alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Perang Sarung Makin Meluas, Lima Remaja Diamankan Polisi

KABAT Aparat Polsek Kabat giat melakukan patroli malam hari. Selain untuk mengantisipasi aksi kriminalitas, rutinitas patroli tersebut sekaligus untuk mencegah maraknya tawuran antar remaja yang belakangan semakin meluas.

Patroli yang dilakukan petugas menyasar sejumlah titik desa yang rawan dan berpotensi terjadinya aksi tawuran perang sarung. “Kita rutin patroli ke desa- bersama anggota Koramil untuk menemui kepala desa dan tokoh masyarakat,” ungkap Kapolsek Kabat, AKP Sumono.

Daerah yang dianggap marak terjadinya tawuran perang sarung di Perumahan Puri Gading, Desa Dadapan dan di jalan lingkar lintas barat Rogojampi, tepatnya di Dusun Popongan, Desa Labanasem, “Kami antisipasi agar tawuran perang sarung tidak semakin meluas ke daerah-daerah lainnya,” kata Sumono.

Hasilnya, petugas yang sedang berpatroli mendapati gerombolan remaja yang baru saja dibubarkan warga akibat menggelar perang sarung. Mereka langsung diamankan ke Mapolsek Kabat. “Kami berikan pembinaan, orang tuanya kami panggil ke Mapolsek dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tegasnya.

Sumono berpesan kepada Bhabinkamtibmas agar benar-benar melakukan proteksi pencegahan dini. Kegiatan patroli bersama tersebut dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di bulan Ramadan.

Salam berbagai kesempatan safari Ramadan, dia mengimbau kepada segenap tokoh masyarakat dan orang tua agar lebih waspada dalam melakukan pengawasan putra-putrinya. “Mari kita jaga dan awasi bersama, jangan sampai anak-anak kita ikut-ikutan tren yang negatif, salah satunya perang sarung yang dampaknya dapat menimbulkan korban jiwa seperti di daerah lain,” jelasnya

Sumono berpesan agar bulan suci Ramadan  sebaiknya diisi dengan kegiatan yang positif seperti tadarus Alquran di masjid maupun musala. Semua ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan masing masing. “Secara intensif kami terus melakukan kegiatan patroli ke desa-desa agar kondusivitas daerah tetap terjaga,” tandasnya.

Sebelumnya, aAparat kepolisian Polsek Banyuwangi mengamankan  lima remaja yang terlibat  aksi perang sarung di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan,  Kamis  dini hari (15/4). Dari tangan mereka, polisi mengamankan tiga buah sarung dan sejumlah pasang sandal yang ditinggal pemiliknya. Barang bukti (BB) dan kelima remaja tersebut langsung dibawa ke polsek untuk diamankan.

Perang sarung terjadi pukul 01.00. Perang sarung tersebut dilakukan antarkelompok. Mereka saling memukul menggunakan sarung yang diikat bulat hingga keras di bagian atasnya. Aksi perang sarung terjadi akibat perselisihan antarkelompok remaja. ”Mereka kita minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dengan disaksikan  oleh orang tuanya,” kata Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin kala itu.

KABAT Aparat Polsek Kabat giat melakukan patroli malam hari. Selain untuk mengantisipasi aksi kriminalitas, rutinitas patroli tersebut sekaligus untuk mencegah maraknya tawuran antar remaja yang belakangan semakin meluas.

Patroli yang dilakukan petugas menyasar sejumlah titik desa yang rawan dan berpotensi terjadinya aksi tawuran perang sarung. “Kita rutin patroli ke desa- bersama anggota Koramil untuk menemui kepala desa dan tokoh masyarakat,” ungkap Kapolsek Kabat, AKP Sumono.

Daerah yang dianggap marak terjadinya tawuran perang sarung di Perumahan Puri Gading, Desa Dadapan dan di jalan lingkar lintas barat Rogojampi, tepatnya di Dusun Popongan, Desa Labanasem, “Kami antisipasi agar tawuran perang sarung tidak semakin meluas ke daerah-daerah lainnya,” kata Sumono.

Hasilnya, petugas yang sedang berpatroli mendapati gerombolan remaja yang baru saja dibubarkan warga akibat menggelar perang sarung. Mereka langsung diamankan ke Mapolsek Kabat. “Kami berikan pembinaan, orang tuanya kami panggil ke Mapolsek dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tegasnya.

Sumono berpesan kepada Bhabinkamtibmas agar benar-benar melakukan proteksi pencegahan dini. Kegiatan patroli bersama tersebut dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga di bulan Ramadan.

Salam berbagai kesempatan safari Ramadan, dia mengimbau kepada segenap tokoh masyarakat dan orang tua agar lebih waspada dalam melakukan pengawasan putra-putrinya. “Mari kita jaga dan awasi bersama, jangan sampai anak-anak kita ikut-ikutan tren yang negatif, salah satunya perang sarung yang dampaknya dapat menimbulkan korban jiwa seperti di daerah lain,” jelasnya

Sumono berpesan agar bulan suci Ramadan  sebaiknya diisi dengan kegiatan yang positif seperti tadarus Alquran di masjid maupun musala. Semua ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di lingkungan masing masing. “Secara intensif kami terus melakukan kegiatan patroli ke desa-desa agar kondusivitas daerah tetap terjaga,” tandasnya.

Sebelumnya, aAparat kepolisian Polsek Banyuwangi mengamankan  lima remaja yang terlibat  aksi perang sarung di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan,  Kamis  dini hari (15/4). Dari tangan mereka, polisi mengamankan tiga buah sarung dan sejumlah pasang sandal yang ditinggal pemiliknya. Barang bukti (BB) dan kelima remaja tersebut langsung dibawa ke polsek untuk diamankan.

Perang sarung terjadi pukul 01.00. Perang sarung tersebut dilakukan antarkelompok. Mereka saling memukul menggunakan sarung yang diikat bulat hingga keras di bagian atasnya. Aksi perang sarung terjadi akibat perselisihan antarkelompok remaja. ”Mereka kita minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dengan disaksikan  oleh orang tuanya,” kata Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin kala itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/