai terjadi antara pukul 9 sampai 10 pagi. Biasanya banjir rob berlangsung selama kurang lebih 3–4 jam. Setelah itu sudah sudah surut. Kalau terjadi rob, ya barang-barang ditempatkan di tempat yang tinggi. Itu saja antisipasinya,” ungkap Muntamah.

Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin menyatakan, banjir rob terjadi di sejumlah rukun tetangga (RT yang tersebar di tiga kelurahan di Kecamatan Banyuwangi. ”Catatan kita terjadi di wilayah Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan; Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar; dan Kelurahan Lateng,” jelasnya.

Kusmin menyebut, di Lingkungan Ujung terdapat empat RT yang terdampak banjir rob. Sementara di Lingkungan Krajan, Kelurahan Kampung Mandar, terdapat tiga RT yang tergenang. ”Untuk di wilayah Kelurahan Lateng terdapat satu RT yang terdampak banjir rob ini,” kata mantan kapolsek Wongsorejo itu.

Banjir rob yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan adanya fase bulan purnama dan perubahan sirkulasi atmosfer. Prakirawan BMKG Banyuwangi Beny Gumintar mengatakan, dampak dari fenomena sirkulasi atmosfer dan perputaran bumi itu akhirnya berpengaruh kepada ketinggian air pasang.

Beny mengatakan, fase tersebut terjadi pada tanggal 15–21 Mei. Fase tertinggi terjadi pada pukul 8 pagi sampai 11 siang. Naiknya air pasang itu berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah pesisir mulai dari Ketapang hingga Tegaldlimo. ”Pasang tertinggi tercatat hari ini (kemarin) sekitar 120 cm. Terjadi sekitar pukul 11.00. Kemudian untuk besok (hari ini) prediksi kami air pasang akan terjadi dengan ketinggian 110 cm. Dan, baru menyusut pada pukul 6 sore dengan ketinggian 90 cm,” papar Beny.

Secara teori, Beny mengatakan tidak bisa memprediksi titik mana yang akan menerima dampak paling tinggi akibat banjir rob. Hal itu menurutnya tergantung kondisi lokal dari masing-masing wilayah. Ada kemungkinan wilayah tertentu mengalami banjir lebih tinggi akibat angin dan kondisi demografinya. ”Memang biasanya terjadi di malam hari. Tapi kali ini terjadi di siang hari karena bulan purnama. Rob tidak mesti malam hari juga,” jelasnya.

Akibat fenomena itu, BMKG mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di sekitar pesisir agar lebih waspada saat beraktivitas. Mereka diminta mengantisipasi jam-jam terjadinya rob yang sudah diprediksi sebelumnya. ”Rob tidak seperti tsunami. Datangnya perlahan, tapi tetap harus diwaspadai,” imbuhnya.

Beny menyebut, perubahan musim dari penghujan ke kemarau berdampak pada perubahan suhu udara. Saat ini, suhu terasa cukup panas di siang hari dan mendadak dingin di malam hari. ”Meskipun terasa panas, tapi di termometer sebenarnya masih di angka normal, yaitu 31–32 derajat Celsius. Penyebabnya karena ada peralihan musim dari hujan ke kemarau,” tandasnya. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/