alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Serangan DBD Mengganas, Tiga Bulan 34 Kasus

BANYUWANGI – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) semakin mengganas. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, selama tiga bulan 34 orang terjangkit DBD.

Bulan Januari sebanyak 25 orang terjangkit DBD, satu orang di antaranya meninggal. Data terbaru yang dirilis Dinkes, ada 9 warga Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi yang juga terjangkit DBD.

Tingginya angka DBD membuat Dinkes Banyuwangi terus melakukan upaya pencegahan. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan fogging atau pengasapan. ”Peredaran DBD memang hampir merata di seluruh Kabupaten Banyuwangi, bahkan sudah ada satu orang meninggal dan beberapa orang masih dalam perawatan,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat.

Amir mengatakan, indikasi peningkatan kasus demam berdarah pada awal tahun ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu pemicunya yakni banyaknya genangan air selama musim penghujan. ”Genangan air yang tidak bersentuhan tanah sangat kondusif untuk sarang nyamuk,” katanya.

Banyuwangi merupakan daerah endemis DBD. Artinya, setiap tahun ada kasus demam berdarah di wilayah Bumi Blambangan sehingga diperlukan kewaspadaan dari masyarakat. ”Fogging merupakan salah satu upaya yang kita lakukan demi menekan penyebaran DBD di Kabupaten Banyuwangi,” terangnya.

Dinkes berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan fogging sebagai langkah untuk memberantas DBD. Masyarakat harus membiasakan hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan. ”Kita harap masyarakat bisa melakukan Gertak PSN (Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang yang dimungkinkan menjadi sarang nyamuk,” imbau Amir.

Lurah Kampung Melayu Aris Krisnulfaridi mengatakan, fogging menyasar rumah warga dan pekarangan yang dimungkinkan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. ”Ada sembilan warga kami yang terjangkit DBD, jadi warga sekitar meminta fogging berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” katanya.

Aris berharap, dengan upaya fogging ini pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti bisa ditekan, sehingga tidak ada lagi warganya yang terjangkit DBD. ”Semoga ini yang terakhir, ke depan kita bisa melaksanakan kerja bakti bersama memberantas sarang nyamuk,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) semakin mengganas. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, selama tiga bulan 34 orang terjangkit DBD.

Bulan Januari sebanyak 25 orang terjangkit DBD, satu orang di antaranya meninggal. Data terbaru yang dirilis Dinkes, ada 9 warga Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi yang juga terjangkit DBD.

Tingginya angka DBD membuat Dinkes Banyuwangi terus melakukan upaya pencegahan. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan fogging atau pengasapan. ”Peredaran DBD memang hampir merata di seluruh Kabupaten Banyuwangi, bahkan sudah ada satu orang meninggal dan beberapa orang masih dalam perawatan,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat.

Amir mengatakan, indikasi peningkatan kasus demam berdarah pada awal tahun ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu pemicunya yakni banyaknya genangan air selama musim penghujan. ”Genangan air yang tidak bersentuhan tanah sangat kondusif untuk sarang nyamuk,” katanya.

Banyuwangi merupakan daerah endemis DBD. Artinya, setiap tahun ada kasus demam berdarah di wilayah Bumi Blambangan sehingga diperlukan kewaspadaan dari masyarakat. ”Fogging merupakan salah satu upaya yang kita lakukan demi menekan penyebaran DBD di Kabupaten Banyuwangi,” terangnya.

Dinkes berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan fogging sebagai langkah untuk memberantas DBD. Masyarakat harus membiasakan hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan. ”Kita harap masyarakat bisa melakukan Gertak PSN (Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang yang dimungkinkan menjadi sarang nyamuk,” imbau Amir.

Lurah Kampung Melayu Aris Krisnulfaridi mengatakan, fogging menyasar rumah warga dan pekarangan yang dimungkinkan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti. ”Ada sembilan warga kami yang terjangkit DBD, jadi warga sekitar meminta fogging berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” katanya.

Aris berharap, dengan upaya fogging ini pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti bisa ditekan, sehingga tidak ada lagi warganya yang terjangkit DBD. ”Semoga ini yang terakhir, ke depan kita bisa melaksanakan kerja bakti bersama memberantas sarang nyamuk,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/