Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Dua Pekan, Ringkus 8 Pelaku Pencabulan

14 Januari 2022, 16: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Dua Pekan, Ringkus 8 Pelaku Pencabulan

PAMERKAN TANGKAPAN: Kapolresta Kombespol Nasrun Pasaribu membeber barang bukti milik delapan pelaku pencabulan di Mapolresta Banyuwangi, Kamis (13/1). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Unit Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap delapan kasus pencabulan yang terjadi di wilayah hukum  Banyuwangi dalam kurun waktu dua pekan. Delapan pelakunya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Delapan pelaku tersebut adalah IN, 20, warga Kecamatan Siliragung; OR, 18, warga Kecamatan Sempu; AD, 16, warga Kecamatan Sempu; H, 65, warga Kecamatan Banyuwangi; S, 20, asal Kecamatan Rogojampi; SR, 49, warga Kecamatan Tegaldlimo; SW, 36, warga Kecamatan Cluring; dan AA, 47, warga Kecamatan Muncar.

Mereka dipamerkan langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu di halaman Polresta Banyuwangi kemarin (13/1). Dalam konferensi pers tersebut, para tersangka dikenakan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76e UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Baca juga: Truk Pecah Ban, Antre Mengular di Tikungan Gladag

”Pengungkapan kasus ini dilakukan sejak akhir tahun 2021 hingga pertengahan Januari 2022. Delapan orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Salah satu tersangka usianya masih di bawah umur,” ujar Nasrun.

Dari beberapa laporan yang sudah ditangani, jelas Nasrun, salah satu modus pelaku mengajak korbannya ke sebuah perkebunan dan memaksa korban untuk melayani nafsu bejatnya. Korban bahkan ada yang diancam dan dipukul menggunakan kayu hingga korban tak berdaya. ”Tempat tinggal para pelaku dengan korban masih berada di sekitar lingkungannya. Korban pencabulan masih berusia di bawah umur. Sehingga, cukup cepat langkah yang diambil oleh petugas,” katanya.

Nasrun mengatakan, respons cepat penanganan kasus di lingkungan masyarakat dalam rangka melaksanakan program Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ”Respons cepat ini untuk pengendalian masalah atau tindak pidana di lingkungan masyarakat. Ini sesuai arahan dan program Kapolri, merespons cepat dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat,” ungkapnya.

Nasrun menjelaskan, kepolisian tetap melakukan pendampingan, kontroling, serta memberikan konseling terhadap korban pencabulan yang rata-rata menimpa anak usia di bawah umur. ”Kasus persetubuhan anak atau pencabulan ini harus kita waspadai bersama. Kita tidak mengetahui posisi ataupun motif pelaku melakukan perbuatan tindak pidana. Akan tetapi, jika kita melakukan pengawasan secara bersama-sama, kita akan dapat mengantisipasi terjadinya tindak pidana,” terangnya.

Nasrun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut dalam melaporkan permasalahan ataupun temuan kasus serupa. Semua laporan akan segera ditindaklanjuti oleh petugas. ”Polri secara rutin memberikan edukasi, penyuluhan di sekolah, maupun di lingkungan tempat tinggal masyarakat dalam rangka mengantisipasi tindak kejahatan seksual ini. Karena umumnya, kejahatan seksual ini biasanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan,”pungkasnya.

(bw/rio/aif/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia