alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Kemenag Kebut Persiapan Haji, Pemberangkatan Tunggu Instruksi Pusat

BANYUWANGI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi terus mengupayakan agar calon jamaah haji (CJH) mendapat layanan yang terbaik.

Salah satunya terkait pelimpahan CJH yang telah meninggal dunia kepada ahli waris. ”Selama dua tahun tidak berangkat, ada CJH yang meninggal dunia dan dilimpahkan kepada ahli warisnya,” ungkap Plt Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Banyuwangi Mastur.

Pelimpahan kuota haji memang diizinkan bagi para CJH yang telah meninggal dunia sebelum berangkat. Kuota pelimpahan digantikan kepada para ahli waris CJH yang meninggal dunia tersebut.

Saat ini, kata Mastur, Kemenag Banyuwangi telah melakukan berbagai persiapan jika sewaktu-waktu CJH diberangkatkan. Langkah yang telah dilakukan Kemenag antara lain menyiapkan berkas hingga paspor milik CJH, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan vaksinasi. ”Kalau CJH rata-rata sudah menjalani vaksin kedua,” imbuhnya.

Meski saat ini belum ada kepastian terkait pelaksanaan ibadah haji 2022, Kemenag terus melakukan berbagai persiapan. Salah satunya, mengumpulkan berbagai dokumen penting milik CJH seperti paspor dan berkas lainnya. ”Bagi CJH yang masa berlaku paspornya sudah hampir habis, mulai sekarang segera diperbarui,” pintanya.

Disinggung terkait jadwal keberangkatan haji, Mastur mengaku belum bisa memastikan. Pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut dari kantor Kemenag RI. Saat ini, pemerintah Arab Saudi hanya memperkenankan ibadah umrah.

”Sementara masih umrah yang diperbolehkan.  Pelaksanaan ibadah umrah akan menjadi role model untuk persiapan haji nantinya. Mohon doanya, semoga calon jamaah ibadah haji tahun ini bisa diberangkatkan,” tandas Mastur. 

BANYUWANGI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi terus mengupayakan agar calon jamaah haji (CJH) mendapat layanan yang terbaik.

Salah satunya terkait pelimpahan CJH yang telah meninggal dunia kepada ahli waris. ”Selama dua tahun tidak berangkat, ada CJH yang meninggal dunia dan dilimpahkan kepada ahli warisnya,” ungkap Plt Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Banyuwangi Mastur.

Pelimpahan kuota haji memang diizinkan bagi para CJH yang telah meninggal dunia sebelum berangkat. Kuota pelimpahan digantikan kepada para ahli waris CJH yang meninggal dunia tersebut.

Saat ini, kata Mastur, Kemenag Banyuwangi telah melakukan berbagai persiapan jika sewaktu-waktu CJH diberangkatkan. Langkah yang telah dilakukan Kemenag antara lain menyiapkan berkas hingga paspor milik CJH, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan vaksinasi. ”Kalau CJH rata-rata sudah menjalani vaksin kedua,” imbuhnya.

Meski saat ini belum ada kepastian terkait pelaksanaan ibadah haji 2022, Kemenag terus melakukan berbagai persiapan. Salah satunya, mengumpulkan berbagai dokumen penting milik CJH seperti paspor dan berkas lainnya. ”Bagi CJH yang masa berlaku paspornya sudah hampir habis, mulai sekarang segera diperbarui,” pintanya.

Disinggung terkait jadwal keberangkatan haji, Mastur mengaku belum bisa memastikan. Pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut dari kantor Kemenag RI. Saat ini, pemerintah Arab Saudi hanya memperkenankan ibadah umrah.

”Sementara masih umrah yang diperbolehkan.  Pelaksanaan ibadah umrah akan menjadi role model untuk persiapan haji nantinya. Mohon doanya, semoga calon jamaah ibadah haji tahun ini bisa diberangkatkan,” tandas Mastur. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/