alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Gencarkan Sosialisasi Kota Hijau dan Lomba Pertamanan

BANYUWANGI – Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat untuk pengembangan Kota Hijau di Banyuwangi, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang Kabupaten Banyuwangi menggelar Sosialisasi Kota Hijau dan Lomba Pertamanan Banyuwangi.

Acara yang digelar pada hari Senin (14/5) bertempat di Hotel Aston Banyuwangi ini dibuka secara resmi oleh Asisten Adminstrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Banyuwangi, Drs. Agus Siswanto, MM dihadiri perwakilan SKPD di Banyuwangi, Camat se-Banyuwangi, serta perwakilan asosiasi developer perumahan dan komunitas Kota Hijau di Kabupaten Banyuwangi.

Dinas PU CKPR Banyuwangi dalam acara ini mendatangkan narasumber Naniek Kohdrata, S.P.,M.LA, Dosen Prodi Agro Teknologi Universitas Udayana. Adapun materi yang disampaikan dalam acara sosialisasi tersebut adalah konsep kota hijau dan pentingnya penerapan insfrastruktur hijau di kawasan perkotaan dan peranan kota hijau dalam mendukung pariwisata di Banyuwangi.

Sedangkan materi untuk kriteria lomba taman kantor dan lomba taman lingkungan perumahan tahun 2018 disampaikan oleh Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, ST, M.Si.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (PU CKPR) Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, MSi mengatakan, amanat UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang yaitu sebesar 20% untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik dan 10% untuk RTH Privat. Sampai dengan tahun 2017, proporsi RTH publik di Kabupaten Banyuwangi sebesar 15,86% dari target capaian 20% dari target yang diamanatkan oleh UU Nomor 26 tahun 2007.

Untuk memenuhi target proporsi RTH publik, maka diperlukan kerja sama semua stakeholder terkait. Optimalisasi penyediaan RTH di Banyuwangi dapat dilakukan dengan memanfaatkan aset-aset daerah yang belum dimanfaatkan sebagai alternatif lokasi pengembangan RTH.

Menurut Mujiono, isu-isu strategis perkotaan yang mengarah pada degradasi lingkungan ditandai dengan munculnya fenomena perubahan iklim, kenaikan suhu bumi dan peningkatan emisi gas rumah kaca maupun karbondioksida. “Maka perlu langkah efektif arah pembangunan kota yang berkelanjutan menjadi solusi dalam menjawab tantangan menahan laju kerusakan lingkungan” jelas Mujiono.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Banyuwangi, Drs. Agus Siswanto, MM dalam sambutannya mengungkapkan keseimbangan alam dan lingkungan ini perlu dijaga, baik itu ekologi, sosial budayanya. Alhamdulillah, kami sudah bangun beberapa RTH di Banyuwangi di awal 2010. Oleh karena itu, upaya-upaya ini kami mohon dari rekan-rekan camat, stakeholder, dari instansi vertikal, hingga dalam rangka menuju Kota Hijau ini lomba pertamanan juga penting sedangkan untuk sekolah sudah ada Adiwiyata saat ini.

Kami mengajak seluruh stakeholder khususnya para developer perumahan di Banyuwangi untuk berkomitmen mewujudkan konsep kota hijau kabupaten Banyuwangi yang selaras, serasi, seimbang dan berkelanjutan dengan menambah ruang-ruang terbuka hijau publik taman-taman lingkungan di perumahan. “Kami harapkan melalui kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi starting point perwujudan konsep pembangunan kota hijau di Banyuwangi,” ungkap Agus.

BANYUWANGI – Dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat untuk pengembangan Kota Hijau di Banyuwangi, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang Kabupaten Banyuwangi menggelar Sosialisasi Kota Hijau dan Lomba Pertamanan Banyuwangi.

Acara yang digelar pada hari Senin (14/5) bertempat di Hotel Aston Banyuwangi ini dibuka secara resmi oleh Asisten Adminstrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Banyuwangi, Drs. Agus Siswanto, MM dihadiri perwakilan SKPD di Banyuwangi, Camat se-Banyuwangi, serta perwakilan asosiasi developer perumahan dan komunitas Kota Hijau di Kabupaten Banyuwangi.

Dinas PU CKPR Banyuwangi dalam acara ini mendatangkan narasumber Naniek Kohdrata, S.P.,M.LA, Dosen Prodi Agro Teknologi Universitas Udayana. Adapun materi yang disampaikan dalam acara sosialisasi tersebut adalah konsep kota hijau dan pentingnya penerapan insfrastruktur hijau di kawasan perkotaan dan peranan kota hijau dalam mendukung pariwisata di Banyuwangi.

Sedangkan materi untuk kriteria lomba taman kantor dan lomba taman lingkungan perumahan tahun 2018 disampaikan oleh Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang Banyuwangi, Bayu Hadiyanto, ST, M.Si.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (PU CKPR) Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, MSi mengatakan, amanat UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang yaitu sebesar 20% untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik dan 10% untuk RTH Privat. Sampai dengan tahun 2017, proporsi RTH publik di Kabupaten Banyuwangi sebesar 15,86% dari target capaian 20% dari target yang diamanatkan oleh UU Nomor 26 tahun 2007.

Untuk memenuhi target proporsi RTH publik, maka diperlukan kerja sama semua stakeholder terkait. Optimalisasi penyediaan RTH di Banyuwangi dapat dilakukan dengan memanfaatkan aset-aset daerah yang belum dimanfaatkan sebagai alternatif lokasi pengembangan RTH.

Menurut Mujiono, isu-isu strategis perkotaan yang mengarah pada degradasi lingkungan ditandai dengan munculnya fenomena perubahan iklim, kenaikan suhu bumi dan peningkatan emisi gas rumah kaca maupun karbondioksida. “Maka perlu langkah efektif arah pembangunan kota yang berkelanjutan menjadi solusi dalam menjawab tantangan menahan laju kerusakan lingkungan” jelas Mujiono.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Banyuwangi, Drs. Agus Siswanto, MM dalam sambutannya mengungkapkan keseimbangan alam dan lingkungan ini perlu dijaga, baik itu ekologi, sosial budayanya. Alhamdulillah, kami sudah bangun beberapa RTH di Banyuwangi di awal 2010. Oleh karena itu, upaya-upaya ini kami mohon dari rekan-rekan camat, stakeholder, dari instansi vertikal, hingga dalam rangka menuju Kota Hijau ini lomba pertamanan juga penting sedangkan untuk sekolah sudah ada Adiwiyata saat ini.

Kami mengajak seluruh stakeholder khususnya para developer perumahan di Banyuwangi untuk berkomitmen mewujudkan konsep kota hijau kabupaten Banyuwangi yang selaras, serasi, seimbang dan berkelanjutan dengan menambah ruang-ruang terbuka hijau publik taman-taman lingkungan di perumahan. “Kami harapkan melalui kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi starting point perwujudan konsep pembangunan kota hijau di Banyuwangi,” ungkap Agus.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/