alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Diduga Pikun, Jenazah Nenek Ditemukan di Sungai Bomo

BLIMBINGSARI – Warga Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, digegerkan dengan temuan mayat yang mengambang di aliran Sungai Bomo. Dari penelusuran yang dilakukan, diketahi bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan itu bernama Rusmi, 77, warga Dusun Krajan, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono.

Jasad nenek tersebut kali pertama ditemukan oleh Buniran, 49, dan Buamin, 55, warga Dusun Krajan, Desa Bomo, saat hendak pergi ke sawah sekitar pukul 06.30 pagi. Saat melihat sosok benda mengapung yang mirip jenazah manusia itu, mereka kemudian berinisiatif menyeretnya ke tepi sungai agar tidak hanyut.

Saksi Buniran dan Buamin kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah Desa Bomo. ”Kami mendapat informasi laporan warga, kemudian datang ke lokasi kejadian untuk memastikan,” ungkap Kepala Desa Bomo Sutikno.

Setelah dipastikan jika benda yang mengapung di sungai tersebut adalah jenazah manusia, Sutikno kemudian menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Aparat Polsek Rogojampi dibantu relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi turun ke lokasi kejadian melakukan evakuasi. Tak berselang lama, jasad korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil ambulans.

Baca Juga :  Warga Banyuwangi Diajak Pertahankan Citra Positif

Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono membenarkan kronologi kejadian penemuan jenazah tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. ”Kami menghubungi petugas medis untuk dilakukan identifikasi dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Selain itu juga tidak ditemukan bekas luka tusukan dan sayatan benda tajam pada sekujur tubuh korban,” jelas Sudarsono.

Kabar penemuan mayat itu kemudian tersebar dengan cepat ke berbagai platform sosial media. Setelah dilakukan penelusuran, ada pihak keluarga datang ke Polsek Rogojampi dan mengakui kalau jasad itu merupakan anggota keluarganya. Setelah diidentifikasi dan dicocokkan ternyata ada kemiripan.

”Semula identitas mayat ini memang tidak ada, hanya diketahui jenis kelaminnya. Begitu ada pihak seseorang yang kehilangan anggota keluarga dan diperiksa ternyata cocok, akhirnya terungkap identitas mayat tersebut,” ujar Sudarsono.

Baca Juga :  Air Sungai Meluap, Jalan Raya Sidodadi Tergenang Banjir

Pihak keluarga menyebut jika korban semasa hidup mempunyai riwayat penyakit demensia atau pikun. Mereka meyakini jika jenazah tersebut adalah nenek Rusmi yang pergi tanpa pamit dari rumah sejak Minggu (15/1) lalu. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan bersedia membuat surat pernyataan. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

BLIMBINGSARI – Warga Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, digegerkan dengan temuan mayat yang mengambang di aliran Sungai Bomo. Dari penelusuran yang dilakukan, diketahi bahwa jenazah berjenis kelamin perempuan itu bernama Rusmi, 77, warga Dusun Krajan, Desa Bagorejo, Kecamatan Srono.

Jasad nenek tersebut kali pertama ditemukan oleh Buniran, 49, dan Buamin, 55, warga Dusun Krajan, Desa Bomo, saat hendak pergi ke sawah sekitar pukul 06.30 pagi. Saat melihat sosok benda mengapung yang mirip jenazah manusia itu, mereka kemudian berinisiatif menyeretnya ke tepi sungai agar tidak hanyut.

Saksi Buniran dan Buamin kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah Desa Bomo. ”Kami mendapat informasi laporan warga, kemudian datang ke lokasi kejadian untuk memastikan,” ungkap Kepala Desa Bomo Sutikno.

Setelah dipastikan jika benda yang mengapung di sungai tersebut adalah jenazah manusia, Sutikno kemudian menghubungi Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Aparat Polsek Rogojampi dibantu relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi turun ke lokasi kejadian melakukan evakuasi. Tak berselang lama, jasad korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan mobil ambulans.

Baca Juga :  Air Menggenang depan MTsN Srono

Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono membenarkan kronologi kejadian penemuan jenazah tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. ”Kami menghubungi petugas medis untuk dilakukan identifikasi dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Selain itu juga tidak ditemukan bekas luka tusukan dan sayatan benda tajam pada sekujur tubuh korban,” jelas Sudarsono.

Kabar penemuan mayat itu kemudian tersebar dengan cepat ke berbagai platform sosial media. Setelah dilakukan penelusuran, ada pihak keluarga datang ke Polsek Rogojampi dan mengakui kalau jasad itu merupakan anggota keluarganya. Setelah diidentifikasi dan dicocokkan ternyata ada kemiripan.

”Semula identitas mayat ini memang tidak ada, hanya diketahui jenis kelaminnya. Begitu ada pihak seseorang yang kehilangan anggota keluarga dan diperiksa ternyata cocok, akhirnya terungkap identitas mayat tersebut,” ujar Sudarsono.

Baca Juga :  73 Tahun Warga Kaliselogiri Belum Tersentuh PLN

Pihak keluarga menyebut jika korban semasa hidup mempunyai riwayat penyakit demensia atau pikun. Mereka meyakini jika jenazah tersebut adalah nenek Rusmi yang pergi tanpa pamit dari rumah sejak Minggu (15/1) lalu. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan bersedia membuat surat pernyataan. Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/