Rabu, 27 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

PPKM Turun Level, Syarat Naik KA Tetap Sama

17 September 2021, 16: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PPKM Turun Level, Syarat Naik KA Tetap Sama

Share this      

BANYUWANGI – Meski status PPKM di sejumlah daerah Indonesia termasuk Banyuwangi telah turun level, syarat perjalanan naik kereta api (KA) masih tetap sama. Tidak ada perubahan yang signifikan. Di antaranya calon penumpang KA harus sehat, pernah vaksin minimal dosis pertama, serta menunjukkan hasil negatif pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) atau rapid test antigen.

Tidak itu saja, calon penumpang juga wajib mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, serta tidak berinteraksi fisik. ”Untuk syarat perjalanan naik kereta api masih sama, belum ada perubahan terbaru,” ungkap Plh Manajer Humas Daerah Operasi (Daop) 9 Jember Tohari.

Menurut Tohari, sejak awal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) PT KAI Daop 9 Jember hanya mengoperasikan secara terbatas tiga rangkaian kereta api, yakni KA Sritanjung relasi Ketapang Banyuwangi–Lempuyangan Jogjakarta (PP), KA Tawangalun relasi Ketapang–Malang (PP) dan KA Probowangi relasi Ketapang–Surabaya (PP).

Baca juga: PPKM Level 1, Penerbangan Komersial Belum Normal

Di akhir pekan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu juga dioperasikan KA Wijaya Kusuma relasi stasiun Ketapang–Cilacap (PP). Dengan kembali beroperasinya KA Wijaya Kusuma, maka PT KAI Daop 9 Jember mengoperasikan empat rangkaian kereta api. Adapun di masa normal sebelum pandemi, Daop 9 Jember total mengoperasikan 12 rangkaian kereta api. ”Sementara ini untuk KA jarak dekat masih belum beroperasi,” jelas Tohari.

Yang terbaru, kata Tohari, jika pelanggan calon penumpang memesan tiket KA melalui online dan mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), maka saat boarding pass pada tiket akan muncul keterangan jika calon penumpang sudah vaksin dosis pertama atau dosis kedua. ”Kalau mencantumkan NIK, akan terlihat riwayat calon penumpang ini sudah vaksin apa belum. Dengan demikian akan mempermudah dan tidak perlu menunjukkan bukti kartu vaksin atau sertifikat vaksin,” katanya.

Jika pada tiket tertera keterangan sudah divaksin, maka pelanggan atau calon penumpang KA cukup menunjukkan surat keterangan negatif hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) atau rapid test antigen pada petugas. ”Sudah semakin dipermudah dan itu merupakan komitmen PT KAI dalam mendukung upaya pemerintah mencegah risiko penyebaran virus, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” terangnya.

Sementara bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau memiliki penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Selain itu, calon penumpang harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2 x 24 jam atau rapid test antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu masih tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

(bw/ddy/ics/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia