alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kasus PMK Meluas, Peternak Diimbau Tidak Panik 

RADAR BANYUWANGI – Seiring dengan maraknya penyebaran virus PMK, para peternak kini dirundung keresahan. Meski demikian, peternak diminta untuk tetap tenang. ”Para peternak kami imbau tidak panik yang berlebihan karena penyakit PMK bisa disembuhkan. Angka kematiannya juga rendah,” ujar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan M. Khoiri melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner drh Nanang Sugiharto.

Menurut Nanang, penyakit PMK yang menyerang sapi tidak menular pada manusia. Daging ternak yang terpapar PMK juga masih dapat dikonsumsi. ”Kepanikan yang berlebihan bisa mengakibatkan kerugian. Sejak ditemukannya kasus PMK di Banyuwangi, tidak sedikit peternak yang menjual sapinya dengan harga murah,” katanya.

Nanang menyebut, saat ini Banyuwangi memiliki dokter hewan maupun paramedis kesehatan hewan yang jumlahnya 150 orang. Mereka siap memberikan pelayanan kepada peternak.

Dokter hewan di masing-masing kecamatan juga terus melakukan pemantauan ke kandang-kandang sapi. Mereka juga melakukan pencegahan dengan menyemprot kandang serta menjaga kebersihannya. ”Yang kena PMK masih bisa diatasi dan diobati,” tegasnya.

Nanang menegaskan, peternak bisa menjaga ternaknya dengan cara tidak boleh mengizinkan orang luar masuk ke kandang. Apalagi, sampai bersentuhan dan berinteraksi dengan ternak karena manusia juga sebagai vektor penularan. (ddy/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Seiring dengan maraknya penyebaran virus PMK, para peternak kini dirundung keresahan. Meski demikian, peternak diminta untuk tetap tenang. ”Para peternak kami imbau tidak panik yang berlebihan karena penyakit PMK bisa disembuhkan. Angka kematiannya juga rendah,” ujar Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan M. Khoiri melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner drh Nanang Sugiharto.

Menurut Nanang, penyakit PMK yang menyerang sapi tidak menular pada manusia. Daging ternak yang terpapar PMK juga masih dapat dikonsumsi. ”Kepanikan yang berlebihan bisa mengakibatkan kerugian. Sejak ditemukannya kasus PMK di Banyuwangi, tidak sedikit peternak yang menjual sapinya dengan harga murah,” katanya.

Nanang menyebut, saat ini Banyuwangi memiliki dokter hewan maupun paramedis kesehatan hewan yang jumlahnya 150 orang. Mereka siap memberikan pelayanan kepada peternak.

Dokter hewan di masing-masing kecamatan juga terus melakukan pemantauan ke kandang-kandang sapi. Mereka juga melakukan pencegahan dengan menyemprot kandang serta menjaga kebersihannya. ”Yang kena PMK masih bisa diatasi dan diobati,” tegasnya.

Nanang menegaskan, peternak bisa menjaga ternaknya dengan cara tidak boleh mengizinkan orang luar masuk ke kandang. Apalagi, sampai bersentuhan dan berinteraksi dengan ternak karena manusia juga sebagai vektor penularan. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/