alexametrics
23.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Deburan Ombak Pantai Blimbingsari Setinggi Pohon

JawaPos.com – Perkiraan kondisi ombak Selat Bali yang akan berangsur normal ternyata masih meleset. Seperti yang terpantau di Pantai Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari siang kemarin (19/5). Deburan ombak masih sangat tinggi dan bisa menjangkau dinding plengsengan setinggi empat meter. Bahkan, saking kerasnya hantaman ombak itu sampai muncrat setinggi pohon cemara.

Kepala Wilayah Kerja Blimbingsari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Ketapang, Isnaini mengatakan, pihaknya semula memprediksi perairan Selat Bali akan normal pada Jumat (18/5). Hal ini sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun ternyata, semua prediksi ombak itu ternyata meleset.

Isnaini menjelaskan, ombak ternyata tetap tinggi. Karena itu, bila kondisi cuaca tetap seperti tidak bersahabat saat ini, UPP Ketapang tetap melakukan imbauan larangan melaut terhadap kapal di bawah 300 GT. Hal ini demi menjaga keselamatan nelayan dan awak kapal. “Kalau tetap seperti ombaknya ini, ya kita larang melaut,” jelasnya.

Secara terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam mengungkapkan, sesuai data laporan cuaca BMKG, saat ini  kondisi perairan di Blimbingsari dan laut Banyuwangi Selatan memang tidak normal. Kondisi ini cenderung berpotensi bahaya untuk kegiatan nelayan, khususnya dengan perahu kecil.“Sesuai dengan peringatan dini dari BMKG, kondisinya tidak normal dan membahayakan,” ucapnya.

Untuk menjaga kemungkinan terburuk, BPBD mengimbau agar warga khususnya pengunjung untuk tidak mendekati bibir pantai atau bermain di pantai. “Pengunjung objek wisata di Pantai Selatan Jawa supaya hati-hati dan tidak mendekati bibir pantai,” terangnya.

Eka menegaskan, terkait informasi yang sempat beredar mengenai gelombang Tsunami, hal itu sama sekali tidak benar. Tingginya gelombang dan ombak di perairan saat ini bukan karena gempa dan tidak berpotensi menimbulkan gelombang Tsunami. “Tidak ada gempa dan Tsunami. Ini lebih karena pengaruh cuaca dan angin,” terangnya.

JawaPos.com – Perkiraan kondisi ombak Selat Bali yang akan berangsur normal ternyata masih meleset. Seperti yang terpantau di Pantai Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari siang kemarin (19/5). Deburan ombak masih sangat tinggi dan bisa menjangkau dinding plengsengan setinggi empat meter. Bahkan, saking kerasnya hantaman ombak itu sampai muncrat setinggi pohon cemara.

Kepala Wilayah Kerja Blimbingsari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Ketapang, Isnaini mengatakan, pihaknya semula memprediksi perairan Selat Bali akan normal pada Jumat (18/5). Hal ini sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun ternyata, semua prediksi ombak itu ternyata meleset.

Isnaini menjelaskan, ombak ternyata tetap tinggi. Karena itu, bila kondisi cuaca tetap seperti tidak bersahabat saat ini, UPP Ketapang tetap melakukan imbauan larangan melaut terhadap kapal di bawah 300 GT. Hal ini demi menjaga keselamatan nelayan dan awak kapal. “Kalau tetap seperti ombaknya ini, ya kita larang melaut,” jelasnya.

Secara terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam mengungkapkan, sesuai data laporan cuaca BMKG, saat ini  kondisi perairan di Blimbingsari dan laut Banyuwangi Selatan memang tidak normal. Kondisi ini cenderung berpotensi bahaya untuk kegiatan nelayan, khususnya dengan perahu kecil.“Sesuai dengan peringatan dini dari BMKG, kondisinya tidak normal dan membahayakan,” ucapnya.

Untuk menjaga kemungkinan terburuk, BPBD mengimbau agar warga khususnya pengunjung untuk tidak mendekati bibir pantai atau bermain di pantai. “Pengunjung objek wisata di Pantai Selatan Jawa supaya hati-hati dan tidak mendekati bibir pantai,” terangnya.

Eka menegaskan, terkait informasi yang sempat beredar mengenai gelombang Tsunami, hal itu sama sekali tidak benar. Tingginya gelombang dan ombak di perairan saat ini bukan karena gempa dan tidak berpotensi menimbulkan gelombang Tsunami. “Tidak ada gempa dan Tsunami. Ini lebih karena pengaruh cuaca dan angin,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/