alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Pengayom Keluarga, Panutan Tetangga

JawaPos.com – Duka mendalam dirasakan banyak pihak atas meninggalnya Andang C.Y. Bukan hanya kehilangan sosok yang telah berjasa besar dalam bidang seni dan budaya, kepergian Andang mengakibatkan keluarga kehilangan sosok pengayom. Sedangkan tetangga merasa kehilangan sosok panutan.

Putri bungsu Andang, Endriyadi Nusabella, mengatakan semasa hidup Andang sangat menyayangi dirinya dan keluarganya. ”Bapak sangat penyabar dan bijaksana. Juga sangat mengayomi keluarga,” kenangnya diiyakan sang kakak, Emidiana.

Menurut Endriyani, saking sayangnya, Andang seolah bisa membaca pikiran anak-anaknya. Terutama apabila sang anak mengalami kesulitan. ”Saat kami kesulitan, Bapak selalu bertanya, kesulitan apa yang kami alami. Beliau pasti membantu semampunya. Namun, saat ini beliau sudah pergi. Kami kehilangan sosok yang penyabar, bijaksana, dan mengayomi itu,” kata dia sembari terisak.

Endriyani mengungkapkan, saat dirawat di rumah sakit (RS), Andang sempat mengatakan kepada istrinya, Suliha, bahwa tugasnya belum selesai. ”Bapak bilang ada berkas yang mau diberikan kepada Pak Bupati. Namun saya tidak tahu berkas apa yang dimaksud. Mungkin berkas karya-karya beliau semasa hidup,” duganya.

Kini, sepeninggal Andang, Endriyani berharap generasi muda bisa melanjutkan apa yang telah dilakukan Andang. ”Mudah-mudahan ada yang lebih dari bapak, bisa mengharumkan nama Banyuwangi,” harapnya.

Salah satu tetangga dekat Andang, A. Rahmatulloh Jhon menuturkan, sosok Andang adalah salah satu panutan para tetangga. ”Beliau tidak neko-neko. Beliau kerap memberi wejangan, nasihat, sumbang saran untuk warga. Mulai anak-anak hingga orang-orang usia sebayanya, Pak Andang menjadi panutan. Beliau panutan warga Lingkungan Welaran, khususnya RT 04, RW I,” kata dia.

Jhon menambahkan, wejangan atau nasihat yang diberikan Andang bukan melulu dengan kata-kata. Sebaliknya, nasihat itu juga tergambar dari perilakunya sehari-hari. ”Karena apa yang beliau lakukan, sesuai saran dan masukannya.

Beliau aktif dalam jamiyah, kegiatan sosial keagamaan, maupun kegiatan sosial yang lain,” ujarnya.

Hal senada dilontarkan salah satu seniman Banyuwangi, Yudhi Kurnia. Menurut dia, Andang adalah sosok yang baik dan dermawan. Andang pun layak menjadi panutan kalangan seniman Banyuwangi. ”Dalam mencipta lagu, sastra bahasanya sangat bagus. Bukan lirik lagu yang kurang mendidik seperti yang jamak dijumpai akhir-akhir ini,” ujarnya.

Yudhi menambahkan, dirinya pernah membawakan lagu karya Andang, yakni Kembang Pilihan dan Grahono. Dia juga pernah membawakan lagu Umbul-Umbul Blambangan saat mengikuti lomba di Surabaya dan berhasil menjadi jawara di perlombaan yang digelar tahun 1980-an tersebut.

JawaPos.com – Duka mendalam dirasakan banyak pihak atas meninggalnya Andang C.Y. Bukan hanya kehilangan sosok yang telah berjasa besar dalam bidang seni dan budaya, kepergian Andang mengakibatkan keluarga kehilangan sosok pengayom. Sedangkan tetangga merasa kehilangan sosok panutan.

Putri bungsu Andang, Endriyadi Nusabella, mengatakan semasa hidup Andang sangat menyayangi dirinya dan keluarganya. ”Bapak sangat penyabar dan bijaksana. Juga sangat mengayomi keluarga,” kenangnya diiyakan sang kakak, Emidiana.

Menurut Endriyani, saking sayangnya, Andang seolah bisa membaca pikiran anak-anaknya. Terutama apabila sang anak mengalami kesulitan. ”Saat kami kesulitan, Bapak selalu bertanya, kesulitan apa yang kami alami. Beliau pasti membantu semampunya. Namun, saat ini beliau sudah pergi. Kami kehilangan sosok yang penyabar, bijaksana, dan mengayomi itu,” kata dia sembari terisak.

Endriyani mengungkapkan, saat dirawat di rumah sakit (RS), Andang sempat mengatakan kepada istrinya, Suliha, bahwa tugasnya belum selesai. ”Bapak bilang ada berkas yang mau diberikan kepada Pak Bupati. Namun saya tidak tahu berkas apa yang dimaksud. Mungkin berkas karya-karya beliau semasa hidup,” duganya.

Kini, sepeninggal Andang, Endriyani berharap generasi muda bisa melanjutkan apa yang telah dilakukan Andang. ”Mudah-mudahan ada yang lebih dari bapak, bisa mengharumkan nama Banyuwangi,” harapnya.

Salah satu tetangga dekat Andang, A. Rahmatulloh Jhon menuturkan, sosok Andang adalah salah satu panutan para tetangga. ”Beliau tidak neko-neko. Beliau kerap memberi wejangan, nasihat, sumbang saran untuk warga. Mulai anak-anak hingga orang-orang usia sebayanya, Pak Andang menjadi panutan. Beliau panutan warga Lingkungan Welaran, khususnya RT 04, RW I,” kata dia.

Jhon menambahkan, wejangan atau nasihat yang diberikan Andang bukan melulu dengan kata-kata. Sebaliknya, nasihat itu juga tergambar dari perilakunya sehari-hari. ”Karena apa yang beliau lakukan, sesuai saran dan masukannya.

Beliau aktif dalam jamiyah, kegiatan sosial keagamaan, maupun kegiatan sosial yang lain,” ujarnya.

Hal senada dilontarkan salah satu seniman Banyuwangi, Yudhi Kurnia. Menurut dia, Andang adalah sosok yang baik dan dermawan. Andang pun layak menjadi panutan kalangan seniman Banyuwangi. ”Dalam mencipta lagu, sastra bahasanya sangat bagus. Bukan lirik lagu yang kurang mendidik seperti yang jamak dijumpai akhir-akhir ini,” ujarnya.

Yudhi menambahkan, dirinya pernah membawakan lagu karya Andang, yakni Kembang Pilihan dan Grahono. Dia juga pernah membawakan lagu Umbul-Umbul Blambangan saat mengikuti lomba di Surabaya dan berhasil menjadi jawara di perlombaan yang digelar tahun 1980-an tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/