alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

10 Pelatih Judo Diajak Buat Kurikulum Atlet

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Terbatasnya aktifitas kejuaraan di tengah pandemi membuat pengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Banyuwangi akhirnya memilih untuk mengupgrade kemampuan para pelatihanya. Kemarin (13/12) mereka mengumpulkan 10 orang pelatih yang terdiri dari 3 orang pemegang sabuk hitam dan 7 orang pelatih penyandang sabuk coklat.

Mereka diberi materi seputar coaching clinic dari jenjang atlet dasar sampai pembuatan kurikulum kepelatihan. Ketua PJSI Banyuwangi, Veronica Imelda Partowidjojo mengatakan saat ini ada 11 Dojo Judo di Banyuwangi. Agar semuanya mendapatkan materi pelatihan yang sama bobotnya, PJSI bersama KONI membekali para pelatih terkait ilmu-ilmu kepelatihan olahraga, khususnya Judo.

Para pelatih menurutnya diberi materi untuk membedakan mana teknik melatih untuk atlet pemula sampai senior. Selain memilah teknik, para pelatih juga diajari untuk membuat kurikulum sendiri. Jadi nantinya ke depan, diharapkan semua pelatih memiliki acuan kurikulum yang bisa digunakan di masing-masing klub. “Karena masih pandemi, kita juga belum berani mengirim atlet untuk mengikuti even di luar daerah, Mungkin nanti kita gelar latihan bersama terbatas saja. Hari ini pelatih kita ajari  punya standar untuk bekal mereka melatih,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi, Mukayin menambahkan dengan metode kepelatihan yang tertata melalui program dan kurikulum yang jelas, para pelatih menurutnya bisa memetakan bagaimana perkembangan atlet mereka. Mukayin melihat, masih banyak cabor yang melatih dengan standar kepelatihan tradisional.

Sehingga tolok ukur perkembangan atlet tidak bisa dilihat secara utuh. Mukayin mencontohkan, seperti untuk atlet pemula, mereka tidak mungkin diberi materi seperti atlet junior atau senior. harus ada tahapan pemberian materi termasuk pola pemberian materi tersebut. Agar atlet tidak gampang jenuh, tapi bisa tetap maksimal menerima materi dari pelatih.

Dia juga berharap, cabor Judo nantinya menciptakan produk  berupa kerangka pelatihan bela diri yang bisa diadopsi semua klubnya. “Sukur-sukur judo bisa membuat modul sendiri, jadi bisa digunakan acuan untuk cabor lainya terutama yang sesama bela diri,”pungkasnya.

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Terbatasnya aktifitas kejuaraan di tengah pandemi membuat pengurus Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Banyuwangi akhirnya memilih untuk mengupgrade kemampuan para pelatihanya. Kemarin (13/12) mereka mengumpulkan 10 orang pelatih yang terdiri dari 3 orang pemegang sabuk hitam dan 7 orang pelatih penyandang sabuk coklat.

Mereka diberi materi seputar coaching clinic dari jenjang atlet dasar sampai pembuatan kurikulum kepelatihan. Ketua PJSI Banyuwangi, Veronica Imelda Partowidjojo mengatakan saat ini ada 11 Dojo Judo di Banyuwangi. Agar semuanya mendapatkan materi pelatihan yang sama bobotnya, PJSI bersama KONI membekali para pelatih terkait ilmu-ilmu kepelatihan olahraga, khususnya Judo.

Para pelatih menurutnya diberi materi untuk membedakan mana teknik melatih untuk atlet pemula sampai senior. Selain memilah teknik, para pelatih juga diajari untuk membuat kurikulum sendiri. Jadi nantinya ke depan, diharapkan semua pelatih memiliki acuan kurikulum yang bisa digunakan di masing-masing klub. “Karena masih pandemi, kita juga belum berani mengirim atlet untuk mengikuti even di luar daerah, Mungkin nanti kita gelar latihan bersama terbatas saja. Hari ini pelatih kita ajari  punya standar untuk bekal mereka melatih,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi, Mukayin menambahkan dengan metode kepelatihan yang tertata melalui program dan kurikulum yang jelas, para pelatih menurutnya bisa memetakan bagaimana perkembangan atlet mereka. Mukayin melihat, masih banyak cabor yang melatih dengan standar kepelatihan tradisional.

Sehingga tolok ukur perkembangan atlet tidak bisa dilihat secara utuh. Mukayin mencontohkan, seperti untuk atlet pemula, mereka tidak mungkin diberi materi seperti atlet junior atau senior. harus ada tahapan pemberian materi termasuk pola pemberian materi tersebut. Agar atlet tidak gampang jenuh, tapi bisa tetap maksimal menerima materi dari pelatih.

Dia juga berharap, cabor Judo nantinya menciptakan produk  berupa kerangka pelatihan bela diri yang bisa diadopsi semua klubnya. “Sukur-sukur judo bisa membuat modul sendiri, jadi bisa digunakan acuan untuk cabor lainya terutama yang sesama bela diri,”pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/