alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Pencarian Jasad Firdan Dihentikan

KALIPURO – Pencarian korban Fir­dan Maulana, 15, siswa SMP 16 Malang yang menceburkan diri dari KMP Karya Maritim Rabu (28/4) lalu resmi dihentikan. Pihak Polair Banyuwangi memperkirakan korban sudah berada cukup jauh dari jangkauan.

Kasatpolair Polres Banyuwangi AKP Subandi mengatakan, sesuai prosedur pencarian korban tenggelam dilaksanakan selama tujuh hari. Secara teknis, pada Sabtu (5/5) kemarin pencarian sudah dihentikan. Subandi menjelaskan, selama tujuh hari gabungan dari Basarnas, KPLP, TNI AL, dan Polair melakukan patroli mulai dari Pulau Tabuhan sampai perairan Muncar.

Pencarian dilakukan sejak pukul 06.00 hingga pukul 16.00. Namun, meski sudah menyisir seluruh wilayah yang diduga membawa tubuh korban, pencarian masih belum memperoleh hasil. ”Sesuai rumusan arus, setelah kejadian sampai tujuh hari dari Basarnas kita sudah cari. Diperkirakan korban sudah keluar dari Selat Bali sehingga sulit ditemukan,” terang mantan Kabag Humas Polres Banyuwangi itu.

Untuk selanjutnya, Subandi me­nambahkan pihaknya akan tetap melakukan monitor jika tiba-tiba ada temuan yang ber­hubungan dengan Firdan. Dia juga mengatakan sudah berpesan kepada nelayan yang ada di sekitar perairan Pulau Santen dan Keta­pang jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sementara itu, Kepala Unit Pe­­nyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Ketapang Eka Ca­krawala sebelumnya menga­takan, sudah berusaha dengan maksimal men­cari keberadaan korban bersama KPLP Ketapang, TNI AL, Tim Gabungan Polair, dan Basarnas.

KALIPURO – Pencarian korban Fir­dan Maulana, 15, siswa SMP 16 Malang yang menceburkan diri dari KMP Karya Maritim Rabu (28/4) lalu resmi dihentikan. Pihak Polair Banyuwangi memperkirakan korban sudah berada cukup jauh dari jangkauan.

Kasatpolair Polres Banyuwangi AKP Subandi mengatakan, sesuai prosedur pencarian korban tenggelam dilaksanakan selama tujuh hari. Secara teknis, pada Sabtu (5/5) kemarin pencarian sudah dihentikan. Subandi menjelaskan, selama tujuh hari gabungan dari Basarnas, KPLP, TNI AL, dan Polair melakukan patroli mulai dari Pulau Tabuhan sampai perairan Muncar.

Pencarian dilakukan sejak pukul 06.00 hingga pukul 16.00. Namun, meski sudah menyisir seluruh wilayah yang diduga membawa tubuh korban, pencarian masih belum memperoleh hasil. ”Sesuai rumusan arus, setelah kejadian sampai tujuh hari dari Basarnas kita sudah cari. Diperkirakan korban sudah keluar dari Selat Bali sehingga sulit ditemukan,” terang mantan Kabag Humas Polres Banyuwangi itu.

Untuk selanjutnya, Subandi me­nambahkan pihaknya akan tetap melakukan monitor jika tiba-tiba ada temuan yang ber­hubungan dengan Firdan. Dia juga mengatakan sudah berpesan kepada nelayan yang ada di sekitar perairan Pulau Santen dan Keta­pang jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Sementara itu, Kepala Unit Pe­­nyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Ketapang Eka Ca­krawala sebelumnya menga­takan, sudah berusaha dengan maksimal men­cari keberadaan korban bersama KPLP Ketapang, TNI AL, Tim Gabungan Polair, dan Basarnas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/