alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Terdakwa Divonis Rehabilitasi, Jaksa Ajukan Banding

BANYUWANGI – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi telah menjatuhkan vonis kepada oknum polisi, oknum kepala desa (kades), dan seorang pengusaha dalam perkara narkoba. Ketiga terdakwa dijatuhi hukuman rehabilitasi selama enam bulan.

Mereka adalah Rizky Alamin, 38, warga Kelurahan Kebalenan, seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Glagah; Maimun Hariyono, 54, warga Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, yang merupakan Kepala Desa (Kades) Watukebo; dan Wawan Wahyudi, 40, warga Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, yang berprofesi sebagai pengusaha.

Menyikapi vonis tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi memutuskan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Pengajuan banding  dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jumat (14/1). JPU menganggap vonis yang dijatuhkan kepada ketiga terdakwa pada Senin lalu (20/12) cukup ringan dibandingkan tuntutan jaksa.

”Kita sudah resmi mengajukan banding terhadap ketiga terdakwa, lantaran putusan jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa,” ujar Kasi Pidum Kejari Banyuwangi Edrus.

Pengajuan banding tersebut, jelas Edrus, disebabkan putusan hakim dianggap cukup ringan dibandingkan tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut oknum polisi dengan pasal 112 KUHP, dengan hukuman penjara 6,5 tahun penjara dan rehabilitasi enam bulan.

Sedangkan terdakwa yang berprofesi sebagai kades Watukebo dan pengusaha, masih kata Edrus, dituntut selama enam bulan penjara dan enam bulan rehabilitasi. ”Tuntutan kita ada hukuman penjara yang harus dijalani oleh terdakwa, tetapi oleh majelis hakim ternyata hanya menjatuhi hukuman rehabilitasi saja,” kata Edrus.

Menurut Edrus, barang bukti (BB) berupa sabu dengan berat kotor 0,28 gram sedangkan berat bersih 0,17 gram yang dimiliki oleh oknum polisi tersebut, tentunya tidak datang sendiri. Makanya, oknum Polri itulah yang dituntut cukup berat dibandingkan lainnya. ”Ketiga terdakwa tetap harus di dalam penjara selama masih proses hukum, karena putusan belum inkrah,” jelasnya.

Kuasa Hukum Ketiga Terdakwa, Eko Sutrisno mengaku menghargai langkah yang dilakukan oleh jaksa. Pihaknya, akan menunggu hasil banding yang dilakukan jaksa. ”Kita tidak akan melakukan banding, tetapi kita akan menanggapi memori banding yang dilakukan jaksa,” tegasnya. 

BANYUWANGI – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi telah menjatuhkan vonis kepada oknum polisi, oknum kepala desa (kades), dan seorang pengusaha dalam perkara narkoba. Ketiga terdakwa dijatuhi hukuman rehabilitasi selama enam bulan.

Mereka adalah Rizky Alamin, 38, warga Kelurahan Kebalenan, seorang anggota Polri yang bertugas di Polsek Glagah; Maimun Hariyono, 54, warga Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, yang merupakan Kepala Desa (Kades) Watukebo; dan Wawan Wahyudi, 40, warga Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, yang berprofesi sebagai pengusaha.

Menyikapi vonis tersebut, Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi memutuskan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya. Pengajuan banding  dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jumat (14/1). JPU menganggap vonis yang dijatuhkan kepada ketiga terdakwa pada Senin lalu (20/12) cukup ringan dibandingkan tuntutan jaksa.

”Kita sudah resmi mengajukan banding terhadap ketiga terdakwa, lantaran putusan jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa,” ujar Kasi Pidum Kejari Banyuwangi Edrus.

Pengajuan banding tersebut, jelas Edrus, disebabkan putusan hakim dianggap cukup ringan dibandingkan tuntutan jaksa. Jaksa sebelumnya menuntut oknum polisi dengan pasal 112 KUHP, dengan hukuman penjara 6,5 tahun penjara dan rehabilitasi enam bulan.

Sedangkan terdakwa yang berprofesi sebagai kades Watukebo dan pengusaha, masih kata Edrus, dituntut selama enam bulan penjara dan enam bulan rehabilitasi. ”Tuntutan kita ada hukuman penjara yang harus dijalani oleh terdakwa, tetapi oleh majelis hakim ternyata hanya menjatuhi hukuman rehabilitasi saja,” kata Edrus.

Menurut Edrus, barang bukti (BB) berupa sabu dengan berat kotor 0,28 gram sedangkan berat bersih 0,17 gram yang dimiliki oleh oknum polisi tersebut, tentunya tidak datang sendiri. Makanya, oknum Polri itulah yang dituntut cukup berat dibandingkan lainnya. ”Ketiga terdakwa tetap harus di dalam penjara selama masih proses hukum, karena putusan belum inkrah,” jelasnya.

Kuasa Hukum Ketiga Terdakwa, Eko Sutrisno mengaku menghargai langkah yang dilakukan oleh jaksa. Pihaknya, akan menunggu hasil banding yang dilakukan jaksa. ”Kita tidak akan melakukan banding, tetapi kita akan menanggapi memori banding yang dilakukan jaksa,” tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/