alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

Pasar Hewan Tutup, Peternak Sapi Merugi

RadarBanyuwangi.id – Dampak wabah virus korona mengancam para peternak dan pedagang sapi. Pasalnya, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejumlah pasar hewan di Banyuwangi tutup.

Kondisi itu menyebabkan para peternak dan pedagang merugi. Betapa tidak, setiap hari para peternak dan pedagang harus mengeluarkan biaya perawatan terus-menerus, namun tak bisa menjual sapi dagangannya.

Bagas, 23, salah seorang pedagang asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh mengatakan, selama pandemi ini harga sapi merosot drastis. Sepinya pembeli di pasar hewan ini diduga karena faktor turunnya daya beli masyarakat.

Parahnya, kata Bagas sudah hampir tiga minggu ini sejumlah pasar hewan di Banyuwangi ditutup sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus korona. ”Kalau kondisi ini terus-terusan, para pedagang akan merugi tambah besar,” katanya.

Sebagai pedagang sapi, Bagas berharap penutupan pasar hewan ini tidak berlangsung terlalu lama. Supaya masyarakat kecil dan para pedagang sapi dapat tetap mencari nafkah dan memperoleh penghasilan di pasar.

Pedagang sapi beralasan penutupan pasar semakin membuat mereka merugi, lantaran harus mengeluarkan lagi biaya tambahan untuk perawatan sapi. ”Jelas ini berdampak bagi kami para pedagang sapi. Penutupan pasar saya bukan solusi tepat. Karena kami terus mengeluarkan biaya tambahan untuk pakan dan merawat sapi. Sementara kondisi saat ini sepi pembeli,” keluh Bagas.

Hal senada juga diungkapkan H Fauzi, pedagang sapi lainnya. Menurutnya pandemi virus korona sangat berdampak pada jual beli sapi yang dibawa ke pasar hewan. Sudah hampir dua tahun ini sapi yang terjual menurun drastis.

Akibatnya, banyak pedagang yang terpaksa kembali membawa pulang sapi dagangan mereka. Keadaan ini yang membuat para pedagang harus merogoh kocek lebih untuk biaya transportasi sapi. ”Pasar hewan buka saja masih sepi, apalagi kalau tutup. Kami berharap agar ada kebijakan agar kami bisa tetap bisa menjual sapi dagangan kami melalui pasar hewan di Banyuwangi,” tandas Fauzi. (ddy/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Dampak wabah virus korona mengancam para peternak dan pedagang sapi. Pasalnya, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejumlah pasar hewan di Banyuwangi tutup.

Kondisi itu menyebabkan para peternak dan pedagang merugi. Betapa tidak, setiap hari para peternak dan pedagang harus mengeluarkan biaya perawatan terus-menerus, namun tak bisa menjual sapi dagangannya.

Bagas, 23, salah seorang pedagang asal Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh mengatakan, selama pandemi ini harga sapi merosot drastis. Sepinya pembeli di pasar hewan ini diduga karena faktor turunnya daya beli masyarakat.

Parahnya, kata Bagas sudah hampir tiga minggu ini sejumlah pasar hewan di Banyuwangi ditutup sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus korona. ”Kalau kondisi ini terus-terusan, para pedagang akan merugi tambah besar,” katanya.

Sebagai pedagang sapi, Bagas berharap penutupan pasar hewan ini tidak berlangsung terlalu lama. Supaya masyarakat kecil dan para pedagang sapi dapat tetap mencari nafkah dan memperoleh penghasilan di pasar.

Pedagang sapi beralasan penutupan pasar semakin membuat mereka merugi, lantaran harus mengeluarkan lagi biaya tambahan untuk perawatan sapi. ”Jelas ini berdampak bagi kami para pedagang sapi. Penutupan pasar saya bukan solusi tepat. Karena kami terus mengeluarkan biaya tambahan untuk pakan dan merawat sapi. Sementara kondisi saat ini sepi pembeli,” keluh Bagas.

Hal senada juga diungkapkan H Fauzi, pedagang sapi lainnya. Menurutnya pandemi virus korona sangat berdampak pada jual beli sapi yang dibawa ke pasar hewan. Sudah hampir dua tahun ini sapi yang terjual menurun drastis.

Akibatnya, banyak pedagang yang terpaksa kembali membawa pulang sapi dagangan mereka. Keadaan ini yang membuat para pedagang harus merogoh kocek lebih untuk biaya transportasi sapi. ”Pasar hewan buka saja masih sepi, apalagi kalau tutup. Kami berharap agar ada kebijakan agar kami bisa tetap bisa menjual sapi dagangan kami melalui pasar hewan di Banyuwangi,” tandas Fauzi. (ddy/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/