alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Pilkada 2024, KPU Situbondo Ajukan Anggaran Rp 65 Miliar

SITUBONDO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo mengusulkan anggaran sebesar Rp 65 miliar untuk pelaksanaan pilkada tahun 2024 mendatang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 50 persen dibandingkan anggaran pilkada tahun 2020 yang hanya sebesar Rp.32 miliar.

Ketua KPU Situbondo, Marwoto mengatakan, membengkaknya anggaran pilkada 2024 demi melancarkan pelaksanaan pesta rakyat di tengah keadaan yang masih pandemi Covid-19. “Saat ini kita masih dilanda pandemi Covid-19, maka simulasi persiapan pilkada harus menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi,” Ujar Marwoto, Selasa (19/4).

Marwoto mengaku, perencanaan anggaran pilkada penting dipersiapkan sejak awal. Tujuannya agar Pemkab Situbondo segera menyiapkan kebutuhan anggaran tersebut. “Menjelang dua tahun pelaksanaan pilkada, itu waktunya sangat pendek bagi kami di KPU.  Karena persiapannya sudah harus dilakukan sedikit demi sedikit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Marwoto mengatakan, perencanaan anggaran pilkada Rp 65 miliar khusus untuk membiayaan kebutuhan yang dipersiapkan di lembaga KPU saja. Sebab, biaya yang dibutuhkan semakin bertambah seperti penyediaan APD tidak lagi menggunakan anggaran APBN melainkan APBD..

“Kebutuhan APD dibebankan kepada daerah yang menghabiskan biaya sebesar Rp.16 miliar. Selain itu kebutuhan untuk logistik yang diprediksi setiap tahunnya terus naik. Maka anggaran itu dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga yang tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BAPPEDA Situbondo, Sugiyono mengatakan, penetapan jumlah anggaran pilkada menunggu hasil pembahasan yang  nantinya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Usulan anggaran yang disampaikan KPU, belum dilakukan pembahasan di internal BAPPEDA. “Tidak bisa juga anggaran sampai seperti itu, tidak mungkin lah. Tapi saya belum bisa menyimpulkan saat ini,” ucapnya.

Alasan Sugiyono belum membahas usulan anggaran pilkada, karena masih fokus melakukan pembahasan RKPD 2023 dan APBD perubahan. “Kami tidak bisa memprediksi anggaran pilkada nantinya berapa, sebelum pembahasannya dilakukan finalisasi. Nanti kalau sudah selesai dibahas, maka akan kami rilis,” kata Sugiyono. (mg1/pri)

SITUBONDO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo mengusulkan anggaran sebesar Rp 65 miliar untuk pelaksanaan pilkada tahun 2024 mendatang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 50 persen dibandingkan anggaran pilkada tahun 2020 yang hanya sebesar Rp.32 miliar.

Ketua KPU Situbondo, Marwoto mengatakan, membengkaknya anggaran pilkada 2024 demi melancarkan pelaksanaan pesta rakyat di tengah keadaan yang masih pandemi Covid-19. “Saat ini kita masih dilanda pandemi Covid-19, maka simulasi persiapan pilkada harus menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi,” Ujar Marwoto, Selasa (19/4).

Marwoto mengaku, perencanaan anggaran pilkada penting dipersiapkan sejak awal. Tujuannya agar Pemkab Situbondo segera menyiapkan kebutuhan anggaran tersebut. “Menjelang dua tahun pelaksanaan pilkada, itu waktunya sangat pendek bagi kami di KPU.  Karena persiapannya sudah harus dilakukan sedikit demi sedikit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Marwoto mengatakan, perencanaan anggaran pilkada Rp 65 miliar khusus untuk membiayaan kebutuhan yang dipersiapkan di lembaga KPU saja. Sebab, biaya yang dibutuhkan semakin bertambah seperti penyediaan APD tidak lagi menggunakan anggaran APBN melainkan APBD..

“Kebutuhan APD dibebankan kepada daerah yang menghabiskan biaya sebesar Rp.16 miliar. Selain itu kebutuhan untuk logistik yang diprediksi setiap tahunnya terus naik. Maka anggaran itu dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya lonjakan harga yang tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BAPPEDA Situbondo, Sugiyono mengatakan, penetapan jumlah anggaran pilkada menunggu hasil pembahasan yang  nantinya disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Usulan anggaran yang disampaikan KPU, belum dilakukan pembahasan di internal BAPPEDA. “Tidak bisa juga anggaran sampai seperti itu, tidak mungkin lah. Tapi saya belum bisa menyimpulkan saat ini,” ucapnya.

Alasan Sugiyono belum membahas usulan anggaran pilkada, karena masih fokus melakukan pembahasan RKPD 2023 dan APBD perubahan. “Kami tidak bisa memprediksi anggaran pilkada nantinya berapa, sebelum pembahasannya dilakukan finalisasi. Nanti kalau sudah selesai dibahas, maka akan kami rilis,” kata Sugiyono. (mg1/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/