alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Kemacetan Songgon Mirip Ibukota

SONGGON – Antusiasme masyarakat menyaksikan Festival Buah di Dusun Pakis, Desa/Kecamatan Songgon sungguh luar biasa. Saking banyaknya pengunjung, jalan menuju lokasi penuh sesak dengan kendaraan.

Antrean kendaraan menuju lokasi macet total hingga sejauh tiga kilometer. Sa­yang­nya, di lokasi tidak tersedia lahan parkir yang memadai hingga memper­parah antrean kendaraan.

Sepintas dilihat, kemacetan ini mirip yang terjadi di jalan-jalan ibukota Jakarta.

Penumpukan kendaraan di sepanjang jalan raya Songgon terjadi mulai pukul 08.30. Pengun­jung yang ingin melihat langsung festival buah tersebut sudah datang sejak pagi. Antrean kendaraan awalnya tidak terlalu panjang. Hanya sekitar 500 meter saja dari lokasi kejadian.

Waktu semakin siang, jumlah kendaraan yang datang di lokasi acara makin padat. Ironisnya, di sekitar lokasi acara festival tidak ada lahan parkir kosong yang bisa digunakan untuk parkir mobil dan sepeda motor. Praktis, ken­daraan roda empat hanya bisa di­parkir di tepi jalan raya sekitar lokasi.

Adapun pengunjung yang me­ngendarai motor juga memarkir kendaraan mereka di halaman rumah warga dekat lokasi kegiatan. Pe­ristiwa itu makin memperparah kondisi arus lalu lintas dari sebe­lumnya padat merayap berubah menjadi macet. Jalur jalan raya satu-satunya menuju Kecamatan Songgon tersebut lumpuh.

Meski warga bersama-sama aparat kepolisian dan TNI AD ikut melakukan pengaturan arus lalu lintas, antrean kendaraan tak bisa dihindarkan. Usai memar­kir kendaraan di tempat yang dianggap aman. Pengunjung lantas jalan kaki menuju lokasi dengan melintasi jembatan de­ngan lebar hanya satu setengah meter dan areal jalan paving di tengah persawahan. Jarak lokasi kegiatan dari tepi jalan raya sekitar 300 meter.

Ribuan pengunjung yang datang dengan waktu hampir bersamaan tak bisa dibendung. Sayangnya, di tengah perjalanan, tak sedikit wisatawan dan pengunjung ter­jebak macet.

Luluk Hariyanti, 37, salah seorang pengunjung asal Surabaya menga­takan, dia bersama keluarga datang ke Banyuwangi senyampang libur hari raya nyepi, sekaligus silatu­rahmi di rumah saudara di Banyu­wangi. Secara kebetulan ada festival durian, dia lantas menuju Songgon.

Setelah menghadapi antrean kendaraan yang cukup panjang dan tertahan di jalan raya selama 30 menit. Sampai di lokasi kegiatan festival ternyata dia tidak mene­mukan berbagai jenis buah-bu­ahan seperti yang dipromosikan. “Saya baca di media sosial itu ada lelang durian, bazar buah durian, mangga, pisang, manggis. Tapi saya datang ke lokasi tidak mene­mukan buah-buahan seperti yang saya harapkan,” sesalnya.

Hal senada diungkapkan, Sebas­tian, 45, salah seorang pemandu biro perjalanan wisata dari Bali. Dia yang datang dengan rombo­ngan dua mobil mini bus terpaksa harus putar balik dengan memen­dam kekecewaan.

Senyampang Bali yang masih memperingati hari raya Nyepi, dia memutuskan untuk menga­lihkan layanan biro perjalanan wisata ke Banyuwangi sebagai des­tinasi terdekat dari Pulau Dewata. Selain terjadi antrean ken­daraan yang sangat padat, wisatawan yang berharap bisa menikmati buah-buahan di lokasi kegiatan festival buah justru terabaikan. “Stok buahnya katanya sih habis, kami putuskan untuk cari destinasi wisata lain yang lebih bagus dan tertata dengan baik,” kata Sabastian.

Camat Songgon Wagianto mengatakan, dia tidak menduga antusias pengunjung dan wisa­tawan sangat luar biasa. Karena event festival buah tersebut juga tidak dipromosikan besar-besaran. “Kami sudah berupa maksimal. Buah yang kami sediakan sudah ludes terjual, dan kehabisan stok. Kami tidak memungkiri banyak pengunjung yang kecewa. Ini menjadi bahan evaluasi total untuk ke depan lebih baik,” tandasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyu­wangi, titik kemacetan di jalan raya Songgon tersebut cukup panjang. Yakni mulai dari simpang tiga barat pasar Songgon hingga di Dusun Wonorejo, Desa Balak Kecamatan Songgon. (*)

SONGGON – Antusiasme masyarakat menyaksikan Festival Buah di Dusun Pakis, Desa/Kecamatan Songgon sungguh luar biasa. Saking banyaknya pengunjung, jalan menuju lokasi penuh sesak dengan kendaraan.

