alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Belasan Kambing di Segobang Mendadak Mati, Diduga Terpapar Wabah PMK

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan kambing milik  Kusayik, 35, warga Desa Segobang, Kecamatan Licin,  mendadak mati kemarin (12/6). Total ada  ada 12 ekor kambinyang mati  secara misterius tersebut.

Hewan ternak tersebut  mati dalam kurun waktu dua pekan terakhir tanpa menunjukkan gejala apapun. ”Tidak ada gejala sama sekali, tiba-tiba mati. Padahal makanan yang diberikan juga normal seperti biasa,” ujar Kusayik.

Menurut dia, kematian kambing tersebut  selalu  mengeluarkan busa di  mulutnya. Setiap hari ada satu ekor hingga dua ekor yang mengalami kematian. ”Saat mati mengeluarkan busa, kambing  seketika lemas dan ditemukan sudah tidak bisa diselamatkan,” katanya.

Kusayik menduka  kambingnya terserang  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).  “Dugaan awal dikarenakan PMK, karena ternak milik tetangganya juga divonis terkonfirmasi PMK oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi,” terangnya.

MATI: Kondisi kambing milik Kusayik mendadak mati saat berada di kandang di Desa Segobang, Kecamatan Licin, kemarin (12/6). (Kusayik For RadarBanyuwangi.id)

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi drh Nanang Sugiarto menjelaskan, matinya kambing secara mendadak tersebut bukan karena PMK. ”Perlu diluruskan, kejadian tersebut sudah kami klarifikasi di lapangan dengan tim di sana. Hasil surveilans kematian karena punya penyakit kembung,” katanya.

Kembung  jelas Nanang, biasanya disebut juga bloat pada ternak. Hal ini memicu  penyebab utama kematian mendadak pada ternak. ”Penyebabnya bisa macam-macam. Seperti makanan, kondisi cuaca dan sebagainya,” paparnya.

Nanang meminta masyarakat peternak tidak resah adanya PMK yang sudah masuk ke Banyuwangi. Menurut Nanang, PMK  masih bisa disembuhkan. Caranya  dengan menjaga pola kebersihan kandang dan antisioasi dini  mengetahui ada dan tidaknya penyakit ternak. ”Kita memang harus waspada terkait penyebaran PMK, tapi bukan berarti untuk menjustifikasi bahwa semua kejadian diakibatkan oleh PMK,” tegasnya.(rio/aif)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan kambing milik  Kusayik, 35, warga Desa Segobang, Kecamatan Licin,  mendadak mati kemarin (12/6). Total ada  ada 12 ekor kambinyang mati  secara misterius tersebut.

Hewan ternak tersebut  mati dalam kurun waktu dua pekan terakhir tanpa menunjukkan gejala apapun. ”Tidak ada gejala sama sekali, tiba-tiba mati. Padahal makanan yang diberikan juga normal seperti biasa,” ujar Kusayik.

Menurut dia, kematian kambing tersebut  selalu  mengeluarkan busa di  mulutnya. Setiap hari ada satu ekor hingga dua ekor yang mengalami kematian. ”Saat mati mengeluarkan busa, kambing  seketika lemas dan ditemukan sudah tidak bisa diselamatkan,” katanya.

Kusayik menduka  kambingnya terserang  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).  “Dugaan awal dikarenakan PMK, karena ternak milik tetangganya juga divonis terkonfirmasi PMK oleh petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi,” terangnya.

MATI: Kondisi kambing milik Kusayik mendadak mati saat berada di kandang di Desa Segobang, Kecamatan Licin, kemarin (12/6). (Kusayik For RadarBanyuwangi.id)

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi drh Nanang Sugiarto menjelaskan, matinya kambing secara mendadak tersebut bukan karena PMK. ”Perlu diluruskan, kejadian tersebut sudah kami klarifikasi di lapangan dengan tim di sana. Hasil surveilans kematian karena punya penyakit kembung,” katanya.

Kembung  jelas Nanang, biasanya disebut juga bloat pada ternak. Hal ini memicu  penyebab utama kematian mendadak pada ternak. ”Penyebabnya bisa macam-macam. Seperti makanan, kondisi cuaca dan sebagainya,” paparnya.

Nanang meminta masyarakat peternak tidak resah adanya PMK yang sudah masuk ke Banyuwangi. Menurut Nanang, PMK  masih bisa disembuhkan. Caranya  dengan menjaga pola kebersihan kandang dan antisioasi dini  mengetahui ada dan tidaknya penyakit ternak. ”Kita memang harus waspada terkait penyebaran PMK, tapi bukan berarti untuk menjustifikasi bahwa semua kejadian diakibatkan oleh PMK,” tegasnya.(rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/