alexametrics
23.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Onderdil Tak Standar Wajib Diganti

BANYUWANGI – Para pemilik motor protolan yang terjaring razia dipersilakan mengambil motornya di Mapolres Banyuwangi. Syarat pengambilannya, pelanggar harus mengganti suku cadang kendaraan bermotor yang tidak sesuai standar tersebut dengan aslinya. Para pemilik kendaraan harus melakukan sendiri proses penggantian suku cadang tersebut di Mapolres Banyuwangi

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Ris Andrian Yudho Nugroho mengatakan, bagi para pelanggar yang ingin mengambil motor miliknya harus mampu menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) motor yang hendak diambil. ”Jika tidak ada syarat bukti kepemilikan tidak akan kami berikan,” ujarnya.

Selain memiliki surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor (ranmor). Pemilik juga harus memasang dan mengganti suku cadang asli yang sesuai standar pabrikan. Bahkan untuk memastikan pemasangan onderdil aslinya, juga akan diawasi langsung anggota kepolisian. Setelah proses penggantian onderdil selesai. Motor dapat dibawa pulang. Namun demikian, proses penindakan tilang juga harus diterima para pelanggar.

”Sebelum dibawa pulang, para pelanggar tetap kami berikan surat tilang untuk selanjutnya bisa mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Banyuwangi,” tandasnya.

Tidak hanya kendaraan yang terjaring razia yang diamankan di Mapolres Banyuwangi. Sanksi serupa juga diberlakukan bagi kendaraan yang terjaring razia Operasi Patuh Semeru 2018 oleh aparat polsek di seluruh jajaran Polres Banyuwangi. ”Knalpot brong dan suku cadang lain yang tidak sesuai standar pabrikan disita, lalu dimusnahkan agar tidak dipasang lagi. Ini sebagai sanksi untuk menekan penyalahgunaan onderdil tak standar,” tandasnya.

BANYUWANGI – Para pemilik motor protolan yang terjaring razia dipersilakan mengambil motornya di Mapolres Banyuwangi. Syarat pengambilannya, pelanggar harus mengganti suku cadang kendaraan bermotor yang tidak sesuai standar tersebut dengan aslinya. Para pemilik kendaraan harus melakukan sendiri proses penggantian suku cadang tersebut di Mapolres Banyuwangi

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Ris Andrian Yudho Nugroho mengatakan, bagi para pelanggar yang ingin mengambil motor miliknya harus mampu menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) motor yang hendak diambil. ”Jika tidak ada syarat bukti kepemilikan tidak akan kami berikan,” ujarnya.

Selain memiliki surat bukti kepemilikan kendaraan bermotor (ranmor). Pemilik juga harus memasang dan mengganti suku cadang asli yang sesuai standar pabrikan. Bahkan untuk memastikan pemasangan onderdil aslinya, juga akan diawasi langsung anggota kepolisian. Setelah proses penggantian onderdil selesai. Motor dapat dibawa pulang. Namun demikian, proses penindakan tilang juga harus diterima para pelanggar.

”Sebelum dibawa pulang, para pelanggar tetap kami berikan surat tilang untuk selanjutnya bisa mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Banyuwangi,” tandasnya.

Tidak hanya kendaraan yang terjaring razia yang diamankan di Mapolres Banyuwangi. Sanksi serupa juga diberlakukan bagi kendaraan yang terjaring razia Operasi Patuh Semeru 2018 oleh aparat polsek di seluruh jajaran Polres Banyuwangi. ”Knalpot brong dan suku cadang lain yang tidak sesuai standar pabrikan disita, lalu dimusnahkan agar tidak dipasang lagi. Ini sebagai sanksi untuk menekan penyalahgunaan onderdil tak standar,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/