alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Penjual Kembang Api Diminta Taat Aturan

ROGOJAMPI – Penjualan kembang api kembali marak selama bulan Ramadan. Untuk itu, aparat Polsek Rogojampi melakukan pengawasan terhadap sejumlah toko dan pedagang kaki lima (PKL) yang menjual kembang api di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (12/4).

Dalam patroli dialogis tersebut, personel Polsek Rogojampi mengingatkan kepada penjual agar mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Yakni, pedagang hanya diperkenankan menjual kembang api dengan diameter kurang dari 2 inci.

Dari hasil patroli tersebut, tidak ditemukan pedagang kembang api yang melanggar ketentuan. ”Pengawasan ini sekaligus untuk mencegah terjadinya bahaya yang tidak diinginkan akibat dari penggunaan kembang api,” ungkap Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono.

Pengawasan tersebut, kata Sudarsono, dilakukan berdasar Peraturan Kapolri Nomor 17 tahun 2017 tentang Pengawasan, Pengendalian, dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial. Pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas jika ditemukan adanya penjual kembang api yang melanggar peraturan tersebut.

Sudarsono meminta para pedagang untuk ikut mengingatkan pembeli agar tidak menyalakan kembang api di dekat masjid atau rumah ibadah. Dia juga meminta agar pedagang tidak menjual petasan atau kembang api kepada anak-anak tanpa didampingi orang tuanya.

”Kami juga mengimbau bagi para orang tua untuk mengawasi anak-anak jika bermain kembang api. Jangan korbankan anak demi kesenangan sesaat tapi berakibat fatal pada keselamatan anak-anak,” tandasnya.

ROGOJAMPI – Penjualan kembang api kembali marak selama bulan Ramadan. Untuk itu, aparat Polsek Rogojampi melakukan pengawasan terhadap sejumlah toko dan pedagang kaki lima (PKL) yang menjual kembang api di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (12/4).

Dalam patroli dialogis tersebut, personel Polsek Rogojampi mengingatkan kepada penjual agar mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Yakni, pedagang hanya diperkenankan menjual kembang api dengan diameter kurang dari 2 inci.

Dari hasil patroli tersebut, tidak ditemukan pedagang kembang api yang melanggar ketentuan. ”Pengawasan ini sekaligus untuk mencegah terjadinya bahaya yang tidak diinginkan akibat dari penggunaan kembang api,” ungkap Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono.

Pengawasan tersebut, kata Sudarsono, dilakukan berdasar Peraturan Kapolri Nomor 17 tahun 2017 tentang Pengawasan, Pengendalian, dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial. Pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas jika ditemukan adanya penjual kembang api yang melanggar peraturan tersebut.

Sudarsono meminta para pedagang untuk ikut mengingatkan pembeli agar tidak menyalakan kembang api di dekat masjid atau rumah ibadah. Dia juga meminta agar pedagang tidak menjual petasan atau kembang api kepada anak-anak tanpa didampingi orang tuanya.

”Kami juga mengimbau bagi para orang tua untuk mengawasi anak-anak jika bermain kembang api. Jangan korbankan anak demi kesenangan sesaat tapi berakibat fatal pada keselamatan anak-anak,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/