alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

PHDI Waspadai Radikalisme

BANYUWANGI –Radikalisme mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berasaskan Pancasila. Sikap radikal dapat dilakukan kepada sesama pemeluk agama, penganut agama lain, masyarakat yang berbeda budaya, bahkan kepada negara.

Pendapat itu disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyuwangi Suminto di hadapan sedikitnya 150 tokoh agama Hindu di aula Uniba kemarin siang (9/11).

Menurut Suminto, sikap radikal dalam beragama lahir akibat keyakinan atas kebenaran absolut yang sempit dan kurang literasi. Dengan beragama, kita meyakini kebenaran absolut. Untuk itu, dibutuhkan moderasi beragama.

Pasalnya, imbuh Suminto, manusia terus berkembang dan beragam, termasuk keragaman tafsir agama yang berpotensi menimbulkan konflik agama. Nah, agama hadir untuk menjaga harkat manusia dan melindungi nyawa manusia. ”Moderasi beragama juga untuk menjaga keindonesiaan kita,” tegasnya saat menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan penyuluhan pendidikan politik kebangsaan bagi masyarakat tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi itu dibuka oleh Kepala Bidang Budaya, Politik, dan HAM Adnan Kohar. Acara tersebut mengangkat tema ”Meningkatkan Sinergitas dan Harmonisasi Umat Hindu sebagai Wujud Moderasi Beragama di Era Digital”. 

BANYUWANGI –Radikalisme mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berasaskan Pancasila. Sikap radikal dapat dilakukan kepada sesama pemeluk agama, penganut agama lain, masyarakat yang berbeda budaya, bahkan kepada negara.

Pendapat itu disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyuwangi Suminto di hadapan sedikitnya 150 tokoh agama Hindu di aula Uniba kemarin siang (9/11).

Menurut Suminto, sikap radikal dalam beragama lahir akibat keyakinan atas kebenaran absolut yang sempit dan kurang literasi. Dengan beragama, kita meyakini kebenaran absolut. Untuk itu, dibutuhkan moderasi beragama.

Pasalnya, imbuh Suminto, manusia terus berkembang dan beragam, termasuk keragaman tafsir agama yang berpotensi menimbulkan konflik agama. Nah, agama hadir untuk menjaga harkat manusia dan melindungi nyawa manusia. ”Moderasi beragama juga untuk menjaga keindonesiaan kita,” tegasnya saat menjadi narasumber tunggal dalam kegiatan penyuluhan pendidikan politik kebangsaan bagi masyarakat tersebut.

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi itu dibuka oleh Kepala Bidang Budaya, Politik, dan HAM Adnan Kohar. Acara tersebut mengangkat tema ”Meningkatkan Sinergitas dan Harmonisasi Umat Hindu sebagai Wujud Moderasi Beragama di Era Digital”. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/