alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Isu Santet di Desa Karangbendo Berujung Damai

JawaPos.com – Isu santet sempat mencuat di Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Agar kasus itu tidak semakin membesar Kapolsek Rogojampi Kompol Suharyono memediasi sejumlah pihak yang terlibat.

Menurut Suharyono, pihak penuduh yaitu Sahlab, 62, dan pihak tertuduh yaitu Budi Hartono, 43, sama-sama dipertemukan. “Dalam mediasi juga hadir kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan kepala dusun. Selain itu juga ada pihak-pihak lain,” katanya.

Dijelaskan, bahwa Budi merasa dituduh melakukan santet kepada samawah, istri Sahlab. Saat itu Samawah sendiri sedang sakit liver sejak 2 tahun lalu.

“Dengan issu santet yang dialamatkan  kepada Budi, dia merasa tidak nyaman. Saat itu Sahlab menyampaikan kepada tukang sayur,” ucap Kapolsek Rogojampi Kompol Suharyono.

Akibat isu itu, Sahlab dan Budi bersinggungan. “Dari situ kemudian dilakukan mediasi dengan menghadirkan sejumlah pihak,” tegasnya.

Hasilnya, kedua pihak kemudian berdamai setelah mendapat pembinaan dari polisi. Kedua warga itu selanjutnya saling memaafkan. “Agar tidak terulang dikemudian hari, sejumlah pihak membuat surat pernyataan,” pungkas Kompol Suharyono.

JawaPos.com – Isu santet sempat mencuat di Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi. Agar kasus itu tidak semakin membesar Kapolsek Rogojampi Kompol Suharyono memediasi sejumlah pihak yang terlibat.

Menurut Suharyono, pihak penuduh yaitu Sahlab, 62, dan pihak tertuduh yaitu Budi Hartono, 43, sama-sama dipertemukan. “Dalam mediasi juga hadir kepala desa, Bhabinkamtibmas, dan kepala dusun. Selain itu juga ada pihak-pihak lain,” katanya.

Dijelaskan, bahwa Budi merasa dituduh melakukan santet kepada samawah, istri Sahlab. Saat itu Samawah sendiri sedang sakit liver sejak 2 tahun lalu.

“Dengan issu santet yang dialamatkan  kepada Budi, dia merasa tidak nyaman. Saat itu Sahlab menyampaikan kepada tukang sayur,” ucap Kapolsek Rogojampi Kompol Suharyono.

Akibat isu itu, Sahlab dan Budi bersinggungan. “Dari situ kemudian dilakukan mediasi dengan menghadirkan sejumlah pihak,” tegasnya.

Hasilnya, kedua pihak kemudian berdamai setelah mendapat pembinaan dari polisi. Kedua warga itu selanjutnya saling memaafkan. “Agar tidak terulang dikemudian hari, sejumlah pihak membuat surat pernyataan,” pungkas Kompol Suharyono.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/