alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Mantan Penjaga Kapal Embat Mesin Kapal

BANYUWANGI – Satpolairud Polresta Banyuwangi mengamankan seorang nelayan yang diduga mencuri mesin kapal layar motor (KLM) Liana Rabu (8/3/2022). Pelakunya adalah Kamsiadi, 40, warga Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Kamsiadi pernah bekerja sebagai penjaga di KLM Liana. Dia nekat mencuri spare part kapal yang sedang bersandar di dermaga Pantai Boom, Kelurahan Mandar. Spare part yang dicuri berupa 1 unit water cooler, 1 unit pompa pendingin, dan 1 unit dinamo starter. ”Pelaku diamankan saat berada di rumah temannya berinisial MT yang dititipi barang hasil curian,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu melalui Kasat Polairud Kompol Jeni Al Jauza.

Aksi pencurian mesin kapal dilakukan pada Kamis (16/2). Pelaku melancarkan aksinya pukul 14.00 saat kondisi Pantai Boom sepi. MT langsung mengambil seluruh spare part kapal dengan menggunakan kunci pas. ”Pelaku melakukan pencurian seorang diri. Seluruh barang hasil kejahatan diangkut menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion nopol P 4827 SO,” katanya.

Onderdil kapal tersebut selanjutnya diusung ke rumah pelaku di Kampung Mandar. Agar tidak terendus polisi, pelaku selanjutnya menyembunyikan barang hasil kejahatan tersebut di rumah temannya. ”Tersangka mengaku kepada temannya jika barang-barang tersebut miliknya sendiri yang akan dibenahi,” Kata Jeni.

Sementara itu, saat mendapati spare part kapal telah raib, korban langsung melaporkan pelaku ke Satpolairud. Tak seberapa lama, pelaku berhasil diamankan ke Polresta Banyuwngi. Selain BB hasil curian, petugas juga mengamankan sepeda motor milik pelaku.

Kendaraan tersebut berupa sepeda motor Yamaha Vixion bernopol P 4827 SO. ”Tersangka dan seluruh BB kita amankan ke Satpolairud Polresta Banyuwangi, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Jeni.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. ”Pelaku nekat melakukan aksinya karena telah diberhentikan dari tempat kerjanya di KLM Liana,” tandas Jeni. 

BANYUWANGI – Satpolairud Polresta Banyuwangi mengamankan seorang nelayan yang diduga mencuri mesin kapal layar motor (KLM) Liana Rabu (8/3/2022). Pelakunya adalah Kamsiadi, 40, warga Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi.

Kamsiadi pernah bekerja sebagai penjaga di KLM Liana. Dia nekat mencuri spare part kapal yang sedang bersandar di dermaga Pantai Boom, Kelurahan Mandar. Spare part yang dicuri berupa 1 unit water cooler, 1 unit pompa pendingin, dan 1 unit dinamo starter. ”Pelaku diamankan saat berada di rumah temannya berinisial MT yang dititipi barang hasil curian,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Nasrun Pasaribu melalui Kasat Polairud Kompol Jeni Al Jauza.

Aksi pencurian mesin kapal dilakukan pada Kamis (16/2). Pelaku melancarkan aksinya pukul 14.00 saat kondisi Pantai Boom sepi. MT langsung mengambil seluruh spare part kapal dengan menggunakan kunci pas. ”Pelaku melakukan pencurian seorang diri. Seluruh barang hasil kejahatan diangkut menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion nopol P 4827 SO,” katanya.

Onderdil kapal tersebut selanjutnya diusung ke rumah pelaku di Kampung Mandar. Agar tidak terendus polisi, pelaku selanjutnya menyembunyikan barang hasil kejahatan tersebut di rumah temannya. ”Tersangka mengaku kepada temannya jika barang-barang tersebut miliknya sendiri yang akan dibenahi,” Kata Jeni.

Sementara itu, saat mendapati spare part kapal telah raib, korban langsung melaporkan pelaku ke Satpolairud. Tak seberapa lama, pelaku berhasil diamankan ke Polresta Banyuwngi. Selain BB hasil curian, petugas juga mengamankan sepeda motor milik pelaku.

Kendaraan tersebut berupa sepeda motor Yamaha Vixion bernopol P 4827 SO. ”Tersangka dan seluruh BB kita amankan ke Satpolairud Polresta Banyuwangi, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Jeni.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. ”Pelaku nekat melakukan aksinya karena telah diberhentikan dari tempat kerjanya di KLM Liana,” tandas Jeni. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/