alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Terbelit Utang, Nekat Melilit Leher

GIRI – Warga Lingkungan Krajan 1, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, dikagetkan dengan sebuah kabar pagi kemarin (10/5). Seorang lelaki tua bernama Samsul Arif, 59, ditemukan terlilit tali di lehernya di pohon santen dekat kandang kambing.

Kematian pria yang menggunakan baju koko berwarna putih dan celana putih itu pun langsung mengundang perhatian warga. Namun, hingga petugas datang, tidak satu pun warga berani menyentuh atau memindahkan tubuh korban. Baru setelah aparat Polsek dan Koramil tiba, jenazah Samsul mulai dipindahkan.

Petugas sebelumnya sempat berniat membawa jenazah ke rumah sakit untuk di otopsi. Namun, pihak keluarga menolak tindakan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Pihak keluarga memilih memakamkan Samsul hari itu juga. ”Saya menolak bapak diotopsi. Biarkan saja langsung dimakamkan. Daripada prosesnya panjang dan keluar biaya lagi, lebih baik untuk mengurus pemakaman,” ujar Mashurotin, putri korban.

Terkait kematian ayahnya, Mashurotin mengaku tidak tahu menahu. Apalagi setahun terakhir, ayahnya tinggal bersama istri ketiganya yang bernama Khatijah, 55. ”Bapak sudah lama keluar dari rumah ibu saya. Jadi saya tidak tahu menahu. Yang saya tahu, dia agak nakal, suka main perempuan. Makanya saya minta ibu melepaskannya,” tegas Mashurotin.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Giri Ipda Bambang Suhardiman mengatakan, melihat ciri-ciri kematian korban yaitu lidah menjulur dan membiru, korban kemungkinan besar sengaja bunuh diri. Dia juga menjelaskan, sekilas dari foto yang terlihat, posisi pohon santen memang cukup rendah sehingga kaki korban tampak masih menapak di tanah.

Tetapi ada kemiringan tanah yang mengarah ke sungai. Sehingga berat beban korban tetap bisa mengakibatkan tali yang diikat di pohon santen itu mencekik lehernya. ”Dari olah tempat kejadian perkara, untuk sementara dugaan kuat dia memang sengaja bunuh diri. Dari keterangan Khatijah, istri ketiganya, korban memiliki banyak tanggungan dari tabungan warga. Jumlahnya sekitar Rp 750 ribu, ada juga tanggungan utang dua ekor kambing dan dua ekor sapi,” pungkasnya.

GIRI – Warga Lingkungan Krajan 1, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, dikagetkan dengan sebuah kabar pagi kemarin (10/5). Seorang lelaki tua bernama Samsul Arif, 59, ditemukan terlilit tali di lehernya di pohon santen dekat kandang kambing.

Kematian pria yang menggunakan baju koko berwarna putih dan celana putih itu pun langsung mengundang perhatian warga. Namun, hingga petugas datang, tidak satu pun warga berani menyentuh atau memindahkan tubuh korban. Baru setelah aparat Polsek dan Koramil tiba, jenazah Samsul mulai dipindahkan.

Petugas sebelumnya sempat berniat membawa jenazah ke rumah sakit untuk di otopsi. Namun, pihak keluarga menolak tindakan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Pihak keluarga memilih memakamkan Samsul hari itu juga. ”Saya menolak bapak diotopsi. Biarkan saja langsung dimakamkan. Daripada prosesnya panjang dan keluar biaya lagi, lebih baik untuk mengurus pemakaman,” ujar Mashurotin, putri korban.

Terkait kematian ayahnya, Mashurotin mengaku tidak tahu menahu. Apalagi setahun terakhir, ayahnya tinggal bersama istri ketiganya yang bernama Khatijah, 55. ”Bapak sudah lama keluar dari rumah ibu saya. Jadi saya tidak tahu menahu. Yang saya tahu, dia agak nakal, suka main perempuan. Makanya saya minta ibu melepaskannya,” tegas Mashurotin.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Giri Ipda Bambang Suhardiman mengatakan, melihat ciri-ciri kematian korban yaitu lidah menjulur dan membiru, korban kemungkinan besar sengaja bunuh diri. Dia juga menjelaskan, sekilas dari foto yang terlihat, posisi pohon santen memang cukup rendah sehingga kaki korban tampak masih menapak di tanah.

Tetapi ada kemiringan tanah yang mengarah ke sungai. Sehingga berat beban korban tetap bisa mengakibatkan tali yang diikat di pohon santen itu mencekik lehernya. ”Dari olah tempat kejadian perkara, untuk sementara dugaan kuat dia memang sengaja bunuh diri. Dari keterangan Khatijah, istri ketiganya, korban memiliki banyak tanggungan dari tabungan warga. Jumlahnya sekitar Rp 750 ribu, ada juga tanggungan utang dua ekor kambing dan dua ekor sapi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/