alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

43 Peserta Banyuwangi Fashion Festival Ikut Workshop

BANYUWANGI – Tahap Banyuwangi Fashion Festival (BFF) yang akan diselenggarakan pada 14 Juli 2018 memasuki tahap workshop. Sedikitnya 43 peserta dari perwakilan koperasi se-Banyuwangi hadir mengikuti workshop yang diselenggarakan di aula Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kemarin (5/6)

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Alief Rachman Kartiono mengatakan, untuk kali pertama pelaksanaan BFF tahun ini akan bersamaan dengan peringatan Hari Koperasi. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng mitra koperasi dalam kegiatan tersebut.

Sehingga, para talent diambilkan dari mitra dalam hal ini dari koperasi. Perwakilan koperasi diminta untuk mengirimkan perwakilan atau talent untuk ikut BFF yang akan diselenggarakan di Lapangan Taman Blambangan.

Dengan demikian, masing-masing koperasi akan saling berkompetisi dengan koperasi lainnya dalam ajang tersebut. Sebelum saling berkompetisi, para talent perwakilan koperasi diminta untuk mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Diskop UMKM. ”Dari data yang masuk baru ada 43 orang peserta perwakilan koperasi dari seluruh Banyuwangi,” ungkapnya.

Masing-masing koperasi di Banyuwangi diminta untuk mengirimkan minimal satu pasang talent yakni satu pria dan satu perempuan. Mereka akan diberikan materi dalam workshop selama dua hari. Mereka akan diajarkan mulai dari memilih warna, memilih bahan yang bagus, hingga mendesain kostum yang dipandu oleh narasumber dari Banyuwangi Desainer Community (BDC)

Tidak itu saja, para talent perwakilan koperasi itu juga akan dipandu teknik cara berjalan di atas catwalk dan memeragakan busana layaknya model profesional. ”Untuk tahun ini temanya adalah busana kerja. Jadi masing-masing koperasi akan saling berkompetisi dalam mendesain, mempresentasikan dan memeragakan busana kerja,” jelasnya.

Harapannya, usai mengikuti kegiatan workshop tersebut, para talent yang merupakan perwakilan koperasi akan mampu menambah keterampilan dan wawasan baru. Pasalnya, sebagian besar karyawan koperasi merupakan salah satu pelayan publik yang setiap saat bertemu dengan anggota atau masyarakat. ”Jadi melalui kegiatan ini, minimal para perwakilan koperasi mampu menerapkan hasil workshop tidak hanya untuk dirinya sendiri. Melainkan juga untuk kemajuan di tempatnya bekerja,” tandasnya. (ddy/afi)

BANYUWANGI – Tahap Banyuwangi Fashion Festival (BFF) yang akan diselenggarakan pada 14 Juli 2018 memasuki tahap workshop. Sedikitnya 43 peserta dari perwakilan koperasi se-Banyuwangi hadir mengikuti workshop yang diselenggarakan di aula Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), kemarin (5/6)

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Alief Rachman Kartiono mengatakan, untuk kali pertama pelaksanaan BFF tahun ini akan bersamaan dengan peringatan Hari Koperasi. Oleh karena itu, pihaknya menggandeng mitra koperasi dalam kegiatan tersebut.

Sehingga, para talent diambilkan dari mitra dalam hal ini dari koperasi. Perwakilan koperasi diminta untuk mengirimkan perwakilan atau talent untuk ikut BFF yang akan diselenggarakan di Lapangan Taman Blambangan.

Dengan demikian, masing-masing koperasi akan saling berkompetisi dengan koperasi lainnya dalam ajang tersebut. Sebelum saling berkompetisi, para talent perwakilan koperasi diminta untuk mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Diskop UMKM. ”Dari data yang masuk baru ada 43 orang peserta perwakilan koperasi dari seluruh Banyuwangi,” ungkapnya.

Masing-masing koperasi di Banyuwangi diminta untuk mengirimkan minimal satu pasang talent yakni satu pria dan satu perempuan. Mereka akan diberikan materi dalam workshop selama dua hari. Mereka akan diajarkan mulai dari memilih warna, memilih bahan yang bagus, hingga mendesain kostum yang dipandu oleh narasumber dari Banyuwangi Desainer Community (BDC)

Tidak itu saja, para talent perwakilan koperasi itu juga akan dipandu teknik cara berjalan di atas catwalk dan memeragakan busana layaknya model profesional. ”Untuk tahun ini temanya adalah busana kerja. Jadi masing-masing koperasi akan saling berkompetisi dalam mendesain, mempresentasikan dan memeragakan busana kerja,” jelasnya.

Harapannya, usai mengikuti kegiatan workshop tersebut, para talent yang merupakan perwakilan koperasi akan mampu menambah keterampilan dan wawasan baru. Pasalnya, sebagian besar karyawan koperasi merupakan salah satu pelayan publik yang setiap saat bertemu dengan anggota atau masyarakat. ”Jadi melalui kegiatan ini, minimal para perwakilan koperasi mampu menerapkan hasil workshop tidak hanya untuk dirinya sendiri. Melainkan juga untuk kemajuan di tempatnya bekerja,” tandasnya. (ddy/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/