alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Tembakan Salvo Iringi Prosesi Pemakaman Ketut Sidera

BANYUWANGI – Banyuwangi kehilangan tokoh perekat kebangsaan, Senin (14/3/2022). I Ketut Sidera berpulang setelah didera penyakit cukup lama. Tokoh agama Hindu sekaligus pejuang nasional tersebut mengembuskan napas terakhir di kediamannya Jalan S. Parman, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi.

Ketut Sidera wafat di usia 92 tahun. Jenazah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria Banyuwangi pukul 14.30, Senin (14/3/2022) dengan penghormatan kemiliteran. Danramil Glagah Kapten (Inf) Didik Yulianto ditunjuk sebagai inspektur upacara pemakaman secara militer.

Pemakaman militer untuk menghormati arwah para pahlawan maupun anggota TNI yang telah mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara. Semasa hidupnya, almarhum adalah pejuang yang baik dan sudah seharusnya dikenang dan dihormati jasa-jasanya sebagai panutan dalam mengemban tugas kepada negara dan bangsa.

”Sebagai bagian dari keluarga besar Kodim 0825 Banyuwangi kami menyampaikan duka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga arwah almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” ujar Didik Yulianto dalam sambutannya.

I Made Pasek Suparta, menantu Ketut Sidera menuturkan, ayah mertuanya meninggal dunia pada Minggu (13/3/2022) pukul 22.17 di kediamannya Jalan S. Parman Banyuwangi. ”Beliau sudah lama sakit dan lumpuh, tapi kalau diajak bicara politik dan bicara keumatan masih nyambung,” ujarnya.

Semasa hidup ayah mertuanya pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur selama 16 tahun. Dia termasuk salah satu pendiri Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. ”Beliau memiliki Surat Keputusan (SK) veteran pejuang Kemerdekaan RI langsung dari Menhankam dan Presiden,” kata Made Pasek.  

Pemakaman Ketut Sidera dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh Banyuwangi. Di antaranya Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Nagara dan anggota DPRD Made Swastiko. Hadir pula tokoh agama Hindu, Suminto.  Pengurus Veteran maupun Dewan Harian Cabang (DHC) 45 juga ikut hadir dalam pemakaman.  

Semasa hidup almarhum yang menikah dengan (alm) I Nengah Nuryati memiliki dua orang anak dan tujuh orang cucu. Almarhum juga aktif di kepengurusan DHC 45 Banyuwangi dan dikenal sebagai sosok yang peduli dengan keberagaman maupun kebangsaan. ”Pak Ketut adalah guru kebangsaan Banyuwangi. Beliau sangat  menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” ujar Miskawi, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Banyuwangi. 

BANYUWANGI – Banyuwangi kehilangan tokoh perekat kebangsaan, Senin (14/3/2022). I Ketut Sidera berpulang setelah didera penyakit cukup lama. Tokoh agama Hindu sekaligus pejuang nasional tersebut mengembuskan napas terakhir di kediamannya Jalan S. Parman, Kelurahan Kebalenan, Banyuwangi.

Ketut Sidera wafat di usia 92 tahun. Jenazah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria Banyuwangi pukul 14.30, Senin (14/3/2022) dengan penghormatan kemiliteran. Danramil Glagah Kapten (Inf) Didik Yulianto ditunjuk sebagai inspektur upacara pemakaman secara militer.

Pemakaman militer untuk menghormati arwah para pahlawan maupun anggota TNI yang telah mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara. Semasa hidupnya, almarhum adalah pejuang yang baik dan sudah seharusnya dikenang dan dihormati jasa-jasanya sebagai panutan dalam mengemban tugas kepada negara dan bangsa.

”Sebagai bagian dari keluarga besar Kodim 0825 Banyuwangi kami menyampaikan duka cita atas meninggalnya almarhum. Semoga arwah almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” ujar Didik Yulianto dalam sambutannya.

I Made Pasek Suparta, menantu Ketut Sidera menuturkan, ayah mertuanya meninggal dunia pada Minggu (13/3/2022) pukul 22.17 di kediamannya Jalan S. Parman Banyuwangi. ”Beliau sudah lama sakit dan lumpuh, tapi kalau diajak bicara politik dan bicara keumatan masih nyambung,” ujarnya.

Semasa hidup ayah mertuanya pernah menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Timur selama 16 tahun. Dia termasuk salah satu pendiri Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi. ”Beliau memiliki Surat Keputusan (SK) veteran pejuang Kemerdekaan RI langsung dari Menhankam dan Presiden,” kata Made Pasek.  

Pemakaman Ketut Sidera dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh Banyuwangi. Di antaranya Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Nagara dan anggota DPRD Made Swastiko. Hadir pula tokoh agama Hindu, Suminto.  Pengurus Veteran maupun Dewan Harian Cabang (DHC) 45 juga ikut hadir dalam pemakaman.  

Semasa hidup almarhum yang menikah dengan (alm) I Nengah Nuryati memiliki dua orang anak dan tujuh orang cucu. Almarhum juga aktif di kepengurusan DHC 45 Banyuwangi dan dikenal sebagai sosok yang peduli dengan keberagaman maupun kebangsaan. ”Pak Ketut adalah guru kebangsaan Banyuwangi. Beliau sangat  menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” ujar Miskawi, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Banyuwangi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/