alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Perang Sarung Jelang Sahur, Lima Remaja Diamankan Polisi

BANYUWANGI – Aparat kepolisian Polsek Banyuwangi akhirnya menindak tegas sejumlah remaja yang melakukan aksi ”perang sarung” di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat dini hari (15/4/2022). Polisi berhasil mengamankan lima anak baru gede (ABG).

Mereka adalah Muhammad Husni, 18, warga Kelurahan Klatak; Rizky Dwi, 18, warga Kelurahan Lateng; dan tiga anak berusia di bawah umur berinisial CM, 16; RD, 14; dan MA, 16; ketiganya warga Kelurahan Singonegaran.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan tiga buah sarung dan sejumlah pasang sandal yang ditinggal pemiliknya. Barang bukti (BB) dan kelima remaja tersebut langsung dibawa ke polsek untuk diamankan.

Sesampainya di polsek, petugas meminta kelima remaja tersebut memanggil orang tua masing-masing. ”Setidaknya ada lima orang yang kita amankan saat berlangsung aksi perang sarung,” ujar Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin.

Aksi perang sarung terjadi pukul 01.00. Saat itu, sejumlah remaja, termasuk kelima anak tersebut sedang melakukan aksi perang sarung. ”Perang sarung tersebut dilakukan antarkelompok. Mereka saling memukul menggunakan sarung yang diikat bulat hingga keras di bagian atasnya,” katanya.

Dari pengakuan mereka, jelas Kusmin, aksi perang sarung terjadi akibat perselisihan antarkelompok remaja. ”Mereka kita minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dengan disaksikan  oleh orang tuanya,” kata Kusmin.

Para remaja tersebut juga diberi pembinaan untuk tidak terlibat dalam aksi perang sarung. Sedangkan bagi orang tua diminta ikut mengawasi anak-anaknya secara ketat. ”Aksi perang sarung sangat mengganggu ketertiban masyarakat. Yang mana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia,” ungkapnya.

Kusmin menambahkan, aksi perang sarung di jalan raya sangat membahayakan pengguna jalan maupun mereka sendiri. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan mengintensifkan patroli malam. ”Kita sering melakukan patroli malam untuk mencegah terjadinya 3C (curas, curat, curanmor), balap liar, maupun perang sarung,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Aparat kepolisian Polsek Banyuwangi akhirnya menindak tegas sejumlah remaja yang melakukan aksi ”perang sarung” di depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Jumat dini hari (15/4/2022). Polisi berhasil mengamankan lima anak baru gede (ABG).

Mereka adalah Muhammad Husni, 18, warga Kelurahan Klatak; Rizky Dwi, 18, warga Kelurahan Lateng; dan tiga anak berusia di bawah umur berinisial CM, 16; RD, 14; dan MA, 16; ketiganya warga Kelurahan Singonegaran.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan tiga buah sarung dan sejumlah pasang sandal yang ditinggal pemiliknya. Barang bukti (BB) dan kelima remaja tersebut langsung dibawa ke polsek untuk diamankan.

Sesampainya di polsek, petugas meminta kelima remaja tersebut memanggil orang tua masing-masing. ”Setidaknya ada lima orang yang kita amankan saat berlangsung aksi perang sarung,” ujar Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin.

Aksi perang sarung terjadi pukul 01.00. Saat itu, sejumlah remaja, termasuk kelima anak tersebut sedang melakukan aksi perang sarung. ”Perang sarung tersebut dilakukan antarkelompok. Mereka saling memukul menggunakan sarung yang diikat bulat hingga keras di bagian atasnya,” katanya.

Dari pengakuan mereka, jelas Kusmin, aksi perang sarung terjadi akibat perselisihan antarkelompok remaja. ”Mereka kita minta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dengan disaksikan  oleh orang tuanya,” kata Kusmin.

Para remaja tersebut juga diberi pembinaan untuk tidak terlibat dalam aksi perang sarung. Sedangkan bagi orang tua diminta ikut mengawasi anak-anaknya secara ketat. ”Aksi perang sarung sangat mengganggu ketertiban masyarakat. Yang mana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia,” ungkapnya.

Kusmin menambahkan, aksi perang sarung di jalan raya sangat membahayakan pengguna jalan maupun mereka sendiri. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan mengintensifkan patroli malam. ”Kita sering melakukan patroli malam untuk mencegah terjadinya 3C (curas, curat, curanmor), balap liar, maupun perang sarung,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/