Antrean kendaraan menuju lokasi macet total hingga sejauh tiga kilometer. Sa­yang­nya, di lokasi tidak tersedia lahan parkir yang memadai hingga memper­parah antrean kendaraan.

Sepintas dilihat, kemacetan ini mirip yang terjadi di jalan-jalan ibukota Jakarta.

Penumpukan kendaraan di sepanjang jalan raya Songgon terjadi mulai pukul 08.30. Pengun­jung yang ingin melihat langsung festival buah tersebut sudah datang sejak pagi. Antrean kendaraan awalnya tidak terlalu panjang. Hanya sekitar 500 meter saja dari lokasi kejadian.

Waktu semakin siang, jumlah kendaraan yang datang di lokasi acara makin padat. Ironisnya, di sekitar lokasi acara festival tidak ada lahan parkir kosong yang bisa digunakan untuk parkir mobil dan sepeda motor. Praktis, ken­daraan roda empat hanya bisa di­parkir di tepi jalan raya sekitar lokasi.

Adapun pengunjung yang me­ngendarai motor juga memarkir kendaraan mereka di halaman rumah warga dekat lokasi kegiatan. Pe­ristiwa itu makin memperparah kondisi arus lalu lintas dari sebe­lumnya padat merayap berubah menjadi macet. Jalur jalan raya satu-satunya menuju Kecamatan Songgon tersebut lumpuh.

Meski warga bersama-sama aparat kepolisian dan TNI AD ikut melakukan pengaturan arus lalu lintas, antrean kendaraan tak bisa dihindarkan. Usai memar­kir kendaraan di tempat yang dianggap aman. Pengunjung lantas jalan kaki menuju lokasi dengan melintasi jembatan de­ngan lebar hanya satu setengah meter dan areal jalan paving di tengah persawahan. Jarak lokasi kegiatan dari tepi jalan raya sekitar 300 meter.

Ribuan pengunjung yang datang dengan waktu hampir bersamaan tak bisa dibendung. Sayangnya, di tengah perjalanan, tak sedikit wisatawan dan pengunjung ter­jebak macet.

Luluk Hariyanti, 37, salah seorang pengunjung asal Surabaya menga­takan, dia bersama keluarga datang ke Banyuwangi senyampang libur hari raya nyepi, sekaligus silatu­rahmi di rumah saudara di Banyu­wangi. Secara kebetulan ada festival durian, dia lantas menuju Songgon.

Setelah menghadapi antrean kendaraan yang cukup panjang dan tertahan di jalan raya selama 30 menit. Sampai di lokasi kegiatan festival ternyata dia tidak mene­mukan berbagai jenis buah-bu­ahan seperti yang dipromosikan. “Saya baca di media sosial itu ada lelang durian, bazar buah durian, mangga, pisang, manggis. Tapi saya datang ke lokasi tidak mene­mukan buah-buahan seperti yang saya harapkan,” sesalnya.

Hal senada diungkapkan, Sebas­tian, 45, salah seorang pemandu biro perjalanan wisata dari Bali. Dia yang datang dengan rombo­ngan dua mobil mini bus terpaksa harus putar balik dengan memen­dam kekecewaan.

Senyampang Bali yang masih memperingati hari raya Nyepi, dia memutuskan untuk menga­lihkan layanan biro perjalanan wisata ke Banyuwangi sebagai des­tinasi terdekat dari Pulau Dewata. Selain terjadi antrean ken­daraan yang sangat padat, wisatawan yang berharap bisa menikmati buah-buahan di lokasi kegiatan festival buah justru terabaikan. “Stok buahnya katanya sih habis, kami putuskan untuk cari destinasi wisata lain yang lebih bagus dan tertata dengan baik,” kata Sabastian.

Camat Songgon Wagianto mengatakan, dia tidak menduga antusias pengunjung dan wisa­tawan sangat luar biasa. Karena event festival buah tersebut juga tidak dipromosikan besar-besaran. “Kami sudah berupa maksimal. Buah yang kami sediakan sudah ludes terjual, dan kehabisan stok. Kami tidak memungkiri banyak pengunjung yang kecewa. Ini menjadi bahan evaluasi total untuk ke depan lebih baik,” tandasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyu­wangi, titik kemacetan di jalan raya Songgon tersebut cukup panjang. Yakni mulai dari simpang tiga barat pasar Songgon hingga di Dusun Wonorejo, Desa Balak Kecamatan Songgon. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/