alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Bawa Kunci Duplikat, Sikat Motor Sahabat

BANYUWANGI –Sukma Adam Prayoga, 19, warga jalan Ikan Paus, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, sungguh tidak setia kawan. Dia tega mencuri motor trail milik sahabat karibnya sendiri, yakni Ahmad Andika, 18, warga Dusun Krajan, Desa Bedewang, Kecamatan Songgon.

Diperoleh keterangan, Sukma dan Andika sebenarnya telah berteman jauh sebelum aksi pencurian tersebut. Tepatnya ketika mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah. Awalnya, keduanya saling kenal saat sama-sama mengikuti pendidikan sistem ganda (PSG) di salah satu perusahaan di Banyuwangi.

Singkat cerita, pada awal April lalu Andika hendak berkunjung ke tempat kos Sukma di Jalan Kepiting, Banyuwangi dengan mengendarai sepeda motor merek Kawasaki KLX dengan Nopol P 6527 YS warna hitam. Sesampainya di rumah kos Sukma, ternyata sahabatnya itu tidak ada di tempat.

Andika lantas menghubungi temannya itu via sambungan telepon. Ternyata Sukma mengaku tengah dalam perjalanan dari Srono menuju tempat kosnya. Sukma lantas menyuruh Andika lebih dulu masuk ke kamar kosnya. Karena memang sudah memiliki kunci duplikat kamar kos temannya tersebut, Andika pun langsung masuk ke kamar Sukma.

Selang satu jam berada di dalam kamar kos pelaku, Andika mendengar suara motor. Kemudian dia keluar untuk melihat. Ternyata motornya yang diparkir di area parkir tempat kos sudah raib. Dia lantas berusaha mencari hingga beberapa menit kemudian Sukma datang.

Andika lantas menceritakan raibnya sepeda motor miliknya tersebut kepada Sukma. Saat itu pula Sukma membantu Andika mencari sepeda motor tersebut. Bahkan Sukma sempat mengantar Andika melapor ke Mapolsek Banyuwangi.

Hingga akhirnya, setelah sekitar sebulan setelah aksi pencurian itu berlalu, polisi mendapatkan informasi ada motor KLX dijual secara online melalui media sosial. Motor tersebut telah dikanibal dan dijual secara terpisah mulai rangka, mesin, dan karburator. Polisi yang curiga langsung menyaru sebagai pembeli. Pelaku pun terpancing dan tanpa curiga setuju menjual mesin motor kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli seharga Rp 4,5 juta.

Akhirnya Sukma berhasil dibekuk petugas saat serah terima barang hasil curian itu. Kepada polisi dia mengaku telah menjual karburator secara terpisah. Karburator dijual seharga Rp 450 ribu dan body motor seharga Rp 7,6 juta.

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki melalui Kanit Reskrim Ipda Suyono membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka Sukma. Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa rangka dan mesin sepeda motor trail yang sempat di-protoli pelaku tersebut. ”Tersangka berikut barang bukti telah kami amankan,” ujarnya kemarin (17/5).

Menurut Suyono, Sukma mengaku telah mempersiapkan pencurian sepeda motor itu. Beberapa hari sebelum kejadian, dia meminjam motor korban. Selanjutnya dia memotret kunci motor tersebut. Dengan bekal foto kunci motor itulah dia membuat duplikat kunci motor. ”Kunci duplikat itulah yang digunakan pelaku untuk mengambil motor temannya itu,” bebernya.

Ya, aksi culas itu telah direncanakan Sukma dengan cukup matang. Dia memang sengaja memancing temannya datang ke tempat kos. Saat Andika menelepon, sebenarnya dia tengah berada di wilayah Kota Banyuwangi, bukan di Srono seperti halnya pengakuannya.

Ketika Andika lengah dan tengah berada di dalam kamar kos, Sukma datang ke tempat kos miliknya itu. Dia lantas mengambil sepeda motor milik sahabatnya tersebut dengan menggunakan kunci duplikat. Motor curian itu lantas dia titipkan ke rumah salah satu temannya yang lain.

Kanitreskrim Suyono menambahkan, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP. ”Ancaman hukumannya tujuh tahun kurungan,” pungkasnya.

