alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

12 Hari Operasi Tumpas Amankan 58 Tersangka Narkoba

BANYUWANGI – Peredaran narkoba di Banyuwangi semakin mengkhawatirkan. Selama 12 hari Operasi Tumpas Semeru Narkoba 2021, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 48 kasus dengan jumlah tersangka 58 orang, dengan rincian 55 laki-laki dan tiga perempuan. 

Dari tangan para tersangka diamankan barang bukti (BB)  45,77 gram sabu-sabu, 9.716 butir obat daftar G, 41 handphone, sembilan timbangan, enam unit sepeda motor,  satu unit mobil, dan uang tunai sebesar Rp 6,1 juta.

Hasil Operasi Tumpas Semeru kemarin dirilis di hadapan wartawan. Para tersangka keluar dari tahanan, lalu berjalan menuju tempat rilis di halaman Mapolresta Banyuwangi. Rilis dipimpin Kapolresta AKBP Nasrun Pasaribu dan  Kasat Narkoba AKP Rudy Prabowo. Banyaknya tersangka tersebut menempatkan Banyuwangi di peringkat tiga pengungkapan kasus narkoba se-Jawa Timur . ”Kita menjadi peringkat ketiga setelah Surabaya dan Sidoarjo,” kata Nasrun.

Dari hasil operasi tersebut menunjukkan kerja keras anggota Satnarkoba mengungkap peredaran narkoba.  ”Kita tidak bisa menyebut Banyuwangi darurat narkoba, tetapi hasil ungkap kasus tersebut merupakan jerih payah para anggota di lapangan,” imbuhnya.

Selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 saja, jelas Nasrun, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 48 kasus dengan jumlah tersangka 58 orang. Termasuk hasil ungkap para anggota di masing-masing polsek jajaran. ”Untuk Operasi Tumpas Narkoba Semeru dilaksankan selama 12 hari, sejak 1 September hingga 12 September,” jelasnya.

Selama empat bulan, masih kata Nasrun, total terdapat 94 kasus. Selama bulan Juni hingga September tersebut aparat mengamankan sebanyak 134 tersangka. ”Empat bulan tersebut terhitung sejak Kasat Narkoba dijabat oleh AKP Rudy Prabowo. Ternyata dari pengungkapan ada peningkatan,” terangnya.

Dari seluruh ungkap kasus tersebut, BB yang diamankan cukup banyak. Rinciannya 259,07 gram sabu, 409 butir obat daftar G, 120 handphone, 40 timbangan elektronik, 22 unit sepeda motor, satu unit mobil, dan uang tunai sebesar Rp 8,3 juta. ”Para tersangka kebanyakan pengedar dan pengguna. Dari beberapa tersangka juga ada residivis,” paparnya.

BANYUWANGI – Peredaran narkoba di Banyuwangi semakin mengkhawatirkan. Selama 12 hari Operasi Tumpas Semeru Narkoba 2021, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 48 kasus dengan jumlah tersangka 58 orang, dengan rincian 55 laki-laki dan tiga perempuan. 

Dari tangan para tersangka diamankan barang bukti (BB)  45,77 gram sabu-sabu, 9.716 butir obat daftar G, 41 handphone, sembilan timbangan, enam unit sepeda motor,  satu unit mobil, dan uang tunai sebesar Rp 6,1 juta.

Hasil Operasi Tumpas Semeru kemarin dirilis di hadapan wartawan. Para tersangka keluar dari tahanan, lalu berjalan menuju tempat rilis di halaman Mapolresta Banyuwangi. Rilis dipimpin Kapolresta AKBP Nasrun Pasaribu dan  Kasat Narkoba AKP Rudy Prabowo. Banyaknya tersangka tersebut menempatkan Banyuwangi di peringkat tiga pengungkapan kasus narkoba se-Jawa Timur . ”Kita menjadi peringkat ketiga setelah Surabaya dan Sidoarjo,” kata Nasrun.

Dari hasil operasi tersebut menunjukkan kerja keras anggota Satnarkoba mengungkap peredaran narkoba.  ”Kita tidak bisa menyebut Banyuwangi darurat narkoba, tetapi hasil ungkap kasus tersebut merupakan jerih payah para anggota di lapangan,” imbuhnya.

Selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2021 saja, jelas Nasrun, Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 48 kasus dengan jumlah tersangka 58 orang. Termasuk hasil ungkap para anggota di masing-masing polsek jajaran. ”Untuk Operasi Tumpas Narkoba Semeru dilaksankan selama 12 hari, sejak 1 September hingga 12 September,” jelasnya.

Selama empat bulan, masih kata Nasrun, total terdapat 94 kasus. Selama bulan Juni hingga September tersebut aparat mengamankan sebanyak 134 tersangka. ”Empat bulan tersebut terhitung sejak Kasat Narkoba dijabat oleh AKP Rudy Prabowo. Ternyata dari pengungkapan ada peningkatan,” terangnya.

Dari seluruh ungkap kasus tersebut, BB yang diamankan cukup banyak. Rinciannya 259,07 gram sabu, 409 butir obat daftar G, 120 handphone, 40 timbangan elektronik, 22 unit sepeda motor, satu unit mobil, dan uang tunai sebesar Rp 8,3 juta. ”Para tersangka kebanyakan pengedar dan pengguna. Dari beberapa tersangka juga ada residivis,” paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/