Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Terseret Arus, KMP Tunu Pratama Kandas di Gilimanuk

14 Oktober 2021, 06: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Terseret Arus, KMP Tunu Pratama Kandas di Gilimanuk

KANDAS: KMP Tunu Pratama terseret di perairan Teluk Gilimanuk Minggu (11/10) malam. Semua penumpang selamat dalam insiden tersebut. (Anom For RadarBanyuwangi.id)

Share this      

KALIPURO – Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya-3888 mengalami musibah tak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk, Minggu malam (11/10). Kapal tiba-tiba terseret arus hingga ke wilayah Teluk Gilimanuk. Tidak ada korban jiwa dalam insiden pukul 22.30 tersebut.

Kapal yang mengangkut 5 truk tronton, 9 truk berat, 2 truk sedang, serta 17 orang penumpang itu akhirnya bisa keluar dari teluk. Kapal dengan bobot 781 GT itu berhasil sandar dengan selamat di dermaga LCM Gilimanuk.

KMP Tunu berlayar dari Pelabuhan Ketapang pukul 21.45. Ketika mendekati dermaga Landing Craf Machine (LCM) Gilimanuk, kapal tiba-tiba terseret arus. Kapal terus terbawa hingga ke wilayah teluk Gilimanuk.

Baca juga: Sebanyak 29 Kios Pasar milik Pedagang Ludes

KMP Tunu yang dinakhodai Mufidul Anwar kemudian kandas di perairan dangkal sekitar pukul 22.30, berjarak 30 meter sebelah timur Pura Segara, Gilimanuk.

Nakhoda kapal sempat melakukan gerak agar kapal lepas dari posisi kandas. Berhubung air masih surut, KMP Tunu tak bisa bergerak lebih jauh. Setelah hampir dua jam kandas, air laut mulai pasang.

Koordinator Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali-NTB Satuan Pelayanan (Satpel) Gilimanuk I Nyoman Sastrawan mengatakan, kandasnya KMP Tunu Pratama Jaya disebabkan hanyut terseret arus. Sehingga membuat kapal tak bisa berjalan sesuai jalurnya lalu kandas di timur Pura Segara Gilmanuk. ”Saat kandas tidak sampai dilakukan evakuasi penumpang. Kapal bisa kembali ke pelabuhan Gilimanuk dan sandar dengan selamat,” ujarnya

Sementara itu, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Semua penumpang yang ada di dalam kapal dilaporkan selamat. ”Sebenarnya cuaca juga sedang tidak buruk. Tapi di Selat Bali kita tidak bisa memprediksi, semuanya bisa terjadi tiba-tiba. Kita minta semuanya terutama operator kapal tetap berhati-hati,” ujar Kepala KSOP Tanjung Wangi Letkol Marinir Benyamin Ginting.

(bw/fre/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia