alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Siapkan Sniper di Titik Rawan

KALIPURO – Operasi Ketupat dalam rangka persiapan pengaman hari raya Idul Fitri 2018 dimulai sejak kemarin (6/6). Setelah gelar pasukan dilaksanakan, 910 personel yang terdiri dari kepolisian, TNI AD, TNI AL, Dishub, Satpol PP, Senkom, PMI, Basarnas, dan relawan langsung bergerak menyiapkan diri di pos mereka masing-masing.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan, 910 personel tersebut akan stand by selama 18 hari ke depan di titik-titik pengamanan yang sudah ditentukan. Di Banyuwangi ada sekitar 17 posko yang disiagakan. Satu posko terpadu, ditambah 7 posko pelayanan, dan sisanya posko pengamanan.

”Para personel yang ikut operasi ini bertugas mengamankan dan memperlancar arus mudik Lebaran 2018. Selain mencegah potensi kerawanan arus mudik seperti laka lantas dan macet, mereka juga siap siaga mengantisipasi bencana alam, gangguan keamanan dan terorisme,” tegas Donny.     Para personel yang tergabung di operasi Ketupat ini akan dibantu personel tambahan dari K9 yang akan ditempatkan di objek vital seperti bandara dan pelabuhan. Kemudian beberapa sniper yang jumlah dan titik lokasi penempatanya masih dirahasiakan lalu ditambah lagi satu peleton Brimob dan satu Peleton Gegana.

“Terorisme masih menjadi salah satu poin yang kita waspadai. Karena itu pengamanan nanti akan menyeluruh, baik patroli di laut antara TNI Al dan Polair. Bakamla juga akan ikut bergabung,” kata mantan Kapolres Trenggalek itu.

Kapolres ikut mendesak agar proyek pengerjaan perbaikan jalan yang masih ada di beberapa titik yang menjadi lokasi arus mudik untuk bisa disegerakan. “Kita harap sebelum arus mudik sudah bisa selesai, tapi para personel akan kita siagakan di titik-titik yang pengerjaanya masih berjalan,” pungkasnya.

KALIPURO – Operasi Ketupat dalam rangka persiapan pengaman hari raya Idul Fitri 2018 dimulai sejak kemarin (6/6). Setelah gelar pasukan dilaksanakan, 910 personel yang terdiri dari kepolisian, TNI AD, TNI AL, Dishub, Satpol PP, Senkom, PMI, Basarnas, dan relawan langsung bergerak menyiapkan diri di pos mereka masing-masing.

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman mengatakan, 910 personel tersebut akan stand by selama 18 hari ke depan di titik-titik pengamanan yang sudah ditentukan. Di Banyuwangi ada sekitar 17 posko yang disiagakan. Satu posko terpadu, ditambah 7 posko pelayanan, dan sisanya posko pengamanan.

”Para personel yang ikut operasi ini bertugas mengamankan dan memperlancar arus mudik Lebaran 2018. Selain mencegah potensi kerawanan arus mudik seperti laka lantas dan macet, mereka juga siap siaga mengantisipasi bencana alam, gangguan keamanan dan terorisme,” tegas Donny.     Para personel yang tergabung di operasi Ketupat ini akan dibantu personel tambahan dari K9 yang akan ditempatkan di objek vital seperti bandara dan pelabuhan. Kemudian beberapa sniper yang jumlah dan titik lokasi penempatanya masih dirahasiakan lalu ditambah lagi satu peleton Brimob dan satu Peleton Gegana.

“Terorisme masih menjadi salah satu poin yang kita waspadai. Karena itu pengamanan nanti akan menyeluruh, baik patroli di laut antara TNI Al dan Polair. Bakamla juga akan ikut bergabung,” kata mantan Kapolres Trenggalek itu.

Kapolres ikut mendesak agar proyek pengerjaan perbaikan jalan yang masih ada di beberapa titik yang menjadi lokasi arus mudik untuk bisa disegerakan. “Kita harap sebelum arus mudik sudah bisa selesai, tapi para personel akan kita siagakan di titik-titik yang pengerjaanya masih berjalan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/