alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Gotong Royong, Pengusaha UMKM Bantu Difabel

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Gotong royong mulai dilakukan masyarakat di tengah pandemi. Sabtu (7/8) salah satu pengusaha UMKM memberikan bantuan kepada para difabel juga merupakan pengusaha UMKM terdampak selama PPKM level 4 berlangsung.

          Gelombang pertama, 10 orang penyandang disabilitas mendapatkan bantuan masing-masing 10 kilogram beras. Mereka juga mendapatkan satu set alat sablon yang bisa digunakan para difabel untuk mengembangkan usaha. “Untuk awal ada 10 orang difabel. Kita lihat belum dapat bantuan dari pemkab. Jadi sementara kita berikan bantuan secara pribadi,” ujar pengusaha UMKM, Pamuji Slamet Mulyadi,45.

          Para difabel tersebut tergabung dalam komunitas Mekarwangi. Kebetulan mereka juga anggota dari Asosiasi Aksesoris, Kerajinan, Kaos, Kuliner, Batik (AKRAB) Banyuwangi. Ada yang berprofesi sebagai pengrajin bambu, tukang reparasi elektrik, penjahit dan pengrajin sablon. Rata-rata mereka kebingunan karena usaha mereka lakukan jatuh ketika PPKM berlangsung.

          Pamuji menambahkan, karena itu dirinya memberikan satu set alat sablon. Termasuk dengan cat dan kaos polos yang bisa dijadikan modal latihan awal para difabel untuk bisa berlatih menyablon. Mereka juga akan dibimbing dan didampingi hingga mahir mengerjakan sablonan dengan alat tersebut.

          Pemberian bantuan itu sendiri, menurut Pamuji, nanti akan diperluas. Tak hanya sepuluh orang difabel, tapi juga difabel lainya terutama kepada mereka tidak mendapatkan bansos.

          Pria berambut gondrong itu mengaku sangat mengerti jika kondisi PPKM sangat berat untuk pelaku UMKM. Apalagi penyandang disabilitas. “Kebetulan kita juga satu asosiasi di AKRAB. Jadi kita bisa saling membantu,” tegasnya.

          Sementara itu, ketua asosiasi difabel Mekarwangi, Wasis mengatakan ada banyak difabel sudah kehabisan modal selama sebulan lebih diterapkanya PPKM. Usaha sepi membuat para difabel akhirnya terpaksa menggunakan modal mereka untuk hidup sehari-hari. Di sisi lain, tidak mudah menemukan pekerjaan yang sesuai bagi para difabel.

          Karena itu dia pun bersyukur ketika ada mau memberikan bantuan kepada para difabel. Minimal hal itu bisa meringankan beban anggotanya. “Kita juga butuh stimulus untuk mleanjutkan usaha. Saat ini pasar sepi, modalnya sudah kemakan,” kata pria asal Desa Sraten itu.

          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Gotong royong mulai dilakukan masyarakat di tengah pandemi. Sabtu (7/8) salah satu pengusaha UMKM memberikan bantuan kepada para difabel juga merupakan pengusaha UMKM terdampak selama PPKM level 4 berlangsung.

          Gelombang pertama, 10 orang penyandang disabilitas mendapatkan bantuan masing-masing 10 kilogram beras. Mereka juga mendapatkan satu set alat sablon yang bisa digunakan para difabel untuk mengembangkan usaha. “Untuk awal ada 10 orang difabel. Kita lihat belum dapat bantuan dari pemkab. Jadi sementara kita berikan bantuan secara pribadi,” ujar pengusaha UMKM, Pamuji Slamet Mulyadi,45.

          Para difabel tersebut tergabung dalam komunitas Mekarwangi. Kebetulan mereka juga anggota dari Asosiasi Aksesoris, Kerajinan, Kaos, Kuliner, Batik (AKRAB) Banyuwangi. Ada yang berprofesi sebagai pengrajin bambu, tukang reparasi elektrik, penjahit dan pengrajin sablon. Rata-rata mereka kebingunan karena usaha mereka lakukan jatuh ketika PPKM berlangsung.

          Pamuji menambahkan, karena itu dirinya memberikan satu set alat sablon. Termasuk dengan cat dan kaos polos yang bisa dijadikan modal latihan awal para difabel untuk bisa berlatih menyablon. Mereka juga akan dibimbing dan didampingi hingga mahir mengerjakan sablonan dengan alat tersebut.

          Pemberian bantuan itu sendiri, menurut Pamuji, nanti akan diperluas. Tak hanya sepuluh orang difabel, tapi juga difabel lainya terutama kepada mereka tidak mendapatkan bansos.

          Pria berambut gondrong itu mengaku sangat mengerti jika kondisi PPKM sangat berat untuk pelaku UMKM. Apalagi penyandang disabilitas. “Kebetulan kita juga satu asosiasi di AKRAB. Jadi kita bisa saling membantu,” tegasnya.

          Sementara itu, ketua asosiasi difabel Mekarwangi, Wasis mengatakan ada banyak difabel sudah kehabisan modal selama sebulan lebih diterapkanya PPKM. Usaha sepi membuat para difabel akhirnya terpaksa menggunakan modal mereka untuk hidup sehari-hari. Di sisi lain, tidak mudah menemukan pekerjaan yang sesuai bagi para difabel.

          Karena itu dia pun bersyukur ketika ada mau memberikan bantuan kepada para difabel. Minimal hal itu bisa meringankan beban anggotanya. “Kita juga butuh stimulus untuk mleanjutkan usaha. Saat ini pasar sepi, modalnya sudah kemakan,” kata pria asal Desa Sraten itu.

          

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/