alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Penyeberang Pelabuhan Ketapang Wajib Scan Barcode Sertifikat Vaksin

KALIPURO – Tren pengguna transportasi laut perlahan mulai membaik. Setelah terpukul selama masa PPKM, sejak pekan pertama bulan September okupansi kendaraan pribadi yang menyeberang menggunakan kapal laut mulai meningkat.

Beberapa kendaraan pribadi mulai bermunculan memasuki Pelabuhan Ketapang selama sepekan terakhir. Rata-rata didominasi kendaraan roda empat dan minibus.

Sekretaris DPC Gapasdap Banyuwangi Novi Budiono mengatakan, tren penumpang umum mulai tampak sejak Minggu (12/9) lalu. Setelah sebelumnya kendaraan yang menyeberang hanya didominasi angkutan logistik, kini kendaraan pribadi mulai bermunculan. ”Jadi sejak pengumuman perubahan zona PPKM itu sudah mulai ada perubahan meskipun tidak banyak, perkiraan sekitar 10 persen,” ungkapnya.

Novi menambahkan, jumlah penumpang kapal masih belum signifikan karena level PPKM antara Jawa dan Bali tidak sama. Peraturan di Bali masih lebih ketat daripada Jawa. Sehingga kemungkinan hal itu membuat para wisatawan masih enggan untuk segera bepergian.

Jika nantinya level PPKM di Bali semakin longgar, ada kemungkinan tren penyeberangan untuk penumpang pribadi bisa meningkat. Saat ini jumlah penumpang pribadi dari Bali masih lebih tinggi daripada arah sebaliknya. ”Meskipun kemarin ada penyetaraan harga rapid test, tetap belum memengaruhi. Karena memang aturan di Bali masih ketat,” terang Novi.

GM ASDP Suharto mengatakan, untuk memperlancar perjalanan penumpang kapal terutama terkait persyaratan bukti vaksin, pihaknya sudah mempersiapkan titik-titik scanner barcode untuk calon penumpang. Calon penumpang bisa menunjukkan barcode dari smartphone atau hardcopy mereka untuk persyaratan penyeberangan. ”Di jalur pejalan kaki, roda dua, dan roda empat sudah kita sediakan. Di terminal Sritanjung juga ada,” kata Suharto.

KALIPURO – Tren pengguna transportasi laut perlahan mulai membaik. Setelah terpukul selama masa PPKM, sejak pekan pertama bulan September okupansi kendaraan pribadi yang menyeberang menggunakan kapal laut mulai meningkat.

Beberapa kendaraan pribadi mulai bermunculan memasuki Pelabuhan Ketapang selama sepekan terakhir. Rata-rata didominasi kendaraan roda empat dan minibus.

Sekretaris DPC Gapasdap Banyuwangi Novi Budiono mengatakan, tren penumpang umum mulai tampak sejak Minggu (12/9) lalu. Setelah sebelumnya kendaraan yang menyeberang hanya didominasi angkutan logistik, kini kendaraan pribadi mulai bermunculan. ”Jadi sejak pengumuman perubahan zona PPKM itu sudah mulai ada perubahan meskipun tidak banyak, perkiraan sekitar 10 persen,” ungkapnya.

Novi menambahkan, jumlah penumpang kapal masih belum signifikan karena level PPKM antara Jawa dan Bali tidak sama. Peraturan di Bali masih lebih ketat daripada Jawa. Sehingga kemungkinan hal itu membuat para wisatawan masih enggan untuk segera bepergian.

Jika nantinya level PPKM di Bali semakin longgar, ada kemungkinan tren penyeberangan untuk penumpang pribadi bisa meningkat. Saat ini jumlah penumpang pribadi dari Bali masih lebih tinggi daripada arah sebaliknya. ”Meskipun kemarin ada penyetaraan harga rapid test, tetap belum memengaruhi. Karena memang aturan di Bali masih ketat,” terang Novi.

GM ASDP Suharto mengatakan, untuk memperlancar perjalanan penumpang kapal terutama terkait persyaratan bukti vaksin, pihaknya sudah mempersiapkan titik-titik scanner barcode untuk calon penumpang. Calon penumpang bisa menunjukkan barcode dari smartphone atau hardcopy mereka untuk persyaratan penyeberangan. ”Di jalur pejalan kaki, roda dua, dan roda empat sudah kita sediakan. Di terminal Sritanjung juga ada,” kata Suharto.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/