alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Beri Pesan Khusus untuk Napi Teroris

JawaPos.com – Lapas Banyuwangi kedatangan tamu spesial, pukul 14.00 kemarin. Dua pucuk pimpinan tertinggi di Mapolres dan Makodim 0825 Banyuwangi berkunjung ke penjara yang beralamat di Jalan Istiklah tersebut.

Mereka adalah Kapolres AKBP Donny Adityawarman dan Dandim Letkol (Inf) Ruli Nuryanto. Kedatangan keduanya untuk membesuk napi kasus terorisme yang dititipkan di Lapas Kelas II B Banyuwangi tersebut.

Usai bertemu dengan Kalapas Ketut Akbar Herry Achjar, Kapolres dan Dandim berkeliling memantau kondisi tahanan dan narapidana yang berada di dalam lapas.

Rombongan mengecek kondisi tahanan dan napi perempuan di blok wanita. Selanjutnya, mereka berjalan memantau kondisi tahanan dan napi di blok narkoba. Dalam kesempatan itu, Dandim dan Kapolres juga berkesempatan melihat langsung kreativitas para warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang sedang membuat sejumlah kerajinan dan keterampilan di ruang perbengkelan.

Usai berjalan-jalan melihat kondisi ruang dan blok tahanan, Kapolres dan Dandim baru diajak Kalapas menuju ruang tahanan di blok pengasingan yang dihuni oleh napi teroris, AA alias AD. Dengan penjagaan ketat, mereka berbincang dengan santai di salah satu sudut ruang pengasingan yang terdapat meja dan kursi.

Kapolres Donny mengatakan, kunjungannya bersama Dandim tak lain untuk memastikan kondisi keamanan di lapas. Dia bersyukur, kondisi lapas dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.

Tujuan kedatangannya tersebut sekaligus mengecek kondisi narapidana teroris yang dititipkan di Lapas Banyuwangi. ”Banyak yang kami bicarakan, kami juga berikan pesan khusus. Hanya kami tidak bisa diungkapkan pada rekan-rekan media.” ujar Donny.

Sejauh ini, pengamanan yang telah dilakukan Kalapas sudah sangat baik, yakni dengan membuat sistem dan kegiatan pembinaan yang luar biasa. Sehingga bisa membuat para tahanan dan napi lupa dengan masa hukumannya karena kegiatan kreativitas yang dilakukan tim kreatif Lapas.

Kalapas  Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, napi kasus terorisme berinisial AA alias AD tersebut merupakan napi kiriman dari rumah tahanan (rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. AA alias AD merupakan napi atas kasus terorisme asal Bandung, Jawa Barat yang melakukan aksi teror di Jakarta Timur.

Sejak delapan bulan lalu, AA dikirim dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat ke Banyuwangi. Selama berada di Banyuwangi, AA mendapat pemantauan khusus. Tidak hanya kegiatan sehari-hari, para pembesuk kasus terorisme itu juga terus dipantau dan dilaporkan langsung ke Densus 88 Antiteror Jakarta.

”Untuk pengamanan kami memberikan pengamanan khusus, tempat dipisahkan dengan warga binaan lainnya. Semuanya terpantau,” jelas Akbar.

Selama delapan bulan berada di lapas, AA alias AD menempati blok pengasingan. Apalagi, kondisi lapas sudah overkapasitas. AA hanya tinggal menjalani masa hukuman sekitar 2,3 tahun. Selama berada di lapas, sejauh ini napi AA bisa menjaga pergaulan, komunikasi dengan baik kepada petugas maupun warga binaan lainnya. ”Sejauh ini masih yang bersangkutan bisa mengikuti aturan-aturan yang berlaku di lapas dan melaksanakan pidananya dengan baik-baik saja,” tandas Akbar.

JawaPos.com – Lapas Banyuwangi kedatangan tamu spesial, pukul 14.00 kemarin. Dua pucuk pimpinan tertinggi di Mapolres dan Makodim 0825 Banyuwangi berkunjung ke penjara yang beralamat di Jalan Istiklah tersebut.

Mereka adalah Kapolres AKBP Donny Adityawarman dan Dandim Letkol (Inf) Ruli Nuryanto. Kedatangan keduanya untuk membesuk napi kasus terorisme yang dititipkan di Lapas Kelas II B Banyuwangi tersebut.

Usai bertemu dengan Kalapas Ketut Akbar Herry Achjar, Kapolres dan Dandim berkeliling memantau kondisi tahanan dan narapidana yang berada di dalam lapas.

Rombongan mengecek kondisi tahanan dan napi perempuan di blok wanita. Selanjutnya, mereka berjalan memantau kondisi tahanan dan napi di blok narkoba. Dalam kesempatan itu, Dandim dan Kapolres juga berkesempatan melihat langsung kreativitas para warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang sedang membuat sejumlah kerajinan dan keterampilan di ruang perbengkelan.

Usai berjalan-jalan melihat kondisi ruang dan blok tahanan, Kapolres dan Dandim baru diajak Kalapas menuju ruang tahanan di blok pengasingan yang dihuni oleh napi teroris, AA alias AD. Dengan penjagaan ketat, mereka berbincang dengan santai di salah satu sudut ruang pengasingan yang terdapat meja dan kursi.

Kapolres Donny mengatakan, kunjungannya bersama Dandim tak lain untuk memastikan kondisi keamanan di lapas. Dia bersyukur, kondisi lapas dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.

Tujuan kedatangannya tersebut sekaligus mengecek kondisi narapidana teroris yang dititipkan di Lapas Banyuwangi. ”Banyak yang kami bicarakan, kami juga berikan pesan khusus. Hanya kami tidak bisa diungkapkan pada rekan-rekan media.” ujar Donny.

Sejauh ini, pengamanan yang telah dilakukan Kalapas sudah sangat baik, yakni dengan membuat sistem dan kegiatan pembinaan yang luar biasa. Sehingga bisa membuat para tahanan dan napi lupa dengan masa hukumannya karena kegiatan kreativitas yang dilakukan tim kreatif Lapas.

Kalapas  Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan, napi kasus terorisme berinisial AA alias AD tersebut merupakan napi kiriman dari rumah tahanan (rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. AA alias AD merupakan napi atas kasus terorisme asal Bandung, Jawa Barat yang melakukan aksi teror di Jakarta Timur.

Sejak delapan bulan lalu, AA dikirim dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat ke Banyuwangi. Selama berada di Banyuwangi, AA mendapat pemantauan khusus. Tidak hanya kegiatan sehari-hari, para pembesuk kasus terorisme itu juga terus dipantau dan dilaporkan langsung ke Densus 88 Antiteror Jakarta.

”Untuk pengamanan kami memberikan pengamanan khusus, tempat dipisahkan dengan warga binaan lainnya. Semuanya terpantau,” jelas Akbar.

Selama delapan bulan berada di lapas, AA alias AD menempati blok pengasingan. Apalagi, kondisi lapas sudah overkapasitas. AA hanya tinggal menjalani masa hukuman sekitar 2,3 tahun. Selama berada di lapas, sejauh ini napi AA bisa menjaga pergaulan, komunikasi dengan baik kepada petugas maupun warga binaan lainnya. ”Sejauh ini masih yang bersangkutan bisa mengikuti aturan-aturan yang berlaku di lapas dan melaksanakan pidananya dengan baik-baik saja,” tandas Akbar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/