BANYUWANGI –Sukma Adam Prayoga, 19, warga jalan Ikan Paus, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, sungguh tidak setia kawan. Dia tega mencuri motor trail milik sahabat karibnya sendiri, yakni Ahmad Andika, 18, warga Dusun Krajan, Desa Bedewang, Kecamatan Songgon.

Diperoleh keterangan, Sukma dan Andika sebenarnya telah berteman jauh sebelum aksi pencurian tersebut. Tepatnya ketika mereka masih sama-sama duduk di bangku sekolah. Awalnya, keduanya saling kenal saat sama-sama mengikuti pendidikan sistem ganda (PSG) di salah satu perusahaan di Banyuwangi.

Singkat cerita, pada awal April lalu Andika hendak berkunjung ke tempat kos Sukma di Jalan Kepiting, Banyuwangi dengan mengendarai sepeda motor merek Kawasaki KLX dengan Nopol P 6527 YS warna hitam. Sesampainya di rumah kos Sukma, ternyata sahabatnya itu tidak ada di tempat.

Andika lantas menghubungi temannya itu via sambungan telepon. Ternyata Sukma mengaku tengah dalam perjalanan dari Srono menuju tempat kosnya. Sukma lantas menyuruh Andika lebih dulu masuk ke kamar kosnya. Karena memang sudah memiliki kunci duplikat kamar kos temannya tersebut, Andika pun langsung masuk ke kamar Sukma.

Selang satu jam berada di dalam kamar kos pelaku, Andika mendengar suara motor. Kemudian dia keluar untuk melihat. Ternyata motornya yang diparkir di area parkir tempat kos sudah raib. Dia lantas berusaha mencari hingga beberapa menit kemudian Sukma datang.

Andika lantas menceritakan raibnya sepeda motor miliknya tersebut kepada Sukma. Saat itu pula Sukma membantu Andika mencari sepeda motor tersebut. Bahkan Sukma sempat mengantar Andika melapor ke Mapolsek Banyuwangi.

Hingga akhirnya, setelah sekitar sebulan setelah aksi pencurian itu berlalu, polisi mendapatkan informasi ada motor KLX dijual secara online melalui media sosial. Motor tersebut telah dikanibal dan dijual secara terpisah mulai rangka, mesin, dan karburator. Polisi yang curiga langsung menyaru sebagai pembeli. Pelaku pun terpancing dan tanpa curiga setuju menjual mesin motor kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli seharga Rp 4,5 juta.

Akhirnya Sukma berhasil dibekuk petugas saat serah terima barang hasil curian itu. Kepada polisi dia mengaku telah menjual karburator secara terpisah. Karburator dijual seharga Rp 450 ribu dan body motor seharga Rp 7,6 juta.

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki melalui Kanit Reskrim Ipda Suyono membenarkan pihaknya telah mengamankan tersangka Sukma. Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa rangka dan mesin sepeda motor trail yang sempat di-protoli pelaku tersebut. ”Tersangka berikut barang bukti telah kami amankan,” ujarnya kemarin (17/5).

Menurut Suyono, Sukma mengaku telah mempersiapkan pencurian sepeda motor itu. Beberapa hari sebelum kejadian, dia meminjam motor korban. Selanjutnya dia memotret kunci motor tersebut. Dengan bekal foto kunci motor itulah dia membuat duplikat kunci motor. ”Kunci duplikat itulah yang digunakan pelaku untuk mengambil motor temannya itu,” bebernya.

Ya, aksi culas itu telah direncanakan Sukma dengan cukup matang. Dia memang sengaja memancing temannya datang ke tempat kos. Saat Andika menelepon, sebenarnya dia tengah berada di wilayah Kota Banyuwangi, bukan di Srono seperti halnya pengakuannya.

Ketika Andika lengah dan tengah berada di dalam kamar kos, Sukma datang ke tempat kos miliknya itu. Dia lantas mengambil sepeda motor milik sahabatnya tersebut dengan menggunakan kunci duplikat. Motor curian itu lantas dia titipkan ke rumah salah satu temannya yang lain.

Kanitreskrim Suyono menambahkan, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP. ”Ancaman hukumannya tujuh tahun kurungan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/