alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Pura-Pura Menyewa, Dump Truck Dibawa Kabur

RadarBanyuwangi.id – Raut wajah Fandi, 22, pemuda asal Situbondo ini tampak lesu Rabu malam lalu (4/8). Bersama dua orang kernet, Fandi mendatangi Mapolsek Kalipuro setelah truk miliknya raib dibawa seseorang yang mengaku sebagai penyewa.

Dari informasi yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, peristiwa itu bermula ketika orang tua Fandi pemilik PT Putro Joyo Situbondo, mendapatkan telepon dari seseorang berinisial E yang hendak menyewa truk. E mengaku berasal dari Lumajang. Namun, dia hendak mengirim barang ke Bali sehingga meminta untuk bisa bertemu di Banyuwangi.

Akhirnya pada Rabu malam itu, Fandi bersama dua orang kernet mengantarkan dump truck bernopol P 8413 VC ke Banyuwangi. Mereka sepakat bertemu E di sekitar Warung Panjang, Desa Ketapang. Di sana, Fandi ditemui dua orang dengan menggunakan sepeda motor, yang salah satunya adalah E.

Saat itu, E menanyakan apakah semuanya sudah memiliki surat hasil rapid test. Dua kernet yang dibawa Fandi mengaku sudah memiliki, sedangkan Fandi belum. Akhirnya E mengajak Fandi untuk melakukan rapid test antigen. Sedangkan orang yang dibonceng oleh E membawa dump truck yang dibawa Fandi. Sementara dua kernet yang dibawa Fandi diminta untuk menunggu di Warung Panjang.

Tak lama, Fandi dibawa oleh E di sekitar Perumahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Fandi kemudian diminta menunggu di depan sebuah rumah, dengan alasan E akan mencarikan tempat rapid test yang paling cepat. Setelah lama menunggu, Fandi akhirnya baru tersadar jika dirinya baru saja menjadi korban penipuan.

E sendiri tak kunjung kembali. Fandi akhirnya mengontak dua orang kernet dan langsung menuju Mapolsek Kalipuro untuk membuat laporan. ”Mereka datang ke sini malam hari sekitar pukul 21.30. Kami sudah catat, cuma untuk membuat laporan kita membutuhkan surat-surat pendukung kendaraan,” kata Kapolsek Kalipuro Iptu Hadi Waluyo.

Hadi menambahkan, Polsek Kalipuro tetap berupaya mencari informasi terkait keberadaan truk tersebut. Meskipun pihaknya masih membutuhkan dokumen pendukung berupa BPKB sebagai dasar untuk melanjutkan proses lidik. ”Kita belum tahu E ini orang Banyuwangi atau tidak, mengakunya memang orang Lumajang. Pemilik truk juga tidak kenal, tapi dia hafal dengan wajahnya,” pungkasnya. (fre/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Raut wajah Fandi, 22, pemuda asal Situbondo ini tampak lesu Rabu malam lalu (4/8). Bersama dua orang kernet, Fandi mendatangi Mapolsek Kalipuro setelah truk miliknya raib dibawa seseorang yang mengaku sebagai penyewa.

Dari informasi yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, peristiwa itu bermula ketika orang tua Fandi pemilik PT Putro Joyo Situbondo, mendapatkan telepon dari seseorang berinisial E yang hendak menyewa truk. E mengaku berasal dari Lumajang. Namun, dia hendak mengirim barang ke Bali sehingga meminta untuk bisa bertemu di Banyuwangi.

Akhirnya pada Rabu malam itu, Fandi bersama dua orang kernet mengantarkan dump truck bernopol P 8413 VC ke Banyuwangi. Mereka sepakat bertemu E di sekitar Warung Panjang, Desa Ketapang. Di sana, Fandi ditemui dua orang dengan menggunakan sepeda motor, yang salah satunya adalah E.

Saat itu, E menanyakan apakah semuanya sudah memiliki surat hasil rapid test. Dua kernet yang dibawa Fandi mengaku sudah memiliki, sedangkan Fandi belum. Akhirnya E mengajak Fandi untuk melakukan rapid test antigen. Sedangkan orang yang dibonceng oleh E membawa dump truck yang dibawa Fandi. Sementara dua kernet yang dibawa Fandi diminta untuk menunggu di Warung Panjang.

Tak lama, Fandi dibawa oleh E di sekitar Perumahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Fandi kemudian diminta menunggu di depan sebuah rumah, dengan alasan E akan mencarikan tempat rapid test yang paling cepat. Setelah lama menunggu, Fandi akhirnya baru tersadar jika dirinya baru saja menjadi korban penipuan.

E sendiri tak kunjung kembali. Fandi akhirnya mengontak dua orang kernet dan langsung menuju Mapolsek Kalipuro untuk membuat laporan. ”Mereka datang ke sini malam hari sekitar pukul 21.30. Kami sudah catat, cuma untuk membuat laporan kita membutuhkan surat-surat pendukung kendaraan,” kata Kapolsek Kalipuro Iptu Hadi Waluyo.

Hadi menambahkan, Polsek Kalipuro tetap berupaya mencari informasi terkait keberadaan truk tersebut. Meskipun pihaknya masih membutuhkan dokumen pendukung berupa BPKB sebagai dasar untuk melanjutkan proses lidik. ”Kita belum tahu E ini orang Banyuwangi atau tidak, mengakunya memang orang Lumajang. Pemilik truk juga tidak kenal, tapi dia hafal dengan wajahnya,” pungkasnya. (fre/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/