alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Jarang Manggung, Puluhan Pelaku Seni Minta Solusi Dampak PPKM Darurat

RadarBanyuwangi.id – Para pelaku seni di Banyuwangi melakukan aksi damai kemarin (5/8). Mereka berharap pemerintah memberikan solusi agar para pelaku seni tersebut bisa kembali manggung.

Aksi damai dilakukan puluhan seniman di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Tidak hanya seniman tradisional, aksi juga diikuti musisi maupun penyanyi kontemporer.

Rencana unjuk rasa kalangan pelaku seni tersebut sudah beredar di media sosial sejak Selasa (4/8). Tepatnya melalui meme berisi ajakan kepada para seniman modern dan tradisional, master of ceremony (MC), penyanyi, musisi, tukang sound, tukang tarub, tukang rias, tukang kuade, tukang shooting, tukang foto manten, dan pedagang kaki lima (PKL) untuk turun ke jalan pada 5 Agustus 2021. Tujuannya meminta hak dan kepastian perekonomian.

Namun pada perkembangan berikutnya, beredar kabar bahwa aksi damai tersebut dibatalkan. Meski demikian, puluhan pelaku seni tetap datang ke depan kantor pemkab.

Salah pelaku kesenian jaranan, Sandi Prayogo mengaku dirinya bersama rekan-rekannya mengetahui rencana aksi damai tersebut dari meme yang beredar di media sosial. ”Makanya kami datang ke sini (depan kantor pemkab),” ujarnya.

Sandi menuturkan, sejak pandemi Covid-19 terjadi, dia dan teman-teman anggota komunitas seniman jaranan sama sekali tidak pernah ”manggung”. Karena itu, dia sengaja datang untuk menyampaikan aspirasi agar mendapatkan solusi.

Masih menurut Sandi, lantaran tidak pernah manggung, maka sejumlah rekannya bekerja serabutan. Dia sendiri membuka kios bensin di rumahnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. ”Makanya datang untuk mengikuti aksi damai. Intinya kami ingin bisa bekerja kembali seperti sebelumnya,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, sebetulnya, sebelum aksi damai kemarin, pihak pemkab sudah melakukan audiensi dengan perwakilan seniman. Dikatakan, ada sejumlah opsi yang ditawarkan pemkab. ”Opsinya, pemkab tidak bisa memberikan jaminan bahwa teman-teman seniman bisa tampil atau manggung. Karena pada masa PPKM, semua dibatasi. Itu yang kami sampaikan,” ujarnya.

Namun, imbuh Bramuda, pemkab menawarkan opsi jangka pendek dan jangka panjang. Dijelaskan, salah satu opsi jangka pendek yang dilakukan pemkab adalah memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak PPKM, termasuk kalangan seniman. ”Yang kedua, di pemkab juga ada anggaran aktualisasi seni-budaya. Anggaran ini sebetulnya bisa diakses teman-teman seniman. Namun kendalanya, saat PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 diterapkan, tidak boleh ada atraksi kesenian yang tampil. Sehingga, jika nanti kondisi sudah membaik atau masuk PPKM level yang lebih baik sehingga ada pelonggaran-pelonggaran, aktualisasi seni bisa dilakukan dan anggaran yang tersedia bisa diserap,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Para pelaku seni di Banyuwangi melakukan aksi damai kemarin (5/8). Mereka berharap pemerintah memberikan solusi agar para pelaku seni tersebut bisa kembali manggung.

Aksi damai dilakukan puluhan seniman di depan kantor Pemkab Banyuwangi. Tidak hanya seniman tradisional, aksi juga diikuti musisi maupun penyanyi kontemporer.

Rencana unjuk rasa kalangan pelaku seni tersebut sudah beredar di media sosial sejak Selasa (4/8). Tepatnya melalui meme berisi ajakan kepada para seniman modern dan tradisional, master of ceremony (MC), penyanyi, musisi, tukang sound, tukang tarub, tukang rias, tukang kuade, tukang shooting, tukang foto manten, dan pedagang kaki lima (PKL) untuk turun ke jalan pada 5 Agustus 2021. Tujuannya meminta hak dan kepastian perekonomian.

Namun pada perkembangan berikutnya, beredar kabar bahwa aksi damai tersebut dibatalkan. Meski demikian, puluhan pelaku seni tetap datang ke depan kantor pemkab.

Salah pelaku kesenian jaranan, Sandi Prayogo mengaku dirinya bersama rekan-rekannya mengetahui rencana aksi damai tersebut dari meme yang beredar di media sosial. ”Makanya kami datang ke sini (depan kantor pemkab),” ujarnya.

Sandi menuturkan, sejak pandemi Covid-19 terjadi, dia dan teman-teman anggota komunitas seniman jaranan sama sekali tidak pernah ”manggung”. Karena itu, dia sengaja datang untuk menyampaikan aspirasi agar mendapatkan solusi.

Masih menurut Sandi, lantaran tidak pernah manggung, maka sejumlah rekannya bekerja serabutan. Dia sendiri membuka kios bensin di rumahnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. ”Makanya datang untuk mengikuti aksi damai. Intinya kami ingin bisa bekerja kembali seperti sebelumnya,” kata dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi M. Yanuarto Bramuda mengatakan, sebetulnya, sebelum aksi damai kemarin, pihak pemkab sudah melakukan audiensi dengan perwakilan seniman. Dikatakan, ada sejumlah opsi yang ditawarkan pemkab. ”Opsinya, pemkab tidak bisa memberikan jaminan bahwa teman-teman seniman bisa tampil atau manggung. Karena pada masa PPKM, semua dibatasi. Itu yang kami sampaikan,” ujarnya.

Namun, imbuh Bramuda, pemkab menawarkan opsi jangka pendek dan jangka panjang. Dijelaskan, salah satu opsi jangka pendek yang dilakukan pemkab adalah memberikan bantuan sosial kepada warga yang terdampak PPKM, termasuk kalangan seniman. ”Yang kedua, di pemkab juga ada anggaran aktualisasi seni-budaya. Anggaran ini sebetulnya bisa diakses teman-teman seniman. Namun kendalanya, saat PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 diterapkan, tidak boleh ada atraksi kesenian yang tampil. Sehingga, jika nanti kondisi sudah membaik atau masuk PPKM level yang lebih baik sehingga ada pelonggaran-pelonggaran, aktualisasi seni bisa dilakukan dan anggaran yang tersedia bisa diserap,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/