alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Angka Kecelakaan Turun 26 Persen

BANYUWANGI – Dua pekan selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2018. Jumlah angka kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Banyuwangi turun 26 persen. Namun, jumlah pelang­garan lalu lintas justru meningkat drastis.

Dari data yang dirilis Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, jumlah angka kejadian laka lantas selama berlangsungnya Operasi Patuh Semeru 2018 berjumlah 17 kasus. Sementara pada hari operasi yang sama pada tahun 2017 lalu, jumlah angka kecelakaan mencapai 24 kasus. Artinya selama dua pekan turun 7 kejadian ke­celakaan lalu lintas.

Jika dipersentase, dalam dua pekan jumlah angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan 29 persen. Sementara untuk jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas juga turun. Jika pada tahun 2017 korban meninggal dunia mencapai 7 orang. Selama berlangsungnya Operasi Patuh Semeru, korban meninggal dunia hanya dua orang. Atau turun 71 persen.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Ris Andrian Yudho Nugroho mengatakan, untuk korban luka berat akibat laka lantas selama Operasi Patuh Semeru yakni 4 orang dan 18 luka ringan. Dengan nilai nominal kerugian ditaksir mencapai Rp 22,5 juta. ”Kendaraan yang terlibat laka lantas masih didominasi kendaraan roda dua yakni 25 unit, disusul mobil barang tujuh unit,” ungkapnya.

Sementara untuk jumlah pelang­garan lalu lintas meningkat drastis dibanding tahun 2017. Jumlah pelanggar yang ditindak mencapai 6.117 orang. Dengan rincian 5.098 tilang dan 1.019 teguran. Jumlah ter­sebut naik 71,15 persen jika dibanding pada tahun 2017 silam, dengan 3.140 sanksi tilang dan 434 sanksi teguran.

Jenis kendaraan yang melakukan pelanggaran didominasi kenda­raan roda dua mencapai 4.346 pelanggar, mobil penumpang 350 pelanggar, dan mobil barang 377 pelanggar. (ddy/bay/c1)

BANYUWANGI – Dua pekan selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2018. Jumlah angka kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Banyuwangi turun 26 persen. Namun, jumlah pelang­garan lalu lintas justru meningkat drastis.

Dari data yang dirilis Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, jumlah angka kejadian laka lantas selama berlangsungnya Operasi Patuh Semeru 2018 berjumlah 17 kasus. Sementara pada hari operasi yang sama pada tahun 2017 lalu, jumlah angka kecelakaan mencapai 24 kasus. Artinya selama dua pekan turun 7 kejadian ke­celakaan lalu lintas.

Jika dipersentase, dalam dua pekan jumlah angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan 29 persen. Sementara untuk jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas juga turun. Jika pada tahun 2017 korban meninggal dunia mencapai 7 orang. Selama berlangsungnya Operasi Patuh Semeru, korban meninggal dunia hanya dua orang. Atau turun 71 persen.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Ris Andrian Yudho Nugroho mengatakan, untuk korban luka berat akibat laka lantas selama Operasi Patuh Semeru yakni 4 orang dan 18 luka ringan. Dengan nilai nominal kerugian ditaksir mencapai Rp 22,5 juta. ”Kendaraan yang terlibat laka lantas masih didominasi kendaraan roda dua yakni 25 unit, disusul mobil barang tujuh unit,” ungkapnya.

Sementara untuk jumlah pelang­garan lalu lintas meningkat drastis dibanding tahun 2017. Jumlah pelanggar yang ditindak mencapai 6.117 orang. Dengan rincian 5.098 tilang dan 1.019 teguran. Jumlah ter­sebut naik 71,15 persen jika dibanding pada tahun 2017 silam, dengan 3.140 sanksi tilang dan 434 sanksi teguran.

Jenis kendaraan yang melakukan pelanggaran didominasi kenda­raan roda dua mencapai 4.346 pelanggar, mobil penumpang 350 pelanggar, dan mobil barang 377 pelanggar. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/