alexametrics
25 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Apresiasi Produktivitas Pertanian,Petani Digelontor 197 Ton Benih Padi

BANYUWANGI – Kabar baik bagi para petani di Banyuwangi. Sebagai salah satu sentra pertanian nasional, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini mendapat gelontoran bantuan 197,12 ton benih padi berkualitas dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Bantuan benih padi tersebut digelontorkan untuk mendorong produktivitas pertanian di Banyuwangi. Bantuan ini diberikan untuk lahan seluas 7.889 hektare (ha) sebagai apresiasi atas kinerja pertanian Banyuwangi yang terus meningkat.

Bupati Ipuk Fiestiandani berharap, dengan bantuan benih padi berkualitas tersebut produktivitas pertanian di Bumi Blambangan semakin meningkat. ”Sehingga ini akan berujung pada kesejahteraan petani,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, juga terus memberikan bantuan pupuk organik gratis, pendampingan, hingga pengembangan saluran irigasi untuk menopang sektor pertanian. ”Secara bertahap hilirisasi dan pemberian nilai tambah pada produk pascapanen terus kita ikhtiarkan bersama teman-teman petani,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi M. Khoiri menjelaskan, bantuan 197,12 ton benih padi tersebut diberikan kepada 269 kelompok tani yang tersebar di 119 desa di 22 kecamatan. Penerimanya sesuai dengan usul calon petani calon lokasi (CPCL) yang diajukan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi. Mereka adalah kelompok tani yang terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). ”Benihnya sudah terdistribusi untuk persiapan musim tanam April hingga Mei besok. Dan, kami pastikan ini gratis, tidak ada pungutan,” kata dia.

Khoiri menambahkan, selain stimulan berupa benih padi dari pusat, kelompok tani juga mendapatkan bantuan pupuk organik cair (POC) dari Pemkab Banyuwangi. ”Tahun ini kita siapkan 60 ribu liter POC khusus untuk kelompok tani padi. Kami juga terus lakukan pendampingan dengan harapan produktivitas komoditas padi kita terus terkerek naik,” tuturnya.

Berdasar data Dinas Pertanian dan Pangan, produktivitas gabah kering panen (GKP) Banyuwangi tahun 2021 sebesar 66,32 kuintal/ha, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 66,23 kuintal/ha. Untuk total produksi GKP pada 2021 sebesar 784.732 ton atau setara beras 492.414 ton. 

BANYUWANGI – Kabar baik bagi para petani di Banyuwangi. Sebagai salah satu sentra pertanian nasional, kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini mendapat gelontoran bantuan 197,12 ton benih padi berkualitas dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Bantuan benih padi tersebut digelontorkan untuk mendorong produktivitas pertanian di Banyuwangi. Bantuan ini diberikan untuk lahan seluas 7.889 hektare (ha) sebagai apresiasi atas kinerja pertanian Banyuwangi yang terus meningkat.

Bupati Ipuk Fiestiandani berharap, dengan bantuan benih padi berkualitas tersebut produktivitas pertanian di Bumi Blambangan semakin meningkat. ”Sehingga ini akan berujung pada kesejahteraan petani,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, juga terus memberikan bantuan pupuk organik gratis, pendampingan, hingga pengembangan saluran irigasi untuk menopang sektor pertanian. ”Secara bertahap hilirisasi dan pemberian nilai tambah pada produk pascapanen terus kita ikhtiarkan bersama teman-teman petani,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi M. Khoiri menjelaskan, bantuan 197,12 ton benih padi tersebut diberikan kepada 269 kelompok tani yang tersebar di 119 desa di 22 kecamatan. Penerimanya sesuai dengan usul calon petani calon lokasi (CPCL) yang diajukan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi. Mereka adalah kelompok tani yang terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). ”Benihnya sudah terdistribusi untuk persiapan musim tanam April hingga Mei besok. Dan, kami pastikan ini gratis, tidak ada pungutan,” kata dia.

Khoiri menambahkan, selain stimulan berupa benih padi dari pusat, kelompok tani juga mendapatkan bantuan pupuk organik cair (POC) dari Pemkab Banyuwangi. ”Tahun ini kita siapkan 60 ribu liter POC khusus untuk kelompok tani padi. Kami juga terus lakukan pendampingan dengan harapan produktivitas komoditas padi kita terus terkerek naik,” tuturnya.

Berdasar data Dinas Pertanian dan Pangan, produktivitas gabah kering panen (GKP) Banyuwangi tahun 2021 sebesar 66,32 kuintal/ha, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 66,23 kuintal/ha. Untuk total produksi GKP pada 2021 sebesar 784.732 ton atau setara beras 492.414 ton. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/