alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Hadapi Musim Kemarau, Waspadai Kebakaran Hutan

BANYUWANGI – Momen bulan suci Ramadan diwarnai dengan peralihan musim penghujan ke kemarau. Berdasar pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Banyuwangi terbagi dua musim.

Banyuwangi bagian timur dan tengah memasuki musim kemarau. Sedangkan di wilayah Banyuwangi bagian barat masih memasuki peralihan musim hingga awal Mei mendatang. ”Kita sudah memasuki musim kemarau, namun sebagian wilayah masih memasuki peralihan musim,” ujar prakirawan BMKG Banyuwangi Ganis Diah.

Ganis menjelaskan, peralihan musim di sebagian wilayah Banyuwangi berdampak pada tidak stabilnya cuaca. Kondisi ini berpotensi menimbulkan angin kencang maupun hujan es. ”Masyarakat tetap harus mewaspadai bencana alam maupun hujan es yang bisa terjadi kapan saja,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta menjaga imunitas tubuh untuk menghadapi musim kemarau. Apalagi, pada momen bulan Ramadan seperti sekarang ini, cuaca panas bisa mengakibatkan dehidrasi. ”Kondisi tubuh harus tetap dijaga agar bisa menjalankan ibadah puasa di tengah musim kemarau,” kata Ganis.

Menghadapi musim kemarau 2022, BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mewaspadai wilayah-wilayah yang akan memasuki musim kemarau lebih awal. ”Perlu adanya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya,” terang Ganis.

Masyarakat dimohon siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kekurangan air bersih.

BANYUWANGI – Momen bulan suci Ramadan diwarnai dengan peralihan musim penghujan ke kemarau. Berdasar pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Banyuwangi terbagi dua musim.

Banyuwangi bagian timur dan tengah memasuki musim kemarau. Sedangkan di wilayah Banyuwangi bagian barat masih memasuki peralihan musim hingga awal Mei mendatang. ”Kita sudah memasuki musim kemarau, namun sebagian wilayah masih memasuki peralihan musim,” ujar prakirawan BMKG Banyuwangi Ganis Diah.

Ganis menjelaskan, peralihan musim di sebagian wilayah Banyuwangi berdampak pada tidak stabilnya cuaca. Kondisi ini berpotensi menimbulkan angin kencang maupun hujan es. ”Masyarakat tetap harus mewaspadai bencana alam maupun hujan es yang bisa terjadi kapan saja,” jelasnya.

Masyarakat juga diminta menjaga imunitas tubuh untuk menghadapi musim kemarau. Apalagi, pada momen bulan Ramadan seperti sekarang ini, cuaca panas bisa mengakibatkan dehidrasi. ”Kondisi tubuh harus tetap dijaga agar bisa menjalankan ibadah puasa di tengah musim kemarau,” kata Ganis.

Menghadapi musim kemarau 2022, BMKG mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mewaspadai wilayah-wilayah yang akan memasuki musim kemarau lebih awal. ”Perlu adanya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya,” terang Ganis.

Masyarakat dimohon siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kekurangan air bersih.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/