alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Penyekatan di Empat Titik Diberlakukan

RadarBanyuwangi.id – Aturan larangan mudik Lebaran malam ini (5/5) akan mulai diterapkan di perbatasan-perbatasan wilayah Banyuwangi. Untuk mengantisipasi kedatangan pemudik, petugas gabungan berjaga di empat posko penyekatan. Posko tersebut berdiri di Kalibaru, Wongsorejo, Desa Tamansari-Licin, dan Pelabuhan Ketapang.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan, mereka yang datang dengan tujuan mudik akan langsung diminta untuk putar balik. Namun, untuk kepentingan lain termasuk pergerakan aktivitas perekonomian tetap diperbolehkan. ”Posko penyekatan ini berbeda dengan checkpoint Covid-19. Kalau checkpoint memeriksa protokol kesehatan dan sertifikat antigen. Posko penyekatan langsung  menghentikan mereka yang akan mudik,” ujarnya.

Berdirinya posko penyekatan di beberapa daerah lain, menurut Dwi, mengakibatkan posko penyekatan di Banyuwangi kemungkinan tidak terlalu ramai. Sebab, para pemudik kemungkinan sudah diskrining di rayon penyekatan lain. Baik di Jember, Situbondo, dan Bondowoso. Mereka yang masuk ke Banyuwangi kemungkinan adalah pemudik atau warga yang berasal dari kabupaten tetangga.

”Nanti ada penyekatan sepanjang 6 sampai 8 meter di posko yang kita buat. Kalau ada yang berniat mudik akan kita minta putar balik. Yang menjadi atensi nasional itu posko Ketapang karena menjadi pintu masuk dari Bali ke Jawa,” imbuh Dwi Yanto.

Pelaksanaan larangan mudik akan mulai diterapkan pada Kamis (6/5) pukul 00.00 atau Rabu malam. Leading sector untuk penyekatan menjadi wewenang dari Polresta Banyuwangi. ”Personel kita ada 30, nanti penugasannya kita menunggu arahan polresta. Berapa yang diminta nanti kita kerahkan,” kata Dwi.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan setelah beberapa hari dilakukan sosialisasi, penerapan tegas larangan mudik akan dilakukan mulai Kamis (6/5) besok. Semua kendaraan yang melintas untuk keperluan mudik akan diminta putar balik, kecuali angkutan logistik, ambulans, dan masyarakat yang memiliki kepentingan tugas dengan menunjukan hasil rapid test. ”Kita sampaikan masyarakat agar tidak melakukan mudik. Dan tetap berada di rumah dengan terus menjaga kesehatan,” kata Arman.

Pelaksanaan penyekatan akan dilakukan selama 24 jam penuh. Hal itu dilakukan untuk memastikan semua kendaraan angkutan yang membawa pemudik tidak memasuki Banyuwangi sesuai dengan aturan larangan mudik pemerintah pusat. ”Kita sudah sosialisasikan sebelumnya agar masyarakat memahami regulasi tidak boleh mudik,” tegas Arman. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Aturan larangan mudik Lebaran malam ini (5/5) akan mulai diterapkan di perbatasan-perbatasan wilayah Banyuwangi. Untuk mengantisipasi kedatangan pemudik, petugas gabungan berjaga di empat posko penyekatan. Posko tersebut berdiri di Kalibaru, Wongsorejo, Desa Tamansari-Licin, dan Pelabuhan Ketapang.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan, mereka yang datang dengan tujuan mudik akan langsung diminta untuk putar balik. Namun, untuk kepentingan lain termasuk pergerakan aktivitas perekonomian tetap diperbolehkan. ”Posko penyekatan ini berbeda dengan checkpoint Covid-19. Kalau checkpoint memeriksa protokol kesehatan dan sertifikat antigen. Posko penyekatan langsung  menghentikan mereka yang akan mudik,” ujarnya.

Berdirinya posko penyekatan di beberapa daerah lain, menurut Dwi, mengakibatkan posko penyekatan di Banyuwangi kemungkinan tidak terlalu ramai. Sebab, para pemudik kemungkinan sudah diskrining di rayon penyekatan lain. Baik di Jember, Situbondo, dan Bondowoso. Mereka yang masuk ke Banyuwangi kemungkinan adalah pemudik atau warga yang berasal dari kabupaten tetangga.

”Nanti ada penyekatan sepanjang 6 sampai 8 meter di posko yang kita buat. Kalau ada yang berniat mudik akan kita minta putar balik. Yang menjadi atensi nasional itu posko Ketapang karena menjadi pintu masuk dari Bali ke Jawa,” imbuh Dwi Yanto.

Pelaksanaan larangan mudik akan mulai diterapkan pada Kamis (6/5) pukul 00.00 atau Rabu malam. Leading sector untuk penyekatan menjadi wewenang dari Polresta Banyuwangi. ”Personel kita ada 30, nanti penugasannya kita menunggu arahan polresta. Berapa yang diminta nanti kita kerahkan,” kata Dwi.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan setelah beberapa hari dilakukan sosialisasi, penerapan tegas larangan mudik akan dilakukan mulai Kamis (6/5) besok. Semua kendaraan yang melintas untuk keperluan mudik akan diminta putar balik, kecuali angkutan logistik, ambulans, dan masyarakat yang memiliki kepentingan tugas dengan menunjukan hasil rapid test. ”Kita sampaikan masyarakat agar tidak melakukan mudik. Dan tetap berada di rumah dengan terus menjaga kesehatan,” kata Arman.

Pelaksanaan penyekatan akan dilakukan selama 24 jam penuh. Hal itu dilakukan untuk memastikan semua kendaraan angkutan yang membawa pemudik tidak memasuki Banyuwangi sesuai dengan aturan larangan mudik pemerintah pusat. ”Kita sudah sosialisasikan sebelumnya agar masyarakat memahami regulasi tidak boleh mudik,” tegas Arman. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/