alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Cuaca Panas di Luar Prediksi BMKG

JawaPos.com – Beberapa hari ini, cuaca panas yang cukup menyengat dirasakan di seluruh kawasan Banyuwangi. Padahal, bulan November ini diperkirakan sudah memasuki musim penghujan.

Tentu saja, kondisi ini sedikit dikeluhkan warga. Salah satunya Pamungkas, warga Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Dia menyebut, panas yang terjadi beberapa hari ini terasa sangat terik. Bahkan, hujan yang turun beberapa hari sebelumnya terasa seperti belum pernah terjadi. ”Panasnya pol. Sangat menyengat,” ujarnya.

Hal tersebut juga dirasakan warga yang tinggal di kawasan kota, Fitriya, warga Kelurahan Sobo, Banyuwangi mengungkapkan, panas  yang dirasakan memang cukup membuat gerah. Padahal, di kota beberapa waktu yang lalu sempat turun hujan cukup lebat. “Lha ya kok bisa, kemarin hujan lebat, sekarang kering,” keluhnya.

Terkait hal ini, Prakirawan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Freedy Dwi Kurniawan menyebutkan, saat ini memang semestinya cuaca cenderung didominasi hujan. Namun ketika cuaca panas masih banyak, kondisi ini memang sangat mungkin bisa terjadi. “Ya saat ini peralihan, mestinya sudah banyak hujan,” jelasnya.

Dari analisa yang terkumpul, kondisi yang dirasakan di Banyuwangi saat ini terjadi karena beberapa sebab. Di antaranya, angin monsun Australia tercatat masih aktif. Sedangkan karakter angin ini yakni kering. Berbeda dengan angin monsun Asia yang memiliki karakter lebih basah. Diperkirakan, angin monsun Australia ini akan terus berlangsung hingga dasarian (10 hari) kedua bulan ini. “Angin monsun Australia ini berakibat pembentukan awan di kawasan selatan berkurang,” jelasnya.

Selain itu, di kawasan utara Indonesia, juga terjadi tropical depression. Secara sederhana fenomena alam ini mengakibatkan uap air di permukaan laut tertarik ke sana. Ditambah fenomena La Nina di Pasifik bagian timur. “Ini juga di luar perkiraan,” terangnya.

JawaPos.com – Beberapa hari ini, cuaca panas yang cukup menyengat dirasakan di seluruh kawasan Banyuwangi. Padahal, bulan November ini diperkirakan sudah memasuki musim penghujan.

Tentu saja, kondisi ini sedikit dikeluhkan warga. Salah satunya Pamungkas, warga Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Dia menyebut, panas yang terjadi beberapa hari ini terasa sangat terik. Bahkan, hujan yang turun beberapa hari sebelumnya terasa seperti belum pernah terjadi. ”Panasnya pol. Sangat menyengat,” ujarnya.

Hal tersebut juga dirasakan warga yang tinggal di kawasan kota, Fitriya, warga Kelurahan Sobo, Banyuwangi mengungkapkan, panas  yang dirasakan memang cukup membuat gerah. Padahal, di kota beberapa waktu yang lalu sempat turun hujan cukup lebat. “Lha ya kok bisa, kemarin hujan lebat, sekarang kering,” keluhnya.

Terkait hal ini, Prakirawan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Freedy Dwi Kurniawan menyebutkan, saat ini memang semestinya cuaca cenderung didominasi hujan. Namun ketika cuaca panas masih banyak, kondisi ini memang sangat mungkin bisa terjadi. “Ya saat ini peralihan, mestinya sudah banyak hujan,” jelasnya.

Dari analisa yang terkumpul, kondisi yang dirasakan di Banyuwangi saat ini terjadi karena beberapa sebab. Di antaranya, angin monsun Australia tercatat masih aktif. Sedangkan karakter angin ini yakni kering. Berbeda dengan angin monsun Asia yang memiliki karakter lebih basah. Diperkirakan, angin monsun Australia ini akan terus berlangsung hingga dasarian (10 hari) kedua bulan ini. “Angin monsun Australia ini berakibat pembentukan awan di kawasan selatan berkurang,” jelasnya.

Selain itu, di kawasan utara Indonesia, juga terjadi tropical depression. Secara sederhana fenomena alam ini mengakibatkan uap air di permukaan laut tertarik ke sana. Ditambah fenomena La Nina di Pasifik bagian timur. “Ini juga di luar perkiraan,